Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Wendeilyna Dukung Edison Pasaribu Pimpin DPW PPRPI Samosir: Amanah Keluarga dan Nilai Parbahul Bahul Na Bolon

Samosir, warta.in — Dr drh R Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPPCIJ CPW) , yang akrab disapa Wendy dan merupakan ibebere marga Pasaribu, anak perempuan dari alm Rusli Aminah boru Pasaribu & Oloan Herlin Simarmata SH menyatakan dukungan penuh terhadap penunjukan Ir. Edison Pasaribu sebagai Ketua DPW Punguan Pomparan Raja Pasaribu Indonesia (PPRPI) Kabupaten Samosir yang baru.

Bagi Wendy, dukungan tersebut bukan semata-mata persoalan organisasi punguan. Ada nilai kekeluargaan dan warisan moral yang membuat dirinya merasa perlu memberikan dukungan kepada keputusan DPP PPRPI.

Wendy merupakan cucu dari Somuntul Bunga Jalan Pasaribu, gelar Tuan Sariburaja, tokoh asal kawasan Jalan Tanah Lapang, Pangururan, Samosir, yang dikenal dalam keluarga sebagai Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus pengusaha dan politikus pada zamannya.

Nilai yang diwariskan Somuntul Bunga Jalan Pasaribu kepada keturunannya, menurut Wendy, salah satunya adalah pentingnya menjaga persaudaraan dan saling mendukung di antara keluarga.

“Sebagai cucu Somuntul Bunga Jalan Pasaribu gelar Tuan Sariburaja, saya memegang nilai yang diwariskan kepada kami, yaitu bagaimana keluarga harus saling mendukung. Karena itu, saya pun harus menghormati dan mendukung keputusan para tulang saya di DPP PPRPI,” ujar Wendy.

Menurutnya, seseorang yang mendapatkan amanah sebagai Ketua DPW tentu diharapkan telah melalui pertimbangan organisasi.

“Siapa pun yang mendapat amanah sebagai Ketua DPW, saya percaya keputusan itu sudah melalui proses pemeriksaan dan pertimbangan yang matang. Saya memilih melihatnya dari sisi persaudaraan, tanggung jawab dan kepentingan bersama,” katanya.

Wendy: Saya Sangat Mengenal Edison Pasaribu

Wendy mengaku cukup mengenal sosok Edison Pasaribu. Ia melihat Edison sebagai figur yang telah menjalani perjalanan karier pemerintahan cukup panjang di Kabupaten Samosir.

Secara administratif pemerintahan, Edison Pasaribu, ST, MM tercatat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir.

Edison juga telah dipercaya menduduki jabatan tersebut sejak pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Samosir pada Januari 2022.

Bagi Wendy, perjalanan Edison dari lingkungan pemerintahan hingga dipercaya memimpin perangkat daerah menjadi salah satu hal yang membuatnya melihat Edison memiliki pengalaman dalam menjalankan tanggung jawab.

“Saya sangat mengenal Edison Pasaribu. Dia memulai karier dari CPNS di Pemkab Samosir hingga sekarang mendapat kepercayaan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup,” kata Wendy.

Dalam sejumlah kegiatan pemerintahan, Edison juga tercatat menjalankan tugas berkaitan dengan isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pada 2024, misalnya, ia mewakili Dinas Lingkungan Hidup dalam Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD Samosir 2025-2029.

Pada 2026, Edison juga mendampingi Bupati Samosir dalam penerimaan penghargaan sertifikat Menuju Kota Bersih untuk Kabupaten Samosir.

Bukan Hanya Soal Jabatan, Tetapi Tata Krama Adat

Namun bagi Wendy, alasan personal yang paling kuat dalam mendukung Edison bukan hanya perjalanan kariernya.

Ia justru menyoroti cara Edison menempatkan diri dalam hubungan kekerabatan Batak.

“Salah satu yang paling saya kagumi dari Edison adalah ketika bertemu saya, dia menyapa saya dengan sangat santun, dengan sapaan namboru,” ungkap Wendy.

Menurut Wendy, sapaan tersebut menunjukkan bahwa Edison memahami tata krama dalam hubungan kekerabatan Batak.

“Ia menghormati ibu saya sebagai namborunya dan saya sebagai boru namborunya. Saya pun disapanya dengan sapaan namboru. Bagi saya, itu bukan sekadar panggilan. Itu menunjukkan bagaimana seseorang memahami posisi dan hubungan kekerabatan dalam adat Batak,” ujarnya.

Bagi Wendy, kepemimpinan dalam punguan marga tidak cukup hanya mengandalkan jabatan atau kemampuan administratif. Pemimpin juga harus memahami bagaimana menempatkan diri dalam hubungan Dalihan Na Tolu, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda dan menjaga hubungan kekeluargaan.

Edison Dinilai Memiliki Jiwa Parbahul Bahul Na Bolon

Wendy juga menilai Edison memiliki karakter yang menurutnya penting bagi seorang pemimpin punguan, yakni parbahul bahul na bolon.

Dalam pemaknaan yang disampaikan Wendy, parbahul bahul na bolon menggambarkan orang yang mampu memikul tanggung jawab besar, mengayomi dan melayani ketika diberikan amanah.

“Kalau seseorang diberi tanggung jawab mengurusi masyarakat atau keluarga besar, dia harus mampu menjadi parbahul bahul na bolon. Artinya, jangan hanya mengejar jabatan, tetapi harus siap memikul beban dan melayani,” katanya.

Wendy melihat prinsip tersebut relevan dengan posisi Ketua DPW PPRPI Kabupaten Samosir yang mempunyai tanggung jawab mengayomi keluarga besar Pasaribu dalam wadah organisasi.

Ia juga menggambarkan Edison sebagai sosok yang ramah dan pekerja keras serta memiliki perhatian besar terhadap keluarganya.

“Edison adalah family man. Dia sangat care terhadap anak-anaknya. Anak-anaknya disekolahkan dengan baik dan dalam perjalanan kariernya dia juga mendapat dukungan dari istrinya,” ujar Wendy.

Polemik Pergantian Ketua DPW PPRPI Samosir

Dukungan Wendy kepada Edison muncul di tengah dinamika internal PPRPI Kabupaten Samosir.

Sebelumnya, beredar pernyataan sikap dari Ketua DPW PPRPI Samosir periode 2023-2028, Dani Dewentin Pasaribu, bersama sejumlah sektor yang menyatakan menolak SK KEP-08/DPP-PPRPI/IX/2026 mengenai penonaktifan Ketua DPW PPRPI Samosir. Dalam pemberitaan tersebut, pihak yang menyatakan penolakan bahkan menyebut akan mundur dari PPRPI dan membentuk wadah baru bernama PPRPS.

Pemberitaan itu menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan DPW PPRPI Samosir memang diwarnai perbedaan sikap di internal organisasi.

Karena itu, Wendy mengajak keluarga besar Pasaribu melihat persoalan tersebut secara lebih tenang dan mengedepankan persaudaraan.

Menurutnya, adanya perbedaan pandangan mengenai keputusan organisasi tidak seharusnya menghilangkan semangat untuk menjaga hubungan kekeluargaan.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang konflik personal.

“Bagi saya, kalau ada keputusan organisasi, mari kita hormati prosesnya. Kalau ada keberatan, tentu ada mekanisme organisasi untuk menyampaikannya. Jangan sampai perbedaan keputusan organisasi justru membuat keluarga besar Pasaribu terpecah,” katanya.

Harapan untuk Janji Martahan dan Habeahan

Wendy secara khusus berharap dua wilayah yang dikenal sebagai kantong keluarga besar Pasaribu di Kabupaten Samosir, yakni Desa Janji Martahan dan Desa Habeahan, dapat memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Edison Pasaribu.

Menurutnya, kekuatan sebuah punguan tidak hanya terletak pada struktur pengurus, tetapi juga pada kemampuan seluruh keluarga besar menjaga kebersamaan.

“Harapan saya, dari dua desa yang merupakan kantong marga Pasaribu, yaitu Janji Martahan dan Habeahan, juga dapat mendukung Ketua DPW yang baru. Mari kita bersama-sama membesarkan punguan, bukan memperbesar perbedaan,” ujar Wendy.

Ia berharap Edison dapat menjalankan amanah dengan mengutamakan pelayanan, persaudaraan dan kepentingan keluarga besar Pasaribu.

“Selamat kepada paraman tulang naposo, Ir. Edison Pasaribu. Jalankan amanah ini dengan baik. Jadilah parbahul bahul na bolon bagi keluarga besar Pasaribu di Samosir,” kata Wendy.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan singkat yang menurutnya menggambarkan harapan terhadap masa depan punguan:

“Jayalah Pasaribu. Horas untuk seluruh keluarga besar Pasaribu “

Berita Terkait