Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Cetak Santripreneur Digital, Dosen dan Mahasiswa UNPAM Berdayakan Santri Ponpes Darun-Na’im Yapia

PARUNG, BOGOR — Dalam rangka menyongsong era Generasi Emas Digital, Universitas Pamulang (UNPAM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) menggelar serangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Modern Darun-Na’im Yapia (DNY), Parung, Bogor.

Rangkaian kegiatan pemberdayaan ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Dr. Denok Sunarsi, S.Pd., M.M., CHt., bersama Tim Pemateri yang terdiri dari Dr. Widya Intan Sari, S.E., M.M. dan Kharisma Danang Yuangga, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh jajaran dosen pendukung, yaitu Yan Kristian Halomoan, S.E., M.M., Ahmad Lutfi, S.S., M.M., Jasmani, S.E., M.M., dan Dr. Triyadi, S.E., M.M., serta melibatkan mahasiswa UNPAM yakni Siti Sutihat, Riska Seftiani, Egan Alfarizy, Muhammad Dhimas Desnanda, Ferdiansyah Chandra Pratama, Fahimmatul Ilhammiah, Aldo Ivalni, dan Ryan Yuliandri.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Kepala Unit / Pimpinan Ponpes Modern Darun-Na’im Yapia (DNY), H. Nur Rohim Yunus, LL.M., M.Phil., Ph.D., yang mewakili Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren, Prof. Dr. KH. Ahmad Mukri Aji, M.A., M.H. Turut hadir menyemarakkan pembukaan acara, Wakil Pimpinan Pondok Al-Ustadzah Nurlaila Sadillah, S.Th.I., M.Pd. serta Sekretaris Pondok Al-Ustadz Gilang Rizki Aji Putra, S.H.

Program yang berlangsung pertengahan Oktober 2026 ini diikuti oleh 50 peserta santri. Pelatihan dirancang untuk memberikan reskilling dan upskilling melalui beragam materi strategis, mulai dari literasi keuangan, perencanaan bisnis, pemasaran digital, hingga branding kreatif berbasis nilai-nilai Islam.

Keterangan Foto: Para santri Ponpes Modern Darun-Na’im Yapia berfoto bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang saat pembukaan kegiatan

Ketua Pelaksana PKM, Dr. Denok Sunarsi, S.Pd., M.M., CHt., menyampaikan bahwa pembekalan ini sangat krusial untuk mencetak karakter santripreneur yang adaptif terhadap pesatnya kemajuan teknologi.

“Santri hari ini tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan dunia usaha. Melalui pelatihan pemasaran digital dan branding kreatif Islami, kami berharap para santri dapat menjadi wirausahawan mandiri yang berdaya saing tinggi,” terangnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Widya Intan Sari, S.E., M.M., memberikan pembekalan mengenai “Membangun Jiwa Entrepreneur Melalui Literasi Keuangan, Perencanaan Bisnis, dan Pemasaran Digital”. Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang terencana dan pemanfaatan platform digital agar unit usaha yang dirintis para santri mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan di era serba modern.

Sementara itu, Kharisma Danang Yuangga, S.Pd., M.Pd., memaparkan materi seputar pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), yang harus berjalan seimbang dengan penguatan ilmu agama sebagai fondasi iman dan taqwa (IMTAQ). Menurutnya, kombinasi antara IMTAQ yang kokoh dan keahlian IPTEK yang mumpuni akan melahirkan generasi santripreneur yang cerdas, berintegritas, serta berakhlak mulia.

Melalui sinergi antara dosen dan mahasiswa UNPAM ini, diharapkan para santri Ponpes Modern Darun-Na’im Yapia dapat menjadi pelopor santripreneur digital yang siap memajukan perekonomian umat dan menyambut Indonesia Emas 2045

 

Berita Terkait