Wartain Banten | Pemerintahan | 22 Juli 2026 — Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik ketertarikan investor dari Vietnam yang berencana menjadikan Provinsi Banten sebagai salah satu pusat pengembangan investasinya di Indonesia. Menurutnya, Banten memiliki berbagai keunggulan strategis, mulai dari letaknya yang berbatasan langsung dengan Jakarta hingga dukungan infrastruktur yang lengkap.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan Komite Bilateral Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja, Edwin Setiawan Tjie, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (20/7/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti serta Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Kurnia Satriawan.
Andra mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten menyambut positif semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Vietnam, terutama dalam bidang investasi. Pemprov Banten, lanjutnya, berkomitmen memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan modal di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan para pelaku usaha Vietnam yang mulai menunjukkan minat terhadap potensi investasi di Provinsi Banten.
“Ini baru tahap awal, kita membangun komunikasi. Karena banyak pengusaha di Vietnam yang meminta informasi terkait potensi investasi di Provinsi Banten. Nanti setelah ini kita akan mengadakan dialog melalui Forum Investment Banten yang menjadi rangkaian dari perayaan HUT Banten di bulan Oktober nanti,” jelasnya.
Andra mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi, terdapat tiga sektor yang menjadi perhatian investor Vietnam, yakni manufaktur, real estat, dan peternakan sapi perah. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Banten yang saat ini terus mengalami pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Ia menilai, sektor peternakan sapi perah memiliki prospek yang sangat baik, terutama untuk mendukung kebutuhan susu nasional seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Apalagi kalau kita melihat suplai kebutuhan susu dengan adanya program MBG. Kalau investor Vietnam bisa berinvestasi di Banten, kita bisa memproduksi sendiri dengan standar teknologi mereka,” katanya.
Sementara itu, Komite Bilateral KADIN Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja, Edwin Setiawan Tjie, mengatakan ketertarikan investor Vietnam terhadap Provinsi Banten didorong oleh posisi geografis yang strategis serta potensi investasi yang masih sangat terbuka.
Selain lokasi, lanjut Edwin, Indonesia juga menawarkan pasar yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi tujuan investasi yang menjanjikan bagi para pelaku usaha asing.
“Itu yang membuat mereka tertarik dan meminta informasi secara detail terkait potensi investasi di Provinsi Banten,” katanya.
Basis pasar Indonesia sangat luas dan merupakan jumlah pasar terbesar di Asia Tenggara. “Hal itu menjadi salah satu faktor utama yang membuat investor Vietnam semakin tertarik untuk berinvestasi, termasuk di Provinsi Banten,” pungkasnya.(WartainBanten)






























