PALI, SUMATERA SELATAN – Ketika sebagian besar warga Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersiap untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas, alarm kesiapsiagaan justru berbunyi bagi tim pemadam kebakaran. Pada Sabtu malam, suasana tenang berubah mencekam ketika kobaran api akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali berkobar dan mengancam wilayah tersebut.
Peristiwa yang terjadi selepas Magrib, tepatnya sekitar pukul 19.10 WIB, langsung memicu respons cepat dari Tim Fire Pertamina Pendopo Field. Di tengah kegelapan malam yang membatasi jarak pandang, ancaman api yang dapat meluas dengan cepat ke area perkebunan dan pemukiman warga menuntut penanganan yang tanggap dan tanpa tunda.
Respons Kilat di Tengah Kegelapan Malam Menerima laporan adanya titik api yang membesar, personel pemadam kebakaran Pertamina Pendopo Field langsung bergerak cepat. Tanpa membuang waktu, armada tangki dan personel terlatih langsung diterjunkan menembus malam menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 19.35 WIB, tim langsung melakukan pemetaan situasi dan mengambil posisi strategis. Guna menjinakkan si jago merah, Pertamina mengerahkan satu unit Fire Truck berkapasitas 5.000 liter air yang dilengkapi dengan teknologi pompa bertekanan tinggi. Alat ini menjadi senjata utama personel di lapangan untuk menyemprotkan air secara akurat ke pusat-pusat api yang terus berkobar ditiup angin malam.
Tiga Jam Berjibaku Melawan Api Proses pemadaman bukanlah hal yang mudah. Minimnya penerangan alami membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati di bawah sorot lampu armada dan kilatan api. Semburan air bertekanan tinggi terus diarahkan ke titik-titik krusial guna memutus jalur penjalaran api.
Perjuangan fisik dan strategi di lapangan tersebut berlangsung selama hampir tiga jam. Berkat dedikasi dan ketangguhan personel, amukan api akhirnya berhasil dikendalikan secara total pada pukul 22.25 WIB. Tim juga memastikan melakukan proses pembasahan (mopping up) agar tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Wujud Nyata Kepedulian, Kesigapan, dan Sinergi Bagi Pertamina Pendopo Field, aksi turun ke lapangan ini bukan sekadar menjalankan fungsi operasional semata. Kehadiran tim merupakan bukti nyata dari nilai-nilai kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat di sekitar wilayah kerja operasional perusahaan.
Senior Manager Pertamina Pendopo Field, Hermansyah, melalui Officer ERCM Muhamad Zia Ul Faiz Mubarok, menegaskan bahwa kecepatan dalam merespons laporan Karhutla adalah kunci utama untuk mencegah dampak bencana yang lebih besar.“Pertamina Pendopo Field berkomitmen untuk terus peduli, sigap, dan bersinergi dalam membantu penanganan Karhutla. Di samping fokus memadamkan api secepat mungkin agar tidak meluas ke wilayah lain, keselamatan personel di lapangan tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Muhamad Zia dalam keterangannya.
Insiden di Desa Sukamaju malam itu menjadi pengingat kuat bahwa penanggulangan Karhutla membutuhkan kerja sama yang solid dan respons yang cepat dari seluruh pihak. Melalui semangat Peduli, Sigap, dan Bersinergi, Pertamina Pendopo Field menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di garda depan bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga wilayah Kabupaten PALI dan Provinsi Sumatera Selatan dari ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan.
(Randi)































