24.7 C
Jakarta
Minggu, Mei 24, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

BOBROK! Jalan Lapen Desa Air Dingin Hancur Lebur,Oknum Dinas PUPR R/L Diduga ‘Main Mata’ dengan Kontraktor?

Warta.in-REJANG LEBONG.

Aroma tak sedap terkait dugaan proyek asal jadi kembali menyengat di Kabupaten Rejang Lebong. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rejang Lebong. Proyek pembangunan jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) di Desa Air Dingin, Kecamatan Sindang Kelingi, kini kondisinya hancur lebur dan rusak parah, memicu amarah dan tanda tanya besar dari masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek infrastruktur yang menelan anggaran uang rakyat tersebut diduga dikerjakan pada tahun 2019 silam. Namun ironisnya, jalan yang sejatinya dibangun untuk mobilitas warga kini justru menyerupai kubangan dan jalur mati. Kualitas serta mutu pekerjaan Dinas PUPR Rejang Lebong pun dinilai sangat bobrok dan jauh dari standar kelayakan.

“Kami mempertanyakan ke mana larinya fungsi pengawasan Dinas PUPR? Jalan ini baru berusia sekitar 6 tahun, tapi hancurnya sudah seperti tidak diurus puluhan tahun. Padahal, jalan ini sangat jarang dilewati kendaraan bermuatan berat. Kalau jarang dilewati saja sudah hancur lebur begini, artinya kualitas aspalnya memang ‘kacangan’ dan diduga dikerjakan asal-asalan!” cetus salah seorang tokoh masyarakat Air Dingin dengan nada geram.

dokumentasi jalan Desa air dingin kec.sindang kelingi.

Jarang Dilewati tapi Cepat Rusak: Indikasi Proyek Asal Jadi?

Logika publik pun ditantang oleh realita di lapangan. Secara teknis, jalan yang minim volume kendaraan seharusnya memiliki daya tahan yang jauh lebih lama. Namun, fakta di Desa Air Dingin justru berbanding terbalik. Hal ini memicu dugaan kuat adanya praktik “sunat anggaran” atau pengurangan volume material demi meraup keuntungan pribadi antara pihak kontraktor dan oknum di Dinas PUPR Rejang Lebong.

Masyarakat menilai, ketahanan jalan yang rapuh ini menjadi bukti nyata lemahnya—atau bahkan sengaja tutup matanya—pihak pengawas dari Dinas PUPR saat serah terima hasil pekerjaan (Provisonal Hand Over/PHO) beberapa tahun lalu.

Masyarakat Menuntut Transparansi dan Audit Total , Atas bobroknya fasilitas publik ini, masyarakat Sindang Kelingi, khususnya Desa Air Dingin, tidak akan tinggal diam. Mereka menuntut pihak-pihak terkait untuk segera mengambil tindakan:

Audit Investigasi Kejari/Polres: Mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa kembali berkas proyek tahun 2019 tersebut dan memeriksa pejabat pembuat komitmen (PPK) serta kontraktor yang terlibat.

Pertanggungjawaban Kepala Dinas PUPRPKP Rejang Lebong : Meminta Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong untuk tidak buang badan dan segera turun ke lapangan melihat langsung “proyek gagal” yang merugikan uang negara ini.

Perbaikan Segera: Masyarakat meminta hak mereka atas infrastruktur yang layak segera dipenuhi, bukan sekadar janji manis saat kampanye.

Dengan adanya permasalahan tersebut, Hak Dinas PUPR Kabupaten Rejang Lebong belum memberikan jawaban resmi terkait hancurnya jalan Lapen di Desa Air Dingin Kecamatan Sindang Kelingi tersebut. Publik kini menunggu, apakah dinas terkait berani transparan, atau justru memilih bersembunyi di balik meja empuk kantor mereka?.

Pada Saat Tim Media sudah konfirmasi Kedinas PUPRPKP melalui Bidang Bina marga,Jum’at (22/5/26) tapi terkesan mengelak. Hingga berita ini ditayangkan, Tim media masih terus berupaya menunggu dan meminta hak jawab dari Dinas PUPRPKP Rejang Lebong.(4M)

Berita Terkait