Warta.in, Purwakarta – Upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Salah satu penerima program tersebut adalah SD Negeri Bungurjaya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta. Sekolah ini mendapatkan bantuan pemerintah dengan nilai anggaran yang tercantum sebesar Rp1.641.027.615 (satu miliar enam ratus empat puluh satu juta dua puluh tujuh ribu enam ratus lima belas rupiah).
Adapun pekerjaan revitalisasi meliputi rehabilitasi lima ruang kelas, pembangunan atau penataan satu ruang perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, serta pembangunan satu Ruang Kelas Baru (RKB).
Pelaksanaan kegiatan mulai dipersiapkan pada Sabtu (7/11/2026), ditandai dengan pekerjaan awal di lokasi, termasuk pemindahan dan pengamanan aset-aset milik sekolah agar proses pembangunan dapat berjalan tertib dan lancar.
Kepala SDN Bungurjaya, Tatang Permana, S.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan, bersama jajaran sekolah dan komite telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung selama proses revitalisasi.
Untuk sementara, aktivitas pembelajaran akan dialihkan dengan memanfaatkan fasilitas Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Nurul Huda serta rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi madrasah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara pihak sekolah, lembaga pendidikan keagamaan, serta masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), H. Hendi, yang ditemui awak media di lokasi pada Sabtu (7/11/2026), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan pemerintah tersebut.
Menurutnya, program revitalisasi ini merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sehingga peserta didik nantinya dapat menikmati lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan representatif.
Dalam tahap persiapan, pihaknya juga memastikan aset sekolah dipindahkan dan diamankan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Dari sisi pelaksanaan, terlihat para pekerja mulai melakukan aktivitas persiapan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Selain itu, seluruh pekerja disebut telah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perhatian terhadap aspek keselamatan dan perlindungan tenaga kerja.
Menariknya, kegiatan revitalisasi ini juga melibatkan tenaga kerja lokal dari lingkungan sekitar sekolah. Dengan demikian, program tersebut tidak hanya diharapkan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dukungan terhadap pelaksanaan program ini pun datang dari berbagai unsur masyarakat, terutama jajaran Pemerintah Desa Bungurjaya beserta perangkatnya, warga setempat, hingga Karang Taruna Desa Bungurjaya.
Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menyukseskan pelaksanaan revitalisasi. Komunikasi yang terbangun antara kepala sekolah, jajaran komite, panitia P2SP, pemerintah desa, dan masyarakat menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan fasilitas pendidikan membutuhkan keterlibatan serta dukungan banyak pihak.
Dengan adanya program revitalisasi ini, masyarakat berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai perencanaan, mengedepankan kualitas bangunan, ketepatan waktu, serta standar keselamatan kerja.
Lebih dari aekedar pembangunan fisik, Revitalisasi SDN Bungurjaya diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan mutu pendidikan dan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa. (DS)






























