Warta.in, GUNGSITOLI – Warga Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli kembali menjerit. Kelangkaan gas Elpiji 3 Kg bersubsidi terjadi dalam beberapa hari terakhir dan membuat harga di pasaran tembus jauh dari harga normal.
Biasanya Elpiji 3 Kg dijual Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per tabung. Namun saat ini warga harus membeli dengan harga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu di tingkat pengecer.
“3 hari ini susah cari gas. Kalau ada di warung harganya Rp28 ribu, bahkan ada yang jual Rp30 ribu. Biasanya cuma Rp16 ribu,” kata seorang warga Gunungsitoli Barat, Selasa (12/8/2026).
Kelangkaan ini memicu tanda tanya besar: *Ada apa di balik langkanya Elpiji 3 Kg di Kota Gunungsitoli?* Warga menduga ada penimbunan oleh oknum dan distribusi yang tidak merata.
*Desak Pemerintah Bertindak Tegas*
Kelangkaan dan lonjakan harga ini diduga melanggar aturan distribusi barang bersubsidi. Berdasarkan *Peraturan Presiden No. 104 Tahun 2007* dan *Peraturan BPH Migas No. 6 Tahun 2024*, Elpiji 3 Kg merupakan barang bersubsidi yang peruntukannya khusus untuk rumah tangga miskin, usaha mikro, nelayan, dan petani sasaran.
Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa penjualan Elpiji 3 Kg harus sesuai HET dan melalui pangkalan resmi. Setiap pihak yang menimbun, memperjualbelikan di luar ketentuan, atau menjual di atas HET dapat dikenai sanksi pidana sesuai *Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi* jo *Pasal 62 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen*.
“Pemkot Gunungsitoli, Pertamina, dan aparat penegak hukum harus turun tangan. Jangan biarkan subsidi negara ini dipermainkan oknum. Segera lakukan sidak ke pangkalan dan tindak tegas pengecer nakal,” tegas warga.
Warga juga mendesak Pemkot Gunungsitoli membentuk tim pengawasan distribusi agar kelangkaan tidak terus berulang dan subsidi tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak distributor maupun Pertamina terkait penyebab kelangkaan dan langkah penertiban harga di Gunungsitoli Barat.
*Reporter:tim Warta.in*
*Editor: Red*
KelangkaanElpiji HETElpiji Gunungsitoli Pertamina WartaIn*






























