Wartain Banten | Pemerintahan | 17 Maret 2026 — Gubernur Banten Andra Soni menggelar dialog pembangunan bersama organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (16/3/2026). Dalam forum tersebut, Andra Soni memaparkan delapan program unggulan sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan kalangan mahasiswa.

Menurut Andra Soni, dialog ini menjadi sarana untuk bertukar pandangan terkait capaian satu tahun kepemimpinannya, sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan keresahan mahasiswa.
“Ini adalah dialog berbagai hal dengan teman-teman Kelompok Cipayung, salah satunya terkait dengan satu tahun kepemimpinan,” ucap Andra Soni
Ia menambahkan, sejumlah isu yang disampaikan mahasiswa akan dikaji bersama untuk kemudian ditindaklanjuti secara kolaboratif antara pemerintah daerah dan elemen pemuda.
“Kedua adalah keresahan teman-teman mahasiswa dalam beberapa hal. Tadi sudah disampaikan komitmen bersama untuk mengkaji bersama-sama, kemudian menindaklanjutinya bersama-sama,” ucapnya menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga mengajak seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk lebih terbuka dalam berdialog dengan kelompok pemuda dan mahasiswa. Hal tersebut dinilai penting guna memberikan ruang partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Ia mencontohkan sejumlah kontribusi nyata dari kalangan mahasiswa, seperti kepedulian terhadap angka putus sekolah hingga persoalan ijazah yang masih tertahan di sejumlah sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Andra Soni menjelaskan bahwa program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemprov Banten diharapkan dapat menjadi solusi, termasuk menghapus praktik penahanan ijazah oleh pihak sekolah.
“Kami memahami bahwa mereka juga punya sistem keuangan yang harus dipertanggungjawabkan. Sehingga kita ajak dialog, semoga mereka bisa memberikan solusi,” ungkapnya.

Program Sekolah Gratis akan diperluas hingga mencakup madrasah, disertai penguatan pembangunan melalui program Bang Andra dan percepatan operasional dua RSUD.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi mengurangi kesenjangan wilayah di Banten. Di sisi lain, Andra Soni menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam demokrasi sebagai agen perubahan dan pengawas pemerintahan.(WartainBanten)































