32.4 C
Jakarta
Senin, Juni 1, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

MENYOROTI KONTRIBUSI PERANTAU DI SAMOSIR : SINAR NIKOLAS NAIBAHO, DARWIN SITANGGANG, MARTUA SITANGGANG

Samosir, warta.in – Peran anak sulung dari tarombo adat Batak adalah sebagai anak panggoaran (nama panggilan orang tua), pewaris marga, penerus garis keturunan dan bertanggung jawab menjadi anak sitiruon (teladan) dan anak siboan dalan (contoh bagi adik adiknya) dalam menjaga nilai adat, kehormatan keluarga serta memimpin dalam upacara adat)

Ir Sinar Nikolas Naibaho, MBA berasal dari Hutaparik Kel Siogung ogung Kec Pangururan Kab Samosir menjunjung tinggi amanah orangtuanya sebagai anak sulung dan mampu menunjukkan diri sebagai menjadi teladan. Walau tinggal diperantauan, perhatiannya ke kampung asalnya Kab Samosir, menjadi prioritas nya. Kecintaanya kepada budaya Batak diwujudkan melalui kegiatannya sebagai Ketua Umum Sirajabatak Fondation, Ketua Pembina Yayasan Sitolu Hae Horbo, juga sebagai salah satu pendiri organisasi LABB (Lokus Adat Budaya Batak). Nikolas telah banyak berkontribusi bagi masyarakat Samosir, antara lain, melalui Sirajabatak Fondation, memberikan tagading ke sekolah sekolah di Samosir, bola kaki untuk kaum muda di Kenegerian Buhit. Bergembira bersama keluarga nya di Hutaparik ketika syukuran rumah yang selesai dibangunnya. Nikolas membawa uang ke Samosir. Uangnya beredar di Samosir dalam berbagai bentuk. Inilah yang diperlukan bagi kemajuan Samosir, perputaran uang dari perantau di Samosir untuk meningkatkan kesejahteraan masyrakat Samosir

Darwin Sitanggang, mengaku sebagai keturunan langsung garis pertama dari Opung Tongam Sitanggang Sipukka Lumban Silo Desa Parsaoran 1 Kec Pangururan Kab Samosir. Mulai dikenal di Samosir karena bersengketa Lumban Silo dengan drs Martua Sitanggang, MM mantan Wakil Bupati Samosir. Darwin Sitanggang adalah anak pertama dari Hotma Sitanggang, Hotma Sitanggang adalah anak pertama dari Garis Sitanggang, Garis Sitanggang adalah anak pertama dari Sindak Sitanggang, Sindak Sitanggang adalah anak pertama dari Tongam Sitanggang. Setelah menikah Garis Sitanggang merantau ke Kabanjahe. Begitu juga Hotma Sitanggang, tinggal di Kabanjahe. Setelah meninggal, dimakamkan di Tambak keluarga di Hariara Tolu. Kini Darwin Sitanggang pun menetap di Kabanjahe. Tidak ada kontribusi nyata bagi Samosir. Yang ada justru Darwin Sitanggang menjual tanah warisan leluhurnya di Desa Sait Ni Huta yang kemudian uang penjualan tanah warisan digunakan untuk membangun rumah di Kabanjahe dan biaya pesta pernikahan adik adiknya. Keberuntungan ada di Darwin Sitanggang. Melekat pada dirinya hak waris sehingga bisa menikmati hasil penjualan tanah warisan. Bahkan kini akan ikut menikmati uang ganti rugi pembangunan Kanal Tano Ponggol yang mengambil hampir 2000 meter dari areal Lumban Silo sebesar 1,4 milyard yang masih tertahan di Pengadilan Negeri Balige. Selain itu akan dapat tanah pengganti seluar 800 meter di Lumban Silo yang baru. Darwin Sitanggang harus melakukan gugatan terhadap Martua Sitanggang jika ingin mendapatkan hak warisnya atas Lumban Silo.

Inilah perantau yang tak pernah berbagi ke masyarakat Samosir, uang penjualan tanah warisan di bawa ke Kabanjahe, kini akan memperebutkan uang ganti rugi Lumban Silo.

Pada Penetapan Nomor: 11/Pdt.P-Kons/2022/PN.Blg tentang uang ganti rugi Lumban Silo, hanya tercantum nama Sudung Sitanggang, Jonny Sitanggang, Dame Sitanggang, tak ada nama Darwin Sitanggang sebagai generasi penerus dari anak pertama Opung Tongam Sitanggang Sipukka Lumban Silo. Bermodalkan memiliki bukti fisik rumah Batak Peninggalan Opung Tongam, Darwin Sitanggang mengaku sebagai ahli waris Lumban Silo

Drs Martuaĵ Sitanggang, MM, bukan merupakan anak pertama dari ayahnya melainkan anak ketiga. Anak pertama bernama Berlin Sitanggang, Anak kedua bernama Sitor Sitanggang, Anak keempat bernama Carles Sitanggang, Anak kelima bernama Udut Manotar Sitanggang (lahir dari istri kedua yaitu R boru Pakpahan). Pada Penetapan Nomor: 11/Pdt.P-Kons/2022/PN.Blg tentang uang ganti rugi Lumban Silo, hanya tercantum nama Martua Sitanggang, Jesse Sitanggang, Udut Manotar Sitanggang. Anak Pertama yaitu Berlin Sitanggang ataupun keturunannya yaitu Sihol Sitanggang tidak tercantum.

Tidak diketahui hubungan silsilah keluarga antara Darwin Sitanggang dan Martua Sitanggang sehingga bisa bersama sama sebagai ahli waris Lumban Silo.

Martua Sitanggang sudah menerima uang ganti rugi atas rumahnya yang dihancurkan di Lumban Silo. Pada saat pembangunan ɓKanal Tano Ponggol, Martua Sitanggang menjabat sebagai Wakil Bupati Samosir, sehingga dengan leluasa mengakui bahwa dirinya adalah ahli waris Lumban Silo. Kini Martua Sitanggang telah kembali ke perantauan setelah tidak lagi menjabat

  • Rebutan Hak Waris para perantau ini membuat warga yang tinggal di Samosir menjadi tak habis pikir. Datang sekali sekali ke Samosir, menyatakan sebagai ahli waris, menyatakan berhak atas uang dan benda tak bergerak dari warisan, yang kemudian akan dibawa ke tanah perantauan. Minim atensi ke kesejahteraan masyarakat Samosir. Miris. Semogalah dari para perantau akan muncul Sinar Nikolas Sinar Nikolas yang datang ke Samosir membawa uangnya untuk keluarganya di Samosir dan untuk kesejahteraan masyarakat Samosir. (red)dpp

Berita Terkait