Kepulauan Nias, Warta.in — 21 Juni 2026 Jam 20.01 WITA. Kesabaran warga Nias Barat luluh. Di grup WhatsApp “FORKOM ULP P…”, satu pesan muncul dan menusuk: “Halo saat ini petugas PLN di grup ini masih hidup atau lagi berduka. Soalnya keluhan pelanggan tidak direspon?”_ Disusul stiker “SENYUM JAHAT”.
Screenshot jam 20.01 yang diterima redaksi 21 Juni *diduga jadi puncak gunung es kekecewaan pelanggan PLN Nias Barat. 47 orang online di grup. Tapi dari jam 19.47 sampai 20.01, admin PLN *diduga* bungkam seribu bahasa.

19.47-19.49 WIB: Sarkasme mulai muncul
“Perlu kah pergerakan??… Lampu Padam se Indonesia… KEPULAUAN NIAS sepertinya mereka sedang bergerak… SELAMAT UNTUK PEMADAMAN SEKEPULAUAN NIAS”_
Warga sudah muak. Nada ketawa pahit emoji. Ini bukan lelucon. Ini protes.
19.51-19.54 WIB: Kondisi darurat kemanusiaan
“Kita aminkan pergerakan mereka, lampu cepat pulih. Hingga besok pulihnya… Tolong lampunya Amada di Desa Sisobandrao kec. Mandrehe Barat ada kemalangan orang meninggal dusun 2 mohon dibantu”
Ada jenazah di rumah. Dusun 2 butuh listrik untuk penerangan. Tapi PLN *diduga* tidak merespon tag @Admn PIN Yantek Nias Barat.
19.55-19.57 WIB: Jeritan memuncak
_”Petugas PLN ULP Nias Barat… Minta tlg utk pemulihan… sgt butuh tksh. TYM… Saat ini wilayah Mandrehe barat dan sekitarnya padam total. dimohon untuk dipulihkan kembali… Ngerih ini bang ku @Admn PIN Yantek Nias Barat… No melompat”_
Doa, emoji berdoa, tag admin. Balasan resmi? Tidak ada. “No melompat” = info PLN lompat-lompat, gak jelas kapan nyala.
20.01 WIB: Titik didih kekecewaan
_”Halo saat ini petugas PLN di grup ini masih hidup atau lagi berduka. Soalnya keluhan pelanggan tidak direspon?” Stiker “SENYUM JAHAT”.
14 menit keluhan bertubi-tubi. Warga berduka, warga tag admin, warga doa. Jawaban PLN diduga nihil. Wajar kalau warga sampai bertanya soal “hidup atau berduka”. Itu bukan hinaan. Itu cermin.
*Statement pelanggan 21 Juni: “Kebohongan terus menerus dilakukan. Ditelpon tidak aktif, WA centang satu. Ada apa sebenarnya pihak PLN Kepulauan Nias? Ini menyusahkan masyarakat.”
Jam 20.04, 7 pesan belum dibaca di grup. Nias Barat masih gelap gulita.
Hingga berita ini tayang 21 Juni 2026, Warta.in. masih upayakan konfirmasi dan hak jawab ke PLN UP3 Nias sesuai UU Pers No.40/1999. Screenshot ini kami publikasikan sebagai kontrol sosial sesuai UU Ketenagalistrikan 30/2009 Pasal 29: pelanggan berhak info gangguan.
Padam karena gangguan teknis bisa dimaklumi. Tapi kalau jam 20.01 warga sampai bertanya “petugas masih hidup?” sementara ada jenazah di rumah, maka diduga yang padam bukan cuma listrik. Kepercayaan publik ke PLN Nias juga padam.