Warta.in, Jember – Melalui program tahun anggaran 2026 menjadi angin segar bagi dunia pendidikan, khususnya bagi siswa dan tenaga pendidik SDN Pakusari 02 beralamat di Jl. P.B Sudirman No. 188, Kec. Pakusari, Kab. Jember, Prov. Jawa Timur, Yang selama ini menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat usia.
Melalui program revitalisasi tersebut, SDN Pakusari 02 mendapatkan anggaran sebesar Rp614.866.095 untuk memperbaiki sejumlah fasilitas pendidikan. Kepala Sekolah (KS) SDN Pakusari 02, Drs. Tri Hari Nugroho, menjelaskan bahwa pekerjaan revitalisasi meliputi rehabilitasi tiga ruang kelas, satu ruang perpustakaan, serta fasilitas toilet.
Tri mengatakan, pekerjaan revitalisasi telah dimulai sejak 24 Agustus 2026 dengan rencana waktu pelaksanaan selama 150 hari kerja. Ia berharap seluruh proses pengerjaan berjalan lancar sehingga fasilitas sekolah dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.
Menurut Tri, sebelum mendapatkan program revitalisasi, tiga ruang kelas yang kini diperbaiki mengalami kerusakan cukup berat. Kondisi bangunan yang sudah berusia lama membuat sejumlah bagian mengalami penurunan kualitas, mulai dari kayu yang keropos, atap bocor saat hujan, hingga dinding yang mengalami keretakan.
“Dulu kondisi tiga ruang kelas ini memang sudah cukup memprihatinkan. Kayunya sudah keropos, atapnya bocor ketika hujan karena sebelumnya masih menggunakan asbes, dan dindingnya juga sudah mengalami keretakan karena termakan usia,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi ini diharapkan tidak sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan agar siswa dapat belajar dengan lebih baik.
Kegiatan belajar dibagi dua sif
Saat ini, SDN Pakusari 02 memiliki enam ruang kelas dengan jumlah 120 siswa. Namun, karena tiga ruang kelas sedang menjalani rehabilitasi, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran dua sif dengan izin Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
Pengaturan tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung, tanpa harus menghentikan aktivitas pendidikan para siswa.

“Proses belajar mengajar sementara kita buat dua sif. Kelas 1 sampai kelas 3 masuk sif pagi, sedangkan kelas 4 hingga kelas 6 masuk sif siang,” jelas Tri.
Penyesuaian jadwal ini menjadi bagian dari upaya sekolah menjaga keberlangsungan pembelajaran di tengah keterbatasan ruang kelas. Meski harus menyesuaikan waktu belajar, pihak sekolah tetap berharap seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan pendidikan dengan baik hingga proses revitalisasi selesai.
Berharap fasilitas lebih baik dan prestasi meningkat
Bagi Tri, revitalisasi ini merupakan kesempatan penting untuk menghadirkan fasilitas sekolah yang lebih layak setelah puluhan tahun menggunakan bangunan lama. Ia berharap hasil perbaikan nantinya dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus mendorong peningkatan prestasi siswa.
Selain itu, fasilitas yang semakin memadai diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, sehingga SDN Pakusari 02 dapat menampung lebih banyak peserta didik pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga proses revitalisasi ini terus berjalan lancar tanpa kendala berarti sampai selesai. Harapan kami, setelah diperbaiki, fasilitas sekolah menjadi lebih memadai sehingga kegiatan belajar mengajar semakin baik dan prestasi anak-anak juga meningkat,” tuturnya.
Tri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas program revitalisasi satuan pendidikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Apresiasi turut disampaikan kepada Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait atas upaya dan perhatian terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Jember.
Bagi keluarga besar SDN Pakusari 02, revitalisasi ini bukan sekadar pembenahan fisik bangunan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi harapan baru untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak dalam menuntut ilmu.
Dengan perbaikan ruang kelas, perpustakaan, dan toilet, sekolah berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik sekaligus menumbuhkan semangat siswa untuk terus berkembang dan meraih masa depan yang lebih cerah.































