32.6 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Lubang Pengerukan Jalan Belum Tuntas Ditutupi, Jawaban Pihak Kontraktor Kontroversi Dengan PPK 21

TORAJA UTARA – Penutupan kembali lubang hasil pengerukan jalan Poros Rantepao-Makale di Bua Lembang Tallulolo Kecamatan Kesu’ kabupaten Toraja Utara hingga saat ini belum tuntas dilakukan oleh pihak ketiga dari perusahaan PT AJP, Senin (27/4/2026).

Hasil pengerukan jalan tersebut berdasarkan pantauan langsung pagi ini di sepanjang jalan poros Rantepao-Makale di Bua Lembang Tallulolo, sedikitnya masih ada sekira 5 titik yang belum ditutupi.

Bahkan ada 1 titik pengerukan yang berada pas di tikungan jalan tidak dipasangi rambu-rambu atau tanda peringatan yang bisa membahayakan pengendara pengguna jalan.

Kejadian ini saat dikonfirmasi ke pihak PT AJP, selaku GS Perusahaan Joel mengatakan bahwa masih ada yang belum ditutupi karena material atau aspal yang digunakan tidak cukup.

“Iya pak, kemarin malam kami sampai jam setengah satu malam lakukan penutupan lubang dan masih ada beberapa yang belum ditutupi karena aspal tidak cukup kemarin,” kata Joel selaku GS PT AJP pada Minggu (26/4/2026) malam.

Sementara saat dikonfirmasi via WhatsApp ke PPK 21 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Nobertin malah menyebutkan alasan kendalanya jika itu ada kerusakan di AMP pihak perusahaan.

“Malam pak. Mereka akan tutup ji Pak, AMP mereka di Rantetayo ada kerusakan jadi tidak maksimal penutupannya, mohon kesabarannya,” singkat Nobertin.

Sebelumnya juga diketahui informasi melalui PPK 21 jika pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan telah melayangkan teguran kepada PT AJP untuk segera melakukan penutupan lubang jalan hasil pengerukan dengan tenggang waktu seminggu terhitung sejak tanggal 20 April 2026.

Berita Terkait