SUKABUMI — Ratusan anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan khitanan massal yang digelar di Pendopo Sukabumi, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan sosial yang digagas oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Sukabumi ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS).
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, bersama Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, meninjau langsung jalannya prosesi khitanan sekaligus menyerahkan bingkisan hadiah kepada anak-anak yang telah selesai dikhitan.
Dalam sambutannya, Asep Japar menyampaikan bahwa khitanan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian serta kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa semangat HJKS harus diwujudkan melalui aksi sosial yang berdampak langsung.
“HJKS harus banyak diisi kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Khitanan massal pun kalau bisa dilaksanakan rutin beberapa kali dalam setahun,” ujar Asep Japar.
Ia menambahkan, rangkaian HJKS tahun ini juga akan disemarakkan dengan program Nganjang ka Lembur, Ningali Dulur yang berfokus pada bakti sosial, seperti pembagian sembako hingga penyaluran air bersih.
Ketua LKKS Kabupaten Sukabumi, Hj. Rina Rosmaniar Japar, menyebutkan ada lebih dari 150 anak dari 30 kecamatan yang berpartisipasi. Pelaksanaan sunatan ini melibatkan tim medis dari berbagai organisasi kesehatan dan rumah sakit daerah.
Disambut Positif oleh Orang Tua Peserta
Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari jajaran pemerintah, tetapi juga dari warga. Dudung (42), salah satu orang tua peserta asal Kecamatan Cisaat, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan khitanan massal gratis ini. Menurutnya, program ini meringankan beban ekonomi keluarga.
“Sangat membantu, apalagi sekarang biaya sunat di klinik lumayan besar. Selain gratis, anak saya juga dapat hadiah dan obat-obatan lengkap. Pelayanannya cepat dan tim medisnya ramah,” kata Dudung di lokasi acara.
Meski begitu, ia berharap koordinasi alur pendaftaran di lapangan bisa ditingkatkan lagi pada pelaksanaan berikutnya agar antrean anak yang menunggu giliran tidak terlalu menumpuk di area tunggu.
Secara keseluruhan, acara berlangsung tertib dan ditutup dengan doa bersama agar anak-anak yang telah dikhitan tumbuh menjadi generasi yang sehat, saleh, dan berakhlak mulia.(Alfi yonimar)





