
- PASAR RAKYAT UMKM HJKS KE-156: ANTHUSIASME PEMKAB DAN CATATAN KRITIS PEDAGANG DI LAPANGAN
PALABUHANRATU — Gelaran Pasar Rakyat UMKM dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 resmi dibuka oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu, Sabtu (29/8/2026) malam. Acara yang dijadwalkan berlangsung hingga 13 September 2026 ini memadukan potensi ekonomi lokal dengan pesta hiburan rakyat.
Meski disambut antusias oleh ribuan pengunjung, pemberitaan terkait gelaran ini perlu ditinjau dari dua sudut pandang : antara optimisme Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan realita tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro di lapangan.
SISI A: PERSEPEKTIF PEMKAB SUKABUMI
Momentum Strategis Genjot Ekonomi dan Branding Produk Lokal
Dari kacamata Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pasar Rakyat UMKM dinilai sebagai etalase strategis untuk menggalakkan perputaran ekonomi daerah serta memperkuat daya saing produk lokal.
Dalam sambutannya, Bupati H. Asep Japar menekankan pentingnya sinergi antara konsumen dan produsen lokal. Mengusung tema *”Sukabumi Mubarokah, Memacu Agroindustri, Memajukan Pariwisata,”* event ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Poin Utama Perspektif Pemerintah:
Ruang Promosi Terbuka: Memberikan ruang interaksi langsung antara produsen lokal dengan ribuan calon konsumen selama 16 hari pelaksanaan.
Penguatan Sektor Unggulan: Mendorong komoditas agroindustri dan pariwisata daerah agar mampu naik kelas dan menembus pasar nasional.
Sinergi Forkopimda: Pembukaan dihadiri jajaran Forkopimda (Wakil Bupati H. Andreas, Dandim 0622, Kapolres Sukabumi, Kajari, dan Ketua PN), yang mengindikasikan dukungan penuh lintas instansi terhadap kebangkitan UMKM.
SISI B: PERSEPEKTIF PELAKU USAHA & KONDISI LAPANGAN
Aspek Retribusi, Trafik Pengunjung, dan Keberlanjutan Pasca-Event
Di balik optimisme dan kemeriahan seremoni pembukaan, sejumlah pedagang dan pengamat ekonomi daerah menyoroti beberapa tantangan krusial yang menentukan keberhasilan nyata dari gelaran pesta rakyat ini.
Poin Catatan dan Aspirasi Pelaku Usaha :
Biaya Sewa Lapak & Retribusi:** Pelaku UMKM kategori mikro berharap harga sewa stan dan biaya operasional selama 16 hari berbanding lurus dengan omzet penjualan harian, sehingga tidak memberatkan usaha perintis.
> * **Pemerataan Peserta Usaha Lokal:** Masuknya pelaku usaha dari luar daerah (seperti Bandung, Jakarta, dan Garut) diharapkan tidak mendominasi lokasi-lokasi strategis, sehingga produk asli UMKM Kabupaten Sukabumi tetap menjadi perhatian utama pengunjung.
Konsistensi Pengunjung hingga Hari Terakhir.
Pengalaman event serupa menunjukkan tren pengunjung melandai di hari kerja (weekday). Pelaku usaha mengharapkan Pemkab konsisten menggelar acara pendukung agar angka kunjungan tidak merosot setelah malam pembukaan.
Keberlanjutan Pasca-Event: Para pedagang menegaskan bahwa pameran berkala hanyalah solusi jangka pendek. Yang paling dibutuhkan UMKM adalah kemudahan akses permodalan, pengurusan izin (Halal/BPOM), serta bantuan digitalisasi pemasaran pasca-acara selesai.
Aspek Evaluasi Harapan & Visi Pemkab (Sisi A) Realita & Aspirasi UMKM (Sisi B)
Akses Pasar Membuka etalase produk unggulan bagi publik luas. | Diperlukan fasilitasi pendataan/katalog digital agar transaksi berlanjut online.
Beban Operasional Menarik keterlibatan ratusan stan dan pelaku usaha.
Perlunya keterbukaan penetapan tarif retribusi stan dan proteksi bagi pedagang kecil.
Infrastruktur EventMemusatkan keramaian di Lapangan Cangehgar. Pengaturan lalu lintas, kenyamanan kantong parkir, dan penanganan sampah harian harus diperketat.
Dampak Jangka Panjang Menumbuhkan kebanggaan pada produk lokal. | Membutuhkan pendampingan legalitas dan permodalan berlanjut setelah pesta rakyat berakhir.
KESIMPULAN REDAKSI
Pasar Rakyat UMKM HJKS ke-156 di Lapangan Cangehgar merupakan langkah positif Pemkab Sukabumi di bawah kepemimpinan Bupati H. Asep Japar untuk menggerakkan roda perekonomian rakyat.
Namun, tolok ukur keberhasilan pesta rakyat ini tidak berhenti pada megahnya pembukaan atau ramainya pengunjung di akhir pekan. Keberhasilan sejati terletak pada seberapa besar keuntungan bersih yang dibawa pulang oleh pedagang kecil serta kepastian adanya program pembinaan susulan agar UMKM Sukabumi benar-benar mandiri dan berday saing secara berkelanjutan.
Berita ini bersumber dari Facebook pemkab sukabumi (Alfi yonimar)
