Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Ketuk Pintu Langit! Kecamatan Tanah Abang Ajak Masyarakat Gelar Sholat Istisqa Hadapi Kemarau Ekstrem!

PALI, Warta.in, 31 Agustus 2026 – Dampak fenomena musim kemarau panjang yang kian ekstrem kini mulai dirasakan secara signifikan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Menanggapi situasi kritis kekeringan yang mulai mengancam sektor pertanian dan ketersediaan air bersih warga, Pemerintah Kecamatan Tanah Abang mengambil langkah cepat melalui pendekatan spiritual berskala besar.

Camat Tanah Abang, Dadang Afriandy, S.H., M.Si, secara resmi mengeluarkan seruan instruksi dan undangan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk menghadiri pelaksanaan Sholat Istisqa (sholat sunnah memohon hujan). Langkah batiniah ini diambil sebagai bentuk kepasrahan total dan ikhtiar bersama dalam menghadapi ujian alam yang sedang berlangsung.

Berdasarkan surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh pihak otoritas kecamatan, ibadah massal ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, dimulai tepat pukul 07:30 WIB sampai dengan selesai. Adapun lokasi kegiatan akan dipusatkan sepenuhnya di Lapangan Kantor Camat Tanah Abang.

Sinergi Ikhtiar Lahir dan Batin: Kendalikan Karhutla dan Ketuk Pintu Langit Aksi pengumpulan massa untuk berdoa bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi menyeluruh (respons terpadu) Pemerintah Kecamatan Tanah Abang dalam memitigasi bencana kemarau. Sebelumnya, Camat Dadang Afriandy telah bergerak agresif di lapangan dengan mengeluarkan kebijakan tegas terkait larangan total aktivitas pembakaran lahan (karhutla). Kebijakan tersebut diambil demi memutus rantai potensi bencana kabut asap yang dapat memperparah kualitas udara di tengah minimnya curah hujan.

Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp yang di hubungi oleh tim media, Dadang Afriandy menegaskan pentingnya keseimbangan antara usaha teknis di lapangan dengan penyerahan diri kepada sang pencipta.”Kita tidak boleh hanya diam melihat alam yang kian kering. Saat ini, kami mengetuk pintu langit sekaligus mengetuk hati seluruh warga. Selain ikhtiar lahiriah dengan menjaga alam, memperketat pengawasan lahan, dan tidak membakar hutan, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah. Kita berserah diri, mengoreksi diri, serta memohon ampunan kepada Yang Maha Kuasa agar berkah hujan segera diturunkan,” ungkap Dadang Afriandy dengan penuh harap.

Seruan Persatuan untuk Semua Elemen Masyarakat Jajaran instansi kedinasan Kecamatan Tanah Abang mengharapkan Sholat Istisqa besok pagi dapat dihadiri secara masif oleh seluruh elemen struktural maupun kultural masyarakat. Pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan para tokoh agama (ulama, kyai, ustadz), tokoh adat, perangkat pemerintahan di tingkat desa, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum untuk merapatkan barisan di satu lapangan yang sama.

Secara teologis, kegiatan ini juga diselaraskan dengan amanat suci Al-Qur’an, khususnya Surah Nuh ayat 10-11. Ayat tersebut menjadi fondasi utama gerakan ini, yang menegaskan bahwa kesadaran umat untuk beristighfar dan memohon ampunan secara tulus akan menjadi kunci dibukanya pintu berkah, berupa diturunkannya hujan yang lebat dari langit untuk memakmurkan bumi kembali.

Imbauan Teknis Bagi Jemaah yang Hadir Guna memastikan jalannya ibadah berlangsung dengan khusyuk, aman, dan tertib, panitia pelaksana dari pihak kecamatan menyampaikan beberapa poin penting yang wajib diperhatikan oleh seluruh calon jemaah:Perlengkapan Mandiri: Setiap warga yang hadir diwajibkan membawa sajadah dan perlengkapan sholat masing-masing dari rumah.Menjaga Kebersihan: Jemaah dilarang keras membuang sampah sembarangan di area Lapangan Kantor Camat demi menjaga kesucian lokasi ibadah.

Ketertiban Lalu Lintas: Warga diimbau datang lebih awal guna menghindari penumpukan kendaraan di kantong-kantong parkir sekitar kantor kecamatan.Pemerintah Kecamatan Tanah Abang berharap momentum Sholat Istisqa ini dapat mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus menjadi titik balik kembalinya kesuburan tanah di bumi PALI.

 

(Randi)

Berita Terkait