32.2 C
Jakarta
Rabu, April 1, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

BATAK PARIPURNA DALAM PERSAINGAN GLOBAL

BATAK PARIPURNA

Konsep Batak Paripurna merupakan suatu visi ideal tentang sosok manusia Batak yang mampu menyelaraskan nilai-nilai luhur tradisi dengan tuntutan kemajuan zaman. Ia bukan sekadar identitas kesukuan, melainkan menjari suatu integritas karakter yang kokoh.

Berikut adalah pemikiran batak paripurna berdasarkan lima aspek yang sudah diuraikan sebelumnya, yaitu:

  1. Beradat (harmoni tradisi dan etika), batak paripurna memandang adat bukan sebagai beban seremonial, melainkan sebagai sistem nilai dan etika. Melalui filosofi Dalihan Na Tolu (manat mardongan tubu, elek marboru, dan somba marhula-hula), individu Batak menjalankan tata krama sosial penuh dengan rasa hormat, kerendahan hati, dan gotong royong. Beradat berarti memiliki “adat ni parange” (karakter yang beradab) di mana pun ia berada.
  1. Bertuhan (spiritualitas yang mendalam), aspek ini menegaskan bahwa orang Batak adalah insan yang religius. Nilai Habatahontidak bertentangan dengan iman, justru memperkuatnya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi kompas moral dalam bertindak. Batak paripurna menjalankan perintah agama dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi toleransi, dan menyadari bahwa keberhasilan hidup adalah berkat dari Sang Pencipta (pasu-pasu ni debata).
  2. Bernegara (nasionalisme dan kontribusi), identitas Batak dan identitas Indonesia adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Batak paripurna adalah warga negara yang setia pada Pancasila dan NKRI. Semangat “tahu diri” dan “tahu hak dan kewajiban” mendorongnya untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa, menjaga persatuan, kesatuan dan menghormati keberagaman (Bhineka Tunggal Ika) di tengah masyarakat majemuk.
  3. Bangga menjadi orang batak (identitas yang percaya diri), kebanggaan ini bukan bermakna chauvinisme (merasa suku sendiri paling hebat), melainkan rasa percaya diriatas jati diri, sejarah, dan budaya. Ia bangga menggunakan marganya sebagai identitas pertanggungjawaban moral. Kebanggaan ini terpancar dari kegigihan, keterbukaan dalam berpikir, dan keberanian menyuarakan kebenaran yang menjadi ciri khas karakter batak.
  1. Membangun manusia unggul (visi masa depan), aspek ini berfokus pada kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan nilai hagabeon, dan Hasangapon, dan hamoraon (3H). Batak paripurna mengejar keunggulan melalui:

(1) pendidikan:, kerja keras demi menyekolahkan keturunan setinggi mungkin.

(2) etos kerja:, kegigihan dalam mencapai kemandirian ekonomi.

(3) kepemimpinan, menjadi teladan yang berintegritas di lingkungan profesional maupun sosial.

Dengan demikian, batak paripurna adalah sosok yang kakinya berpijak kuat pada adathatinya terpaut pada Tuhanjiwanya membela negara, dan pikirannya terus bergerak maju untuk menjadi manusia unggul yang bermanfaat bagi sesama, bangsa dan negara.

Atas dasar fondasi yang terbangun dengan kokoh (intelektual dan moralitas), memberi peluang menjadi pesaing utama di tengah-tengah kompetisi di berbagai aspek kehidupan, baik secara nasional maupun global.  (KADIMAN pAKPAHAN Penulis Buku: “BATAK PARIPURNA: perspektit beradat  bertuhan dan bernegara”)

Berita Terkait