Polemik Intimidasi Guru SDN Sukaraja 2 Berakhir Damai, Peran Pemerintah Daerah Disorot
SUKABUMI — Isu penanganan kasus dugaan intimidasi yang menimpa guru dan tenaga pendidik di SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, akhirnya menemukan titik terang. Gelombang dukungan publik dan respons cepat dari berbagai instansi dinilai telah menyelesaikan permasalahan tersebut secara menyeluruh.
Rifky Irawan, perwakilan keluarga korban yang pertama kali menyuarakan kasus ini ke publik, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian berbagai pihak. Dukungan dinilai mengalir deras sejak unggahan pertamanya viral di media sosial.
“Saat pertama saya posting masalah yang menimpa ibu saya dan guru-guru di SDN Sukaraja 2, banyak sekali dukungan yang berdatangan. Sampai saat ini semua stakeholder sudah ikut membantu, mulai dari PGRI, Dinas Pendidikan, Pihak Kepolisian, Bapak Bupati Sukabumi, sampai Bapak Gubernur Jawa Barat,” ujar Rifky dalam keterangan tertulisnya.
Rifky berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan pendidikan. “Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih atas semua doa dan dukungan. Harapan saya, jangan sampai ada lagi korban intimidasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Penanganan Cepat dan Apresiasi terhadap Pemkab Sukabumi
Di sisi lain, publik dan pihak keluarga turut memberikan pandangan objektif terkait kinerja Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam merespons aduan warga. Bupati Sukabumi dinilai telah mengambil langkah tegas dan merangkul seluruh pihak untuk menyelesaikan dinamika yang terjadi.
Langkah responsif tersebut dianggap sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan masyarakat Sukabumi.
“Kami merasa tindakan tegas Bupati Sukabumi terus menyikapi setiap permasalahan yang ada. Bupati sudah maksimal menjalankan tugas dan merespons apa yang menjadi keluhan masyarakat,” tutur perwakilan warga.
Pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyelesaian terdapat ketidaknyamanan. Mereka menekankan bahwa kepemimpinan daerah bukan sekadar tentang keinginan pribadi, melainkan tanggung jawab besar dalam memikirkan masa depan Kabupaten Sukabumi agar tetap aman dan kondusif bagi semua pihak.
Dengan selesainya penanganan kasus ini, sinergi antara masyarakat, penegak hukum, dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus terjaga demi mencegah aksi intimidasi serupa di masa mendatang.
(Alfi yonimar)

