Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Lautan Merah Putih di PALI, Intip Kemeriahan Pesta Rakyat dan Parade Budaya Kreatif Desa Benakat Minyak!

Warta.in//PALI, – Riuh rendah pekik “Merdeka!” dan gemuruh tepuk tangan memecah keheningan Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Atmosfer khidmat sekaligus penuh sukacita dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih begitu kental terasa. Pada Kamis (20/08/2026), desa yang dikenal dengan potensi alaminya ini mendadak berubah menjadi panggung raksasa parade budaya dan kreativitas tanpa batas lewat gelaran Karnaval Kemerdekaan pesta rakyat.

Agenda tahunan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Benakat Minyak ini terbukti sukses besar. Di bawah komando Kepala Desa Edi Suprapto, acara ini tidak hanya menjadi sekadar tontonan musiman, melainkan bertransformasi menjadi magnet hiburan berkualitas yang menyedot perhatian ribuan pasang mata, baik warga lokal maupun masyarakat dari luar kecamatan.

Sinergi Lintas Sektoral dan Kehadiran Para Tokoh Daerah Kemegahan karnaval tahun ini terasa kian istimewa berkat dukungan penuh dan kehadiran jajaran pejabat penting daerah. Kehadiran para tokoh lintas sektoral di panggung kehormatan menjadi bukti nyata bahwa pergerakan budaya di tingkat desa mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah kabupaten.

Tampak hadir di lokasi acara:Dra. Hj. Yeni Novriani, M.Si. (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PALI)Tris Marsadi (Perwakilan Camat Talang Ubi)Sertu Deri Wijaya (Babinsa Benakat Minyak)Bibit Setyawan, S.H. (Ketua BPD Desa Benakat Minyak)Tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran perangkat desa setempat.

Kehadiran para tokoh ini sekaligus memberikan motivasi besar bagi masyarakat untuk terus mempertahankan tradisi lokal yang bernapaskan nasionalisme.Lautan Manusia dan Ledakan Kreativitas Kostum Sejak pukul enam pagi, rute utama yang menjadi jalur lintasan karnaval telah disesaki oleh lautan manusia. Ruas jalan dipadati oleh penonton yang antusias membawa keluarga mereka demi menyaksikan iring-iringan peserta dari dekat.

Karnaval ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai lintas generasi, mulai dari anak-anak anak usia dini yang menggemaskan, kelompok remaja yang energik, hingga barisan lansia yang tidak mau kalah menunjukkan semangat juangnya.

Daya tarik utama yang mencuri perhatian tim juri dan penonton adalah keberagaman kostum yang ditampilkan. Menariknya, seluruh atribut ini dirancang secara swadaya oleh masyarakat dengan memanfaatkan modal kreativitas. Beberapa sorotan utama dalam parade tersebut meliputi:Pakaian Adat Nusantara: Representasi kebinekaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang megah. Kostum Pejuang Kemerdekaan: Reka ulang gaya busana para pahlawan bangsa lengkap dengan teatrikal bambu runcing.

Replika Alutsista TNI dari Sampah Kering: Karya paling monumental berupa miniatur tank dan kendaraan tempur yang dibuat memanfaatkan limbah plastik, kardus, dan bahan daur ulang lainnya.Wadah Pemersatu dan Penjaga Kerukunan Pasca-Dinamika Sosial Lebih dari sekadar perayaan seremonial, momentum karnaval ini memiliki urgensi mendalam sebagai wadah rekonsiliasi alamiah dan penguat interaksi sosial antar warga. Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari dan sisa-sisa jarak sosial pasca-pandemi, pesta rakyat ini berhasil mencairkan suasana dan menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu rombongan besar yang harmonis.

Kepala Desa Benakat Minyak, Edi Suprapto, saat menyampaikan sambutannya di atas panggung kehormatan tampak emosional sekaligus bangga. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kekompakan yang ditunjukkan oleh warganya.

“Kegiatan karnaval ini sengaja kami selenggarakan selain untuk memeriahkan HUT RI ke-81, juga bertujuan untuk memberikan hiburan yang edukatif dan mempererat kebersamaan seluruh warga Desa Benakat Minyak. Kami sangat mengapresiasi kreativitas masyarakat dan tingginya semangat gotong royong yang ditunjukkan hari ini. Semoga melalui momentum kemerdekaan ini, rasa nasionalisme kita semakin kuat dan kerukunan antar warga terus terjaga,” ungkap Edi Suprapto dengan penuh semangat.

Berjalan Aman dan Kondusif Kemeriahan yang melibatkan massa dalam jumlah besar ini tetap terkendali dengan sangat baik. Acara yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Kesuksesan manajemen lapangan ini tidak lepas dari pengawalan ketat jajaran Babinsa, kekuatan personel Linmas desa, serta kesigapan para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna setempat.

Parade budaya di Desa Benakat Minyak tahun 2026 ini menorehkan catatan penting bahwa di tingkat tapak desa, api nasionalisme, cinta tanah air, dan kedaulatan budaya tidak pernah padam, melainkan terus tumbuh subur dan dirayakan dengan cara-cara yang kreatif dan bersahaja.

 

(Randi)

Berita Terkait