Warta.in, Purwakarta – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Purwakarta.
Salah seorang pengurusnya, Riatina Nainggolan, yang selama ini akrab disapa Bunda Ati atau Tante Ati di kalangan insan pers Purwakarta, telah berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Jumat (4/9/2026).
Kepergian Bunda Ati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sejawat, serta seluruh keluarga besar DPC PWRI Kabupaten Purwakarta.
Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai sosok perempuan yang tangguh, tegas, pantang menyerah, dan tidak mengenal lelah.
Ia juga dikenal sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga serta orang-orang di sekitarnya.
Dalam menyampaikan pendapat maupun pemikirannya, almarhumah dikenal tegas dan berani. Keteguhan sikap tersebut menjadi salah satu karakter yang melekat dalam diri Bunda Ati selama berkiprah dan berinteraksi dengan keluarga besar PWRI maupun kalangan insan pers di Purwakarta.
Hampir dua minggu lamanya almarhumah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak rumah sakit, mulai dari tim dokter hingga jajaran perawat, untuk memberikan pelayanan dan penanganan terbaik.
Namun, takdir Tuhan Yang Maha Esa berkata lain. Pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 14.30 WIB, Riatina Nainggolan menghembuskan napas terakhirnya.
Ketua DPC PWRI Kabupaten Purwakarta, Didi Supriady, menyampaikan rasa kehilangan dan duka yang sangat mendalam atas kepergian salah satu pengurus terbaiknya tersebut.
“Atas nama keluarga besar DPC PWRI Kabupaten Purwakarta, kami benar-benar merasa kehilangan. Bunda Ati bukan hanya seorang pengurus, tetapi juga bagian dari keluarga besar kami. Sosoknya yang tangguh, tegas dan memiliki semangat yang kuat akan selalu kami kenang,” ungkap Didi.
Didi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, bantuan, doa dan dukungan selama almarhumah menjalani perawatan di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
“Terima kasih kepada seluruh rekan sejawat dan semua pihak, terutama Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta, jajaran tim dokter dan para perawat yang telah membantu serta memberikan pelayanan terbaik sejak almarhumah masuk, menjalani perawatan hingga akhirnya berpulang,” tuturnya.
Menurutnya, seluruh upaya yang dilakukan pihak RSUD Bayu Asih Purwakarta sudah sangat maksimal dalam memberikan pelayanan dan penanganan kepada almarhumah.
“Atas nama keluarga besar DPC PWRI Purwakarta, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala kebaikan dan bantuan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, membalas seluruh kebaikan tersebut dengan pahala yang berlipat ganda,” tambah Didi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan maupun menunjukkan rasa simpati kepada keluarga almarhumah.
“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mendoakan dan memberikan perhatian. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, tidak dapat kami sebutkan satu per satu,” kata Didi.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, jenazah almarhumah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Pasar Senen, Purwakarta. Rencananya, almarhumah akan dikebumikan pada Minggu, 6 September 2026.
Kepergian Bunda Ati menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar DPC PWRI Purwakarta. Namun, segala kebaikan, keteguhan, perjuangan dan kenangan yang telah ditorehkannya akan tetap menjadi bagian yang tidak terlupakan.
Selamat jalan, Bunda Ati…..
Terima kasih atas segala perjuangan, persahabatan dan kebaikan yang telah engkau berikan. Namamu akan tetap ada di hati kami.
Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan dan menerangi alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.






























