27.7 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026
Beranda blog Halaman 427

Nama Endang Entot Disebut dalam Isu Dana Koordinasi Proyek Talunjaya

0

Nama Endang Entot Disebut dalam Isu Dana Koordinasi Proyek Talunjaya

KARAWANG | Warta In Jabar – Sabtu, 25 Oktober 2025. Sejumlah awak media mendatangi lokasi proyek pembangunan Gedung Serbaguna Dusun Talunasman RT 01 RW 02, Desa Talunjaya, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Dalam kunjungan tersebut, salah seorang pekerja menyebut bahwa dana koordinasi (dakor) untuk wartawan telah diserahkan kepada seseorang bernama Endang Entot.

“Kalau ada wartawan yang datang, suruh saja ke Endang Entot. Dana koordinasi sudah diserahkan ke dia,” ujar salah satu pekerja di lokasi proyek.

Keterangan tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai siapa sosok yang dimaksud dan apa perannya dalam proyek pembangunan gedung serbaguna tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut maupun dari pelaksana proyek.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan Gedung Serbaguna Talunasman dibiayai dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp196.520.000, pelaksana CV. Sinar Dua Putra Mandiri, dan waktu pengerjaan 90 hari kalender.

Media masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Rehabilitasi SDN Sukatani 1 Diduga Ilegal, Tanpa Plang, Asal Kerja dan Gelap Anggaran

0
0-0x0-0-0#

Rehabilitasi SDN Sukatani 1 Diduga Ilegal, Tanpa Plang, Asal Kerja dan Gelap Anggaran

Karawang | Warta In — Proyek rehabilitasi gedung SDN Sukatani 1 yang beralamat di Jl. Kp. Gebang Malang No.31, RT.03/RW.01, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini disorot tajam.

Pasalnya, tak ada satu pun papan informasi (plang proyek) yang terpajang di lokasi pekerjaan. Tidak tercantum nama pelaksana (CV), besar anggaran, maupun tahun kegiatan. Padahal, plang tersebut adalah bukti legalitas dan transparansi penggunaan uang negara.

Meski demikian, pekerjaan tetap berjalan seolah-olah tanpa pengawasan. Saat Reporter Warta In bersama Harian Kriminal meninjau lokasi pada Sabtu, 25 Oktober 2025, suasana tampak sepi. Tak satu pun pekerja terlihat di area proyek, kecuali beberapa kusen jendela dan pintu aluminium yang baru dipasang.

Ironisnya, pekerjaan itu hanya dilakukan satu hari, dan langsung hampir rampung. Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar: Apakah proyek ini benar dijalankan sesuai aturan, atau sekadar formalitas untuk menghabiskan anggaran?

Lebih jauh, pantauan di lapangan menunjukkan indikasi kuat pengerjaan asal jadi. Lantai ruangan sudah dipasangi keramik ukuran 40×40 cm, tetapi nat antar keramik tidak seragam—ada yang hanya 5 mm, sebagian bahkan lebih dari 10–12 mm. Kondisi ini mencerminkan ketidakrapian dan dugaan penggunaan bahan murah.

Yang lebih mencolok lagi, rangka atap aluminium, atap, dan plafon belum dipasang sama sekali, namun keramik sudah dipasang terlebih dahulu. Secara teknis, hal ini dianggap keliru dan berisiko merusak lantai saat pekerjaan atap dikerjakan nanti.

Saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, Kepala Sekolah SDN Sukatani 1, Ibu Hani, membenarkan bahwa pekerjaan sudah berjalan lebih dari satu bulan. Ia juga mengakui bahwa mandor dan tenaga kerja proyek berganti-ganti.

“Waktu pembongkaran atap yang kerja orang lain, sekarang mandornya juga sudah beda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pekerja hanya aktif beberapa hari dalam seminggu.

“Kadang cuma Sabtu dan Minggu. Kalau saya datang ke sekolah, kadang ada pekerjaan, tapi orangnya sudah tidak ada,” tambahnya.

Temuan di lapangan ini memperlihatkan minimnya pengawasan dan lemahnya transparansi proyek pendidikan di wilayah Karawang. Tidak adanya plang proyek dan tidak jelasnya sumber dana membuka peluang kuat terjadinya penyimpangan dan pelanggaran aturan pengadaan.

Padahal, sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, setiap proyek yang dibiayai APBN atau APBD wajib memasang papan proyek berisi nama kegiatan, anggaran, pelaksana, serta waktu pekerjaan.

Lebih jauh lagi, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik pada Pasal 9 ayat (1) secara tegas menyatakan:

“Badan publik wajib mengumumkan secara berkala informasi tentang kegiatan dan kinerjanya, termasuk rencana dan laporan penggunaan anggaran.”

Dengan tidak adanya plang proyek di lokasi SDN Sukatani 1, indikasi pelanggaran terhadap UU KIP dan Perpres 54 Tahun 2010 semakin kuat.

Publik pun berhak bertanya: Siapa pelaksananya? Dari mana dananya? Dan mengapa proyek bisa berjalan tanpa keterbukaan?

Hingga berita ini diterbitkan, Tim Warta In masih berupaya meminta klarifikasi resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dan pihak pelaksana proyek. Namun hingga kini, belum ada tanggapan maupun penjelasan terkait sumber dana serta teknis pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi SDN Sukatani 1.

✍️ Catatan Redaksi

Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan. Ketika proyek pendidikan yang menyangkut kepentingan anak bangsa dikerjakan tanpa kejelasan dan tanpa informasi publik, maka patut diduga ada sesuatu yang sengaja ditutupi.

Kapolsek Bersama Muspika Giat Pernaikan Tanggul Luapan Air/ Tanah Longsor

0

Kapolsek Bersama Muspika Giat Pernaikan Tanggul Luapan Air/ Tanah Longsor

LAMONGAN// Warta. In –Dalam rangka antisipasi gangguan keamanan dam ketertiban masyarakat Polsek Ngimbang bersama Muspika Kecamatan Ngimbang menggelar perbaikan tanggul dan saluran air di Dusun Girik Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Jum’at (24/10/2025)

Perbaikan saluran air dan tanggul tersebut terjadi luapan air akibat selama tiga hari secara berturut2 mengalami hujan dengan intensitas tinggi sehingga saluran irigasi tersumbat, akibatnya sebagian badan jalan penghubung antar dusun tergenang air dengan ketinggian ± 20 cm dan terdapat beberapa bagian jalan mengalami retakan serta material lumpur dan sampah menumpuk di saluran air.

Hadir dalam kegiatan tersebut
Anton Sujarwo S.pd M.M Camat Ngimbang, bersama Staf Kecamatan Ngimbang, IPTU I WAYAN SUMANTRA, S.H Kapolsek Ngimbang, beserta 4 anggota, Kapten Inf Mustoha Danramil Ngimbang bersama 1 anggota dan Perangkat Desa Girik.

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumamtra, S.H,bersama Jajaran muspika serta Pemerintah Desa Girik langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, pemantauan kondisi air, dan penanganan awal dengan memasang patok serta tali pengaman di titik yang rawan yang di lalu pengendara.

Memberikan himbauan kepada Anak2 agar tidak bermain di lokasi banjir/ sungai serta warga sekitar agar berhati-hati saat melintas di jalan yang tergenang air, ujarnya

Koordinasi dengan pihak Pemerintah Desa Girik dan BPBD untuk tindak lanjut membersihkan saluran air dan melakukan pemantauan lanjutan terhadap debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Dalam hal ini air mulai surut, namun jalan masih licin dan sebagian tertutup lumpur, untuk arus lalu lintas warga masih bisa dilalui dengan hati-hati. Situasi saat ini terpantau aman dan terkendali.

Pewarta: roy

Andra Soni Pantau Progres Pembangunan Jalan Desa di Pandeglang Melalui Program Bang Andra

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 25 Oktober 2025  — Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung progres pembangunan Jalan Desa Cadasari–Kaduela di Kampung Waas, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Jumat (24/10/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera) yang digagas Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Andra Soni didampingi Bupati Pandeglang Dewi Setiani. Rombongan meninjau titik awal pembangunan yang berada di Kampung Waas, Kecamatan Cadasari. Kehadiran Gubernur disambut antusias oleh warga, pelajar, dan aparatur desa yang menaruh harapan besar terhadap perbaikan jalan yang selama ini menjadi jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Banten mendukung penuh peningkatan akses masyarakat. Jalan ini diharapkan membawa manfaat besar dan ikut meningkatkan kesejahteraan warga,” ucap Andra Soni.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Cadasari–Kaduela di Kabupaten Pandeglang dilakukan sepanjang 1,7 kilometer dengan lebar 5 meter menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat dan tahan terhadap curah hujan tinggi. Proyek ini ditargetkan selesai pada Desember 2025, meski selama dua bulan ke depan arus lalu lintas akan sedikit terganggu.

“Mulai bulan ini sampai Desember, kami targetkan selesai. Mohon dukungan masyarakat karena dua bulan ini arus lalu lintas akan terganggu. Setelah selesai, akses akan jauh lebih lancar,” ujarnya.

Peninjauan proyek turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Pandeglang Dewi Setiani, Anggota DPRD Banten Rifki Hermiansyah, dan Wakil Ketua I DPRD Pandeglang Fikri Pebriansyah.

Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari Program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera), sebagai upaya Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat desa melalui infrastruktur yang layak dan berkelanjutan.

Warga menyambut positif proyek tersebut. Mereka mengaku jalan yang rusak selama bertahun-tahun sering menyebabkan kecelakaan, terutama di tanjakan licin.

“Jalan ini sudah lama rusak. Sering ada warga jatuh, terutama anak sekolah,” ujar Susi (36), warga Kampung Waas.

Susi (36), warga Kampung Waas, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah dan berkomitmen untuk menjaga jalan setelah diperbaiki agar akses pendidikan dan ekonomi tetap lancar.

“Kalau dibangun, kami siap merawat jalan ini,” ujarnya.

Dengan terealisasinya pembangunan Jalan Cadasari–Kaduela, diharapkan aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju pendidikan dan layanan publik di wilayah Pandeglang dapat semakin lancar dan aman.(WartainBanten)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Antisipasi Kriminal Dan 3C Di Malam Hari

0

Anggota jaga Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Guna Antisipasi Kriminal Dan 3C Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan serta aksi konvoi di daerah rawan kejahatan wilayah hukum Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light pada,Jum’at (24/10/2025)

Patroli blue light ini dilaksanakan mulai pukul 23.00 WIB hingga selesai yang di laksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Hadi Gunarto dan Aiptu Suhadi dengan sasaran empat lokasi jalan raya poros Jombang – Babat, SPBU Ngimbang dan Pabrik Rokok R3 Ngimbang serta Simpang tiga Tanjung yang ada di wilayah Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 3C, (Curas,curat dan curanmor ) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Siswa SDN Sukajaya III Antusias Ikuti Tadarus, Ceramah, dan Kegiatan Apresiasi Kreatif

0

Setiap Jumat, Siswa SDN Sukajaya III Antusias Ikuti Tadarus, Ceramah, dan Kegiatan Apresiasi Kreatif

Karawang | Warta In Jabar — Jumat, 24 Oktober 2025, – Suasana ceria dan penuh semangat tampak di halaman SDN Sukajaya III ketika para siswa mengikuti kegiatan keagamaan dan apresiasi kreativitas yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter religius dan pengembangan potensi siswa di lingkungan sekolah.

Acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh para guru, kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang berisi pesan moral tentang kejujuran, kedisiplinan, dan rasa hormat terhadap sesama. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat karakter positif peserta didik sejak dini.

Setelah kegiatan rohani, suasana semakin meriah dengan gerakan senam dan bernyanyi bersama yang diikuti seluruh siswa. Mereka tampil penuh keceriaan sambil mengenakan seragam Pramuka, menunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan di antara teman-teman sekelas.

Kegiatan Jumat ini dibimbing langsung oleh para ibu guru SDN Sukajaya III, yang dengan sabar mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Kepala Sekolah Yayah Sahliyah turut hadir menyaksikan dan memberikan apresiasi kepada para siswa dan guru atas partisipasi mereka.

“Kegiatan ini kami laksanakan setiap hari Jumat agar anak-anak terbiasa dengan kegiatan positif yang menumbuhkan semangat religius dan kebersamaan. Selain belajar, mereka juga bisa menyalurkan kreativitas dan rasa percaya diri,” ujar Kepala Sekolah Yayah Sahliyah.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara guru dan siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan berkarakter.

Dengan pelaksanaan kegiatan rutin setiap Jumat, SDN Sukajaya III berharap dapat terus membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, kreatif, dan penuh semangat dalam belajar.

Dana Korpri Tahun 2021 – oktober 2025  dipertanyakan ,Dugaan Ratusan Juta diselewengkan.

0

Warta.in-Rejang Lebong, Bengkulu.

Dana korpri yang dipotong dari gaji ASN Rejang Lebong setiap bulan,mirisnya dana tersebut mencapai ratusan juta diselewengkan pengurus korpri. Soalnya, sampai saat ini banyak ASN yang mempertanyakan kemana dan untuk apa saja dana itu direalisasikan pada waktu itu. Dana korpri yang bersumber dari potong gaji setiap bulannya itu diwajibkan semua ASN Pemkab Rejang Lebong berjumlah 5000 orang,iuran dipungut besarannya berkisar Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per orang dan untuk eselon II ada tambahan sebesar Rp 50.000 per orang setiap bulan.

Salah satu pengurus korpri yaitu Yusran Fauzi Selaku Mantan Sekda Rejang Lebong menjabat pada saat itu sebagai Ketua KORPRI RL mengatakan, untuk iuran KORPRI memang ada bagi semua ASN wilayah Rejang Lebong. Akan tetapi, tidak semua ASN bayar iuran. ” setiap bulan sekitar Rp 25 juta yang terkumpul,” katanya.

Masih Yusran pada saat ia menjabat menjelaskan, kegunaan dana yang terkumpul itu untuk membantu jika ada ASN yang mengalami musibah. ” Kita bantu berupa santunan,” jelas Yusran saat menjabat.

Tambahnya,Selain untuk yang mengalami musibah ada juga kegiatan HUT Korpri yakni gerak jalan sehat itu juga dari dana tersebut.

“ada ASN yang sakit kita bantu,”tambah Yusran Fauzi.

lain hal nya ASN Pemkab Rejang Lebong mempertanyakan kemana dan untuk apa dana Korpri yang dipotong tiap bulan dari gaji ASN tersebut. ” Kami tidak tahu untuk apa dana Korpri itu,” ujar ASN identitasnya diminta dirahasiakan.

Lanjutnya, dihimpun dari data setiap bulan iuran Korpri itu langsung dipotong melalui gaji. Misalnya golongan III Rp 15.000. Golongan IV Rp 25.000. ” nah kalau ada 5000 ASN Rejang Lebong semua bisa terkumpul mencapai Rp 50 juta perbulan. Nah kemano la duit itu dak. Kita minta Tolong APH selidiki dana iuran tersebut pada saat pak yusran menjabat,karena dana tersebut tidak jelas,dugaan besar kemungkinan diselewengkan,” ujarnya.

Saat konfirmasi mantan sekretaris korpri yang lama (Jum’at 17 Oktober 2025) mengatakan,kalian temui saja kabag ortala yang sekarang ,langsung saja tanyakan kesana.

” ke ortala yang sekarang aja pak,pasti kabag ortala jabatannya sekretaris korpri sekarang,”ungkapnya.

Sangat disayangkan sikap seorang mantan pejabat ASN nomor 1 diRejang Lebong tidak berani menemui awak media. Cara dan sikpanya itu mencontohkan bahwa kuat dugaan dana korpri pada saat dia (yusran,red) menjabat ada kesalahan fatal terkait iuran ASN tersebut. Yusran juga mengarahkan ke sekretaris korpri yang lama,patut kita pertanyakan dana tersebut kemana saja di peruntukan. Kita minta APH usut Tuntas penggunaan anggaran iuran Dana Korpri dari Tahun 2021- Oktober 2025.(A)

Andra Soni Apresiasi Atlet Catur Banten dan Siap Tuan Rumah Kejurnas 2026

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 24 Oktober 2025  — Gubernur Banten Andra Soni memberikan dukungan penuh kepada para atlet catur Banten yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 di Mamuju, Sulawesi Barat. Dukungan tersebut disampaikan saat Andra menerima audiensi jajaran Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Banten di Pendopo Gubernur, Jumat (24/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Andra Soni menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para atlet yang akan mewakili Banten di ajang bergengsi tingkat nasional tersebut. Ia berharap para atlet dapat menampilkan performa terbaik dan menjaga semangat sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Tetap fokus, titip salam kepada para atlet untuk jaga kesehatan dan tampil dengan percaya diri. Kami mendukung perjuangan teman-teman atlet di Mamuju,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Andra juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong pengembangan olahraga prestasi, termasuk cabang olahraga catur. Ia menegaskan bahwa Banten siap menjadi tuan rumah Kejurnas Catur tahun depan.

Menurut Andra, Banten memiliki fasilitas yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten, serta antusiasme tinggi terhadap olahraga catur.

“Kami berharap Kejurnas Catur tahun depan dapat diselenggarakan di Provinsi Banten. Ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan gairah olahraga catur serta memberikan ruang bagi atlet lokal untuk berkembang lebih besar lagi,” kata Andra Soni.

Ketua Percasi Banten, Amin Lukman, mengapresiasi dukungan Gubernur Andra Soni kepada para atlet catur Banten, yang menjadi motivasi tambahan menjelang keberangkatan ke Kejurnas Catur di Mamuju.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Banten agar para atlet dapat meraih hasil terbaik di Kejurnas. Selain itu, kami juga akan memperjuangkan usulan gubernur agar penyelenggaraan Kejurnas tahun depan dapat dilaksanakan di Banten,” ungkap Amin.

Amin juga menyampaikan doa agar atlet meraih hasil terbaik dan menyatakan kesiapan memperjuangkan Banten sebagai tuan rumah Kejurnas tahun depan. Selain itu, Percasi Banten berencana menggelar Turnamen Catur Piala Gubernur untuk memperkuat pembinaan dan kompetisi lokal.

“Respons gubernur sangat baik. Dukungan beliau menjadi dorongan bagi kami untuk menyelenggarakan kegiatan dan pembinaan yang lebih besar di Banten. Kami siap mensukseskan event nasional bila ditetapkan menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Dukungan gubernur dianggap sebagai dorongan untuk menyelenggarakan kegiatan yang lebih besar, sementara kontingen Banten segera bertolak ke Mamuju untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.

Gubernur berharap seluruh pihak memberikan dukungan moral agar para atlet dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik bagi Provinsi Banten.(WartainBanten)

Diduga Kebakaran di Singki’ Berawal dari Gas LPG, 1 Orang Mengalami Luka Bakar

0

TORAJA UTARA – Kebakaran yang terjadi sekira pukul 10:00 Wita di samping Kantor Kelurahan Laang Tanduk, diduga berawal dari tabung Gas LPG yang hendak dipasang oleh pemilik rumah, Jumat (24/10/2025).

Berdasarkan pantauan dan informasi yang diperoleh di lokasi kebakaran bahwa dari kejadian tersebut sedikitnya 3 rumah yang terdampak ludes dilahap sijago merah dan 1 rumah yang nyaris ikut terbakar.

Kejadian itu juga berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, salah satu penghuni rumah menjadi korban luka bakar dan dilarikan ke RS Elim Rantepao.

Saat dikonfirmasi langsung bagian humas RS Elim Rantepao, Aldi membenarkan jika pihaknya menerima salah satu korban kebakaran bernama Gau Pandin, umur 56 tahun.

“Iya kanda. Ada salah satu korban seorang laki-laki bernama Gau Pandin yang berumur 56 tahun dan sementara menjalani perawatan medis dimana mengalami luka bakar bagian muka, tangan bagian bawah dan kaki bagian bawah,” ungkap Aldi.

Dari kejadian ini belum diketahui pasti berapa kerugian materil yang dialami oleh pihak korban dan menunggu hasil labfor pihak Polres Toraja Utara untuk memastikan penyebab utama kebakaran tersebut.

 

 

 

Pemprov Banten dan Bengkulu Teken Kerja Sama Pengembangan Potensi Daerah dan Pelayanan Publik

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 24 Oktober 2025  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Provinsi Bengkulu menandatangani kesepakatan bersama tentang pengembangan potensi daerah dan peningkatan pelayanan publik, bertempat di Pendopo Gubernur Banten, Jumat (24/10/2025).

Penandatanganan kerja sama ini menandai komitmen kedua pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah dalam upaya mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya membangun budaya kerja pemerintahan yang kolaboratif di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kita jadikan semangat kolaborasi sebagai budaya kerja pemerintahan daerah. Mari kita ubah paradigma dari bekerja sendiri menjadi bekerja bersama,” ungkap Andra Soni.

Ia menilai, penguatan kolaborasi antarpemerintah daerah merupakan langkah strategis untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari digitalisasi pemerintahan, dinamika sosial-ekonomi, hingga meningkatnya tuntutan transparansi publik.

“Serta diperkuat dengan sinergi lintas sektor dan lintas wilayah yang berorientasi pada hasil yang memberi manfaat langsung bagi rakyat,” katanya.

Gubernur Banten Andra Soni menekankan bahwa kerja sama antar daerah menjadi momentum untuk bertukar pengalaman dan berbagi praktik terbaik yang dapat diterapkan di masing-masing wilayah. Ia menyebut, berbagai bentuk kerja sama akan ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kerja samanya macam-macam, nanti akan ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait dalam rangka meningkatkan pemanfaatan potensi daerah dan kerja sama lainnya terkait pelayanan publik,” imbuhnya

Lebih lanjut, Andra Soni menjelaskan bahwa Provinsi Banten memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti sumber daya manusia, ekonomi kreatif, industri, pariwisata, dan pertanian. Namun, potensi tersebut tidak akan maksimal tanpa adanya sinergi lintas sektor dan wilayah. Karena itu, Pemprov Banten terus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

“Namun potensi itu tidak akan maksimal tanpa sinergi lintas sektor dan wilayah. Untuk itulah, Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong terwujudnya tata kelola yang kolaboratif melalui berbagai langkah nyata,” tuturnya.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi terhadap langkah pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten, terutama dalam menjaga komitmen pembangunan infrastruktur hingga ke tingkat desa meski di tengah upaya efisiensi anggaran.

 “Di tengah efisiensi, tetapi Pemprov Banten mampu membangun di jalan desa-desa. Sehingga saya bawa Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu untuk belajar dan persoalan lainnya juga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum berkunjung ke Banten, pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke beberapa provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung. Namun, menurutnya, Banten dipilih sebagai mitra kerja sama strategis karena dianggap sebagai provinsi maju yang mampu mengelola anggaran secara efektif dan tetap produktif dalam melaksanakan program pembangunan.

“Banten merupakan provinsi yang maju, baik dari segi ekonomi maupun lainnya. Provinsi Banten kami perhatikan adalah provinsi yang layak dijadikan tempat untuk belajar bagaimana mengelola anggaran dalam membuat program-program di tengah efisiensi yang sedang dilakukan,” pungkasnya.

Helmi mengungkapkan, kunjungan ke Banten juga menjadi kesempatan bagi jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, termasuk Kepala Dinas PUPR, untuk belajar dari praktik pembangunan yang diterapkan Pemprov Banten.

Acara penandatanganan kesepakatan bersama itu juga dihadiri oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi Bengkulu.(WartainBanten)