Kupang 10 Oktober 2026. warta.in
Iman Kupang kembali menoleh pada dunia pendidikan yang kini menjadi perhatian publik. Kasus pembinaan yang melibatkan seorang Oknum Guru Sekolah Dasar (SD) dan orangtua siswa di SD GMIT Oesusu Desa Kualeu. Kecamatan Amanatun Selatan, pada Kamis 08 Oktober 2026, Ikatan Mahasiswa Amanatun IMAN Kupang sebagai organisasi kemahasiswaan Kini memberikan pandangan mengenai kondisi tersebut.
Melalui Media Whaccap, Ketua umum Ikatan mahasiswa Amanatun IMAN Kupang “Deki Selan” dalam keterangannya menyampaikan bahwa, sekolah dasar (SD) seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan interaktif bagi guru dan siswa dalam melakukan proses kegiatan pembelajaran.
“Saya pikir Sekolah semestinya menjadi tempat yang nyaman bagi guru dan siswa dalam menjalankan proses pembelajaran”
Dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, sekolah seharusnya memiliki mitra khusus, baik orangtua, pemerintah, serta seluruh elemen terkait yang bekerja sama untuk mewujudkan impian pendidikan. Hal ini dapat dilihat pada pendapat “Ki Hajar Dewantara” yang menyatakan bahwa pendidikan anak terjadi dalam 3 ruang lingkung utama, yakni Sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Menurut Deki, ketiga elemen ini merupakan fondasi yang kuat dan kokoh dalam mengarahkan pendidikan yang bermutu bagi siswa, sehingga ketika muncul Persoalan-persoalan yang menyimpang maka perlu di evaluasi bukan di hakimi.
Menurut Deki persoalan ini tidak boleh selesai dengan menghukum pelaku. tetapi memperbaiki retaknya hubungan dan komunikasi antara pihak sekolah, keluarga dan masyarakat yakni dengan melakukan pendekatan ekologis, sistematis, dan restorative justice dengan manajemen Tri pusat pendidikan.
Menurut Deki ketika hal ini di jalankan dan penyelesaian persoalan dengan baik maka ada hal positif yang akan di ambil oleh siswa orangtua serta berbagai pihak Antara lain, Siswa tidak jadi pribadi yang membenci guru tetapi jadi pribadi yang pemaaf demi masa depannya sendiri, Orangtua tidak lagi memandang sekolah sebagai ruang konflik, tetapi sebagai ruang pembinaan bagi anak bangsa. Setiap masalah di selesaikan dengan cara berdiskusi dan mencari jalan keluar demi terciptanya kondisi yang kondusif, Penyelesaian masalah dengan diskusi yang membawa keharmonisan dalam sekolah, keluarga, dan masyarakat





























