Beranda blog Halaman 62

Bukan Sekadar Garis Peta: Tokoh Tempirai Raya Tegaskan Hak Wilayah Lewat Rekam Jejak Sejarah Leluhur.

0

Warta.in//PALI, 6 September 2026 – Di tengah hangatnya pembahasan mengenai batas wilayah administratif, masyarakat Tempirai Raya mengambil langkah spiritual sekaligus kultural yang sarat akan makna sejarah. Menjelang pembahasan krusial terkait tapal batas antara Desa Tempirai Selatan dan Desa Mangkunegara, sejumlah tokoh masyarakat, sesepuh, pemuda, dan perangkat desa melakukan ziarah akbar ke makam para puyang (leluhur) yang tersebar di wilayah perbatasan, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Ziarah ini menjadi momentum besar bagi masyarakat Tempirai Raya untuk menegaskan kembali garis sejarah, asal-usul wilayah, serta dokumen-dokumen otentik yang mengikat hak atas tanah leluhur mereka. Beberapa makam keramat yang diziarahi merupakan tokoh kunci dalam peradaban awal Tempirai, di antaranya Puyang Sungai Poros, Puyang Putri Dara Puti, Siak Wali Karce (Puyang Karang Siulan), serta anak keturunan dari Puyang Siak Wali Wahiyar (Puyang Sungai Rande), Gentiman, dan Gentiran. Keberadaan fisik makam-makam ini secara historis terletak di wilayah Desa Tempirai Selatan yang kini berbatasan langsung dengan Desa Mangkunegara.

Jalannya ziarah dipimpin langsung oleh Zainal, salah satu tokoh masyarakat terkemuka Desa Tempirai Selatan. Ia didampingi oleh figur-figur penting di antaranya sesepuh desa Senandung, Panglima Koordinator Lapangan (Pangkorlap) Selamat Bacis, Wakil Pangkorlap Herman Hamka, Kepala Desa Tempirai Selatan Sapikal Usman, budayawan M. Faizal, serta puluhan tokoh adat Tempirai Raya lainnya.

Ikhtiar Spiritual dan Harapan Jalur Birokrasi yang Adil Dalam sambutannya di sela-sela ziarah, Zainal menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap jasa para leluhur yang telah membabat alas dan membangun pondasi peradaban di Tempirai. Lebih dari itu, ziarah ini menjadi wadah untuk memanjatkan doa bersama agar polemik tapal batas yang sedang bergulir dapat diselesaikan dengan damai melalui mekanisme pemerintahan.“Kita berkumpul di sini untuk mengetuk pintu langit. Kita memohon kepada Allah SWT agar persoalan tapal batas ini diberikan jalan keluar yang lancar, aman, dan diselesaikan secara adil melalui jalur pemerintahan yang berlaku, sesuai dengan harapan seluruh masyarakat,” ujar Zainal.

Senada dengan hal itu, Selamat Bacis meluruskan anggapan mengenai esensi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa ziarah ini murni merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, alih-alih sebuah ritual bernazar yang memberatkan.“Tujuan kita berziarah adalah meminta petunjuk, kemudahan, serta keselamatan dari Allah SWT dengan perantara mengenang nenek moyang kita. Ini bukan bernazar, melainkan kita ingin mendoakan leluhur dan berharap agar perjalanan perkara batas wilayah ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tegas Selamat Bacis.Ziarah yang Bersahaja dan Penguatan Dokumen Sejarah Dorongan agar kegiatan ini tetap berjalan di koridor syariat Islam juga disampaikan oleh Herman Hamka dan Subianto Pudin. Melalui pesan singkat WhatsApp, Subianto mengingatkan agar prosesi ziarah dilakukan secara sederhana tanpa membebani masyarakat dengan persyaratan adat yang rumit.

“Lakukan ziarah yang sesuai syariat Islam, tidak perlu ada hal-hal yang membuat berat. Insyaallah, puyang-puyang kita sangat memahami situasi yang sedang kita hadapi saat ini. Momentum ini harus kita gunakan untuk mengingat dan meneguhkan kembali sejarah serta dokumen yang ada. Kita mendoakan leluhur sekaligus memohon kekuatan untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak wilayah mereka,” pungkas Subianto.

Menolak Lupa Sejarah dan Peta Pemekaran Desa Persoalan tapal batas antara Desa Tempirai Selatan dan Desa Mangkunegara memang menjadi perhatian serius dalam beberapa waktu terakhir. Tokoh masyarakat lainnya, Dedi Handayani, menyoroti bahwa penentuan batas wilayah tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau hanya berdasarkan kepentingan sepihak.

Menurut Dedi, pemerintah harus melihat secara jeli aspek historis, administratif, dan yuridis yang ada. Salah satu bukti otentik yang tidak boleh diabaikan adalah peta desa yang telah disepakati bersama pada saat proses pengajuan pemekaran Desa Tempirai Barat.“Persoalan tapal batas bukan hanya tentang di mana sebuah garis koordinat ditarik di atas kertas. Ini adalah tentang sejarah apa yang menjadi dasar penarikan garis tersebut, dan siapa yang memiliki kewenangan serta hak historis di atasnya. Semua harus dilakukan lewat mekanisme pemerintahan yang jelas, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan dokumen,” jelas Dedi Handayani dengan lugas.

Di akhir pernyataannya, Dedi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Tempirai Raya untuk tetap menjaga kondusifitas, menahan diri dari provokasi, dan mengedepankan asas musyawarah.“Jangan sampai perbedaan pandangan mengenai batas wilayah ini menimbulkan perpecahan di tengah hubungan persaudaraan masyarakat. Kita percayakan ini pada jalur pemerintahan yang terbuka, dengan dasar dokumen dan sejarah yang valid,” tutupnya.

 

(Tim/red)

Aksi Damai Masyarakat Ring 1 di PT LCL Berakhir Kondusif, Tuntutan Transparansi Rekrutmen Jadi Sorotan

0

Warta In

“MUARA ENIM, — Puluhan masyarakat dari tujuh desa yang masuk wilayah Ring 1 Amdal PT Lematang Coal Lestari (PT LCL) menyampaikan aspirasi terkait proses penerimaan tenaga kerja. Aksi berlangsung secara damai di halaman Kantor PT LCL, Jalan Houling/PO 4, Gunung Raja, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Senin (7/9/2026).

Massa yang berjumlah sekitar 30 orang berasal dari Desa Gunung Raja, Gunung Kemala, Dangku, Kahuripan Baru, Lubuk Raman, Siku dan Air Limau. Kegiatan tersebut mendapat pengamanan personel Polres Muara Enim dan Polsek Rambang Niru.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rambang Niru IPTU Bambang, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihak kepolisian hadir untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib dan sesuai ketentuan.

“Kami mengedepankan pengamanan yang humanis serta memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman. Yang paling penting, seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi serta musyawarah,” ujar Kapolsek.

Sekitar pukul 10.30 WIB, enam perwakilan masyarakat Ring 1 mengikuti rapat dan diskusi bersama manajemen PT LCL di ruang kantor perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama mengenai keterbukaan dan profesionalitas dalam proses penerimaan tenaga kerja.

Masyarakat meminta agar mekanisme rekrutmen dikaji secara terbuka dan dalam penerimaan tenaga kerja berikutnya masyarakat Ring 1 Amdal dapat menjadi prioritas sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Masyarakat juga meminta agar dalam pembahasan selanjutnya dapat dihadirkan pihak yang memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan sehingga aspirasi yang disampaikan memperoleh kejelasan.

Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan manajemen PT LCL memberikan penjelasan mengenai mekanisme rekrutmen, mulai dari tahapan awal hingga proses akhir penerimaan tenaga kerja untuk posisi mekanik, operator pompa, welder dan electrical.

Manajemen PT LCL juga menyampaikan bahwa apabila terdapat dugaan kecurangan oleh oknum mana pun, termasuk apabila melibatkan oknum dari internal perusahaan, masyarakat dipersilakan menyampaikan bukti untuk dilakukan pemeriksaan dan tindakan sesuai ketentuan apabila terbukti.

Manajemen juga menyampaikan bahwa tenaga kerja dari wilayah Ring 1 yang memenuhi persyaratan dan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan akan tetap menjadi bagian dari pertimbangan rekrutmen, termasuk kemungkinan mengikuti pelatihan terlebih dahulu selama tiga bulan.

Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM. Situmorang menyampaikan bahwa pertemuan antara masyarakat dan pihak perusahaan merupakan langkah positif dalam mencari solusi atas persoalan yang berkembang.

“Polres Muara Enim mengapresiasi penyampaian aspirasi secara damai. Kami berharap komunikasi antara masyarakat dan perusahaan terus dibangun secara terbuka, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan tidak berkembang menjadi konflik,” ungkapnya.

Pihak manajemen PT LCL melalui Suryanto selaku Supervisor meminta waktu untuk menyampaikan hasil rapat dan memberikan jawaban atas tuntutan serta aspirasi masyarakat pada Kamis, 10 September 2026.

Aksi damai tersebut berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib dan kondusif.

Aspirasi boleh berbeda, tetapi kedamaian harus tetap dijaga. Dialog menjadi jalan untuk mencari keadilan, sementara keterbukaan menjadi kunci membangun kepercayaan antara masyarakat dan perusahaan.

(Zulkifli/hms)

Sambirobyong Spectafest 2026 Sukses Digelar, Karnaval Budaya dan Parade Sound Horeg Semarakkan HUT ke-81 RI 

0

TULUNGAGUNG, WARTA IN -05 september 2026,waktu 13.00 sampai selesai Semangat kebersamaan warga dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kuat di Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.

Pemerintah Desa Sambirobyong menghadirkan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) bertajuk “Sambirobyong Spectafest 2026” yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Mengusung konsep hiburan rakyat yang memadukan unsur budaya, kreativitas, serta kebersamaan warga, Sambirobyong Spectafest 2026 menghadirkan berbagai agenda menarik. Mulai dari cek sound horeg, karnaval budaya tingkat pendidikan, hingga parade sound horeg yang melibatkan puluhan peserta dari berbagai dusun dan lingkungan RT di Desa Sambirobyong.

Rangkaian kegiatan diawali dengan cek sound horeg pada Jumat (4/9/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung di sejumlah titik yang telah ditentukan di wilayah Desa Sambirobyong. Masyarakat tampak antusias menyaksikan penampilan masing-masing peserta yang mempersiapkan perangkat sound terbaiknya.

Kemeriahan berlanjut pada Sabtu (5/9/2026) pagi melalui kegiatan karnaval budaya. Sejak pukul 09.00 WIB, ribuan warga memadati sepanjang jalur yang dilalui peserta karnaval, mulai dari kawasan Pasar Desa Sambirobyong hingga garis akhir di Perempatan Alfamart Desa Sambirobyong.

Sebanyak sembilan lembaga pendidikan turut berpartisipasi dalam karnaval tersebut. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, RA, MI hingga sekolah dasar yang ada di wilayah Desa Sambirobyong. Dengan berbagai kostum kreatif, tampilan budaya, serta konsep unik masing-masing, para peserta berhasil memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan.

Tidak berhenti di situ, suasana semakin semarak dengan digelarnya parade sound horeg yang diikuti sebanyak 34 peserta dari berbagai dusun dan RT.

Setiap peserta menampilkan kreativitas terbaiknya melalui dekorasi, konsep pertunjukan, serta kekompakan tim sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.

Kepala Desa Sambirobyong, Gus Munip, menyampaikan bahwa kegiatan Sambirobyong Spectafest 2026 bukan hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antarwarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana kemerdekaan yang bisa dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat Desa Sambirobyong. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam kegiatan ini,” ujar Gus Munip.

Ia menjelaskan, pelaksanaan PHBN tahun ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga kekompakan antarwarga. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan positif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pewarta : pauji kabiro tulungagung

AGASKAR Siap Diadaptasi ke Layar, Jeremie Moeremans dan Vonzy Jadi Pemeran utama.

0

Warta in Jakarta, 1 September – Unlimited Production resmi mengumumkan jajaran pemeran utama. Dari series “AGASKAR”, Jeremie Moeremans, Vonzy, dan Fahad Haydra dipastikan bergabung dalam proyek ini untuk membawa kisah Agaskar, Arazey, dan Wave ke layar.

Jeremie Moeremans akan memerankan Agaskar, sosok ketua geng motor Wolviper yang dikenal keras, emosional, dan memiliki jiwa kepemimpinan kuat. Di balik sikapnya yang penuh ego dan sulit dikendalikan, Agaskar menyimpan rasa keadilan yang membuatnya harus menghadapi pilihan besar dalam perjalanan hidupnya.

Vonzy hadir sebagai Arazey, karakter perempuan cerdas, berani, dan memiliki pendirian kuat. Terjebak dalam perjodohan yang tidak ia inginkan, Arazey berusaha memperjuangkan keyakinannya sekaligus mencari kebenaran di balik kasus yang menyeret orang yang ia cintai.

Sementara Fahad Haydra dipercaya memerankan Wave, pemimpin geng motor Walerus yang
menjadi rival utama Agaskar.
Meski dikenal sebagai sosok yang berseberangan dengan Agaskar,
Wave memiliki sisi lain yang penuh kesetiaan dan pengorbanan.

“AGASKAR” menghadirkan kisah tentang perseteruan dua geng motor yang berubah menjadi
perjalanan mengungkap kebenaran, menghadapi masa lalu, serta menemukan arti cinta dan
pengorbanan.

Pertemuan Agaskar, Arazey, dan Wave menjadi pusat konflik yang membawa cerita
penuh emosi, rahasia, dan kejutan.
Cerita “AGASKAR” sebelumnya telah mencuri perhatian pembaca melalui platform digital
dengan jutaan pembaca dan menjadi salah satu kisah yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Kini, perjalanan Agaskar dan para karakter lainnya siap memasuki babak baru melalui adaptasi
layar. Dengan Dinna Jasanti sebagai sutradara, “AGASKAR” dipersiapkan untuk menghadirkan
pengalaman visual yang membawa atmosfer rivalitas, romansa, dan drama emosional yang menjadi kekuatan utama cerita.

Series ini diadaptasi oleh MAXSTREAM TV dan diproduksi oleh Unlimited Production
dengan Oswin Bonifanz sebagai produser, disutradarai Dinna Jasanti, serta ditulis oleh Cassandra Massardi. Deretan pemain yang membintangi Agaskar antara lain Jeremie Moeremans, Vonzy, Fahad Haydra, Shania Gracia, Marsha, Ratu Aulia, Adel Reva, Ryan Winter,dan beberapa pemain lainnya.

Jangan lewatkan Series Agaskar, tonton hanya di MAXSTREAM TV.

Patroli Rinjani Presisi, URC PUMA Jatanras Polda NTB Perkuat Pengamanan Titik Rawan Mataram

0

Patroli Rinjani Presisi, URC PUMA Jatanras Polda NTB Perkuat Pengamanan Titik Rawan Mataram

Warta.in
Mataram, NTB – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) terus diperkuat jajaran Polda NTB. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) PUMA Jatanras Direktorat Reskrimum Polda NTB mengintensifkan pengamanan melalui kegiatan Strong Point di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas di wilayah Kota Mataram, Sabtu malam (05/09/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kanit PUMA Jatanras Polda NTB, AKP Agus Eka Artha, SH. Personel ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi kejahatan, khususnya kejahatan jalanan yang dapat mengganggu rasa aman masyarakat.

Strong Point ini merupakan bagian dari Patroli Rinjani Presisi, salah satu program prioritas Kapolda NTB dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah pencegahan yang secara konsisten dilakukan kepolisian untuk meminimalisir berbagai bentuk gangguan keamanan.

“Strong Point ini dilakukan di sejumlah kawasan rawan, khususnya kejahatan jalanan, sehingga masyarakat yang melintas di kawasan tersebut merasa aman,” ujar Kholid.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pengamanan di antaranya sepanjang jalur Jalan Terusan Bung Hatta, Monjok, Jalan TGH Faesal, kawasan Jalan Pejanggik Mataram, hingga sejumlah kawasan perumahan.

Kehadiran personel di titik-titik tersebut diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang memanfaatkan kondisi sepi untuk menjalankan aksinya.

Menurut Kholid, kegiatan Strong Point juga menjadi bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilaksanakan jajaran kepolisian sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

“Strong Point ini juga merupakan bagian dari KRYD, yakni kegiatan kepolisian dalam mencegah dan menjaga Kamtibmas. Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah berbagai kejahatan jalanan, terutama 3C,” jelasnya.

Dengan pola pengamanan yang dilakukan secara intensif di lokasi-lokasi rawan, Polda NTB berharap aktivitas masyarakat pada malam hari dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Kehadiran personel juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun rasa aman sekaligus menjaga situasi Kota Mataram t ihetap kondusif.(sr/hpntb)

Putri Victoria Melihat NTB Bangkit, dari Pemulihan hingga Ekonomi Biru

0

Putri Victoria Melihat NTB Bangkit, dari Pemulihan hingga Ekonomi Biru

Warta.in
Mataram,NTB — Delapan tahun setelah gempa bumi 2018 mengguncang Lombok dan Sumbawa, Yang Mulia Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree datang melihat dari dekat bagaimana masyarakat Nusa Tenggara Barat bangkit dan menata kembali kehidupannya. Selama dua hari, 5–6 September 2026, perjalanan Putri Victoria memperlihatkan satu rangkaian cerita: dari pemulihan pascabencana, penguatan penghidupan dan layanan dasar, hingga upaya menjaga alam sekaligus membangun ekonomi biru.

Putri Victoria hadir dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador United Nations Development Programme (UNDP) untuk Pembangunan Berkelanjutan. Ia didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta rombongan.

Kunjungan itu mempertemukan Putri Victoria dengan masyarakat dari berbagai latar. Perajin perempuan, petani, siswa, tenaga kesehatan, masyarakat pesisir hingga masyarakat adat. Di balik pertemuan tersebut tersimpan cerita yang sama: bagaimana masyarakat melewati masa sulit, membangun kembali penghidupan, dan menyiapkan masa depan yang lebih tangguh.

Kunjungan dimulai dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Gubernur NTB menyambut Putri Victoria dengan pengalungan kain tenun khas NTB dari penenun Kre Alang Sumbawa.

Keramahan NTB kemudian diperkenalkan melalui welcome drink berupa minuman herbal khas Sasak Lombok. Gubernur menyebut Lombok sebagai “surga rempah-rempah” sebelum mengajak Putri Victoria mencicipi minuman yang diracik dari sedikitnya 11 jenis rempah.

“Semoga minuman ini dapat menyegarkan dan menguatkan Anda sebelum memulai kunjungan lapangan,” ujar Gubernur.

Putri Victoria mencicipinya, tersenyum, lalu menjawab, “Enak!”

Dari suasana penyambutan yang hangat, perjalanan berlanjut ke Bale Kita di Kompleks Islamic Center Mataram.

Di sana, Putri Victoria melihat beragam karya perajin NTB, mulai dari rotan dan cukli hingga kain songket dan berbagai produk turunannya. Ia tampak terkesan ketika dijelaskan bahwa sejumlah karya tersebut dibuat dengan keterampilan tangan para perempuan.

Putri Victoria beberapa kali mengungkapkan kekagumannya, bahkan menyayangkan waktu kunjungannya yang terlalu singkat untuk mengeksplorasi lebih banyak kekayaan budaya Lombok.

Namun Bale Kita tidak hanya memperlihatkan karya. Tempat itu juga menghadirkan cerita tentang bagaimana masyarakat membangun kembali kehidupan setelah gempa 2018.

Putri Victoria berdialog dengan para perajin tentang perjalanan usaha mereka, sekaligus menyimak pengalaman Kelompok Tani Sajang, Lombok Timur.

Arif, Sekretaris Desa Sajang sekaligus Ketua Pengelola Air Kelompok Tani, menjelaskan bagaimana perbaikan jaringan irigasi sepanjang sekitar 450 meter di dua titik Desa Sajang membantu petani memperpanjang masa tanam.

“Apakah Anda mengubah jenis tanaman, dan apakah sistem irigasinya berubah agar lebih tangguh?” tanya Putri Victoria.

Arif menjelaskan bahwa petani tetap mempertahankan komoditas yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

“Sebelum ada bantuan irigasi, kami hanya bisa tanam lima sampai enam bulan. Sekarang aliran air stabil sehingga masa tanam lebih panjang. Pascagempa 2018, UNDP hadir membersamai kami dan memberi semangat baru untuk menata kehidupan,” ujarnya.

Bagi petani Sajang, perbaikan irigasi bukan sekadar membangun kembali saluran air. Air yang kembali mengalir berarti lahan kembali produktif, masa tanam bertambah, dan peluang memperkuat ekonomi keluarga kembali terbuka.

Dari tangan perempuan yang menenun hingga petani yang kembali mengolah lahan, Bale Kita memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana pada akhirnya harus kembali kepada manusia dan penghidupannya.

Cerita itu kemudian berlanjut di SMKN 1 Pemenang, Lombok Utara. Putri Victoria melihat sekolah yang dibangun kembali dengan dukungan pemulihan pascagempa dan berdialog dengan siswa tentang pengalaman mempertahankan pendidikan di tengah situasi sulit.

Setelah sebelumnya belajar di kelas-kelas darurat, siswa kini menempati bangunan dengan konstruksi tahan gempa yang dimanfaatkan secara penuh sejak 2022. Sekolah juga mengembangkan laboratorium bahasa dan hotel mini untuk mendukung pembelajaran pariwisata, perhotelan dan tata boga.

Putri Victoria menanyakan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kepala SMKN 1 Pemenang Aswida Windartiningsih menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan telah menjadi bagian dari pembelajaran dan dilakukan melalui simulasi secara berkala.

Dari pendidikan, perjalanan berlanjut ke Puskesmas Pemenang. Di sana, Putri Victoria melihat pelayanan kesehatan masyarakat dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung layanan serta pemantauan kesehatan.

Hari pertama pun memperlihatkan bahwa pemulihan tidak berhenti ketika bangunan kembali berdiri. Ia menjadi bermakna ketika masyarakat kembali bekerja, anak-anak kembali belajar, layanan kesehatan berjalan, dan penghidupan kembali tumbuh.

Hari kedua membawa Putri Victoria dari daratan menuju laut.

Berangkat dari Pelabuhan Oberoi, Putri Victoria bersama Gubernur NTB menuju Gili Meno. Di perjalanan, mereka berbincang tentang Gili Matra: Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan, serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.

Setibanya di Gili Meno, Putri Victoria melihat langsung upaya masyarakat menjaga ekosistem melalui konservasi penyu, transplantasi terumbu karang dan edukasi lingkungan.

Ia melihat tukik sebelum kemudian bersama Gubernur melepasnya ke laut di Turtle Sanctuary Gili Meno.

“Saya sangat terkesan dengan semua hal yang sedang dilakukan di sini. Tempat ini sangat indah, bahkan luar biasa indah. Karena itu, segala upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga keindahannya merupakan kepentingan kita bersama,” ujar Putri Victoria.

Di Gili Meno, laut bukan sekadar destinasi wisata. Laut adalah sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, perikanan, pariwisata dan konservasi harus berjalan dalam keseimbangan.

Masyarakat juga mengembangkan berbagai upaya menjaga lingkungan, mulai dari rehabilitasi terumbu karang, penanaman mangrove, pengawasan kawasan laut hingga pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Di sinilah ekonomi biru menemukan bentuknya secara nyata: laut tetap menjadi sumber penghidupan, tetapi ekosistemnya dijaga agar tetap mampu menopang kehidupan generasi berikutnya.

Perjalanan Putri Victoria kemudian ditutup di Desa Adat Karang Bajo, Bayan. Ia melihat Mata Air Mandala, mengikuti penanaman pohon dan berdialog dengan masyarakat tentang hutan, mata air dan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi.

“Saya sangat tersentuh dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari masyarakat di sini,” ujar Putri Victoria.

Dua hari perjalanan tersebut memperlihatkan wajah NTB yang utuh. Daerah yang pernah diguncang bencana, tetapi mampu bangkit; masyarakat yang kembali membangun penghidupan; generasi muda yang kembali belajar; petani yang kembali menanam; masyarakat pesisir yang menjaga laut; serta masyarakat adat yang mempertahankan hutan dan mata air.

Di balik perjalanan itu terdapat proses panjang rekonstruksi dan pemulihan pascagempa 2018. UNDP, bersama pemerintah pusat melalui Bappenas dan pemerintah daerah, menjadi bagian dari perjalanan tersebut melalui berbagai program pemulihan, penguatan penghidupan, layanan dasar dan ketangguhan masyarakat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan terima kasih kepada Putri Mahkota Victoria atas kunjungannya, serta kepada UNDP dan pemerintah pusat melalui Bappenas yang telah membersamai masyarakat NTB dalam masa pemulihan.

“Program-program yang hadir setelah gempa bukan hanya membantu proses pemulihan, tetapi juga membangkitkan semangat dan memberikan harapan kepada masyarakat untuk kembali berdiri dan menata masa depan,” ujar Miq Iqbal.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTB yang telah menyambut Putri Victoria dengan hangat, terbuka dan bersahabat.

Kunjungan Putri Victoria akhirnya bukan hanya tentang apa yang dilihatnya di Lombok. Ia menjadi gambaran perjalanan NTB: dari gempa menuju pemulihan, dari pemulihan menuju ketangguhan, dan dari ketangguhan menuju masa depan yang berkelanjutan.

Sebab kebangkitan tidak hanya terlihat dari bangunan yang kembali berdiri. Ia hidup dalam tangan perempuan yang menenun, petani yang kembali menanam, siswa yang kembali belajar, tukik yang kembali ke laut, dan masyarakat adat yang tetap menjaga hutannya.

Dari sanalah NTB menatap masa depan: dengan pemulihan yang telah dilalui, ketangguhan yang terus dibangun, dan ekonomi yang tumbuh tanpa meninggalkan alam.(sr/dkisntb)

Putri Victoria Melihat NTB Bangkit, dari Pemulihan hingga Ekonomi Biru

0

Warta.in Mataram,NTB — Delapan tahun setelah gempa bumi 2018 mengguncang Lombok dan Sumbawa, Yang Mulia Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree datang melihat dari dekat bagaimana masyarakat Nusa Tenggara Barat bangkit dan menata kembali kehidupannya. Selama dua hari, 5–6 September 2026, perjalanan Putri Victoria memperlihatkan satu rangkaian cerita: dari pemulihan pascabencana, penguatan penghidupan dan layanan dasar, hingga upaya menjaga alam sekaligus membangun ekonomi biru.

Putri Victoria hadir dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador United Nations Development Programme (UNDP) untuk Pembangunan Berkelanjutan. Ia didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta rombongan.

Kunjungan itu mempertemukan Putri Victoria dengan masyarakat dari berbagai latar. Perajin perempuan, petani, siswa, tenaga kesehatan, masyarakat pesisir hingga masyarakat adat. Di balik pertemuan tersebut tersimpan cerita yang sama: bagaimana masyarakat melewati masa sulit, membangun kembali penghidupan, dan menyiapkan masa depan yang lebih tangguh.

Kunjungan dimulai dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Gubernur NTB menyambut Putri Victoria dengan pengalungan kain tenun khas NTB dari penenun Kre Alang Sumbawa.

Keramahan NTB kemudian diperkenalkan melalui welcome drink berupa minuman herbal khas Sasak Lombok. Gubernur menyebut Lombok sebagai “surga rempah-rempah” sebelum mengajak Putri Victoria mencicipi minuman yang diracik dari sedikitnya 11 jenis rempah.

“Semoga minuman ini dapat menyegarkan dan menguatkan Anda sebelum memulai kunjungan lapangan,” ujar Gubernur.

Putri Victoria mencicipinya, tersenyum, lalu menjawab, “Enak!”

Dari suasana penyambutan yang hangat, perjalanan berlanjut ke Bale Kita di Kompleks Islamic Center Mataram.

Di sana, Putri Victoria melihat beragam karya perajin NTB, mulai dari rotan dan cukli hingga kain songket dan berbagai produk turunannya. Ia tampak terkesan ketika dijelaskan bahwa sejumlah karya tersebut dibuat dengan keterampilan tangan para perempuan.

Putri Victoria beberapa kali mengungkapkan kekagumannya, bahkan menyayangkan waktu kunjungannya yang terlalu singkat untuk mengeksplorasi lebih banyak kekayaan budaya Lombok.

Namun Bale Kita tidak hanya memperlihatkan karya. Tempat itu juga menghadirkan cerita tentang bagaimana masyarakat membangun kembali kehidupan setelah gempa 2018.

Putri Victoria berdialog dengan para perajin tentang perjalanan usaha mereka, sekaligus menyimak pengalaman Kelompok Tani Sajang, Lombok Timur.

Arif, Sekretaris Desa Sajang sekaligus Ketua Pengelola Air Kelompok Tani, menjelaskan bagaimana perbaikan jaringan irigasi sepanjang sekitar 450 meter di dua titik Desa Sajang membantu petani memperpanjang masa tanam.

“Apakah Anda mengubah jenis tanaman, dan apakah sistem irigasinya berubah agar lebih tangguh?” tanya Putri Victoria.

Arif menjelaskan bahwa petani tetap mempertahankan komoditas yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

“Sebelum ada bantuan irigasi, kami hanya bisa tanam lima sampai enam bulan. Sekarang aliran air stabil sehingga masa tanam lebih panjang. Pascagempa 2018, UNDP hadir membersamai kami dan memberi semangat baru untuk menata kehidupan,” ujarnya.

Bagi petani Sajang, perbaikan irigasi bukan sekadar membangun kembali saluran air. Air yang kembali mengalir berarti lahan kembali produktif, masa tanam bertambah, dan peluang memperkuat ekonomi keluarga kembali terbuka.

Dari tangan perempuan yang menenun hingga petani yang kembali mengolah lahan, Bale Kita memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana pada akhirnya harus kembali kepada manusia dan penghidupannya.

Cerita itu kemudian berlanjut di SMKN 1 Pemenang, Lombok Utara. Putri Victoria melihat sekolah yang dibangun kembali dengan dukungan pemulihan pascagempa dan berdialog dengan siswa tentang pengalaman mempertahankan pendidikan di tengah situasi sulit.

Setelah sebelumnya belajar di kelas-kelas darurat, siswa kini menempati bangunan dengan konstruksi tahan gempa yang dimanfaatkan secara penuh sejak 2022. Sekolah juga mengembangkan laboratorium bahasa dan hotel mini untuk mendukung pembelajaran pariwisata, perhotelan dan tata boga.

Putri Victoria menanyakan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kepala SMKN 1 Pemenang Aswida Windartiningsih menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan telah menjadi bagian dari pembelajaran dan dilakukan melalui simulasi secara berkala.

Dari pendidikan, perjalanan berlanjut ke Puskesmas Pemenang. Di sana, Putri Victoria melihat pelayanan kesehatan masyarakat dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung layanan serta pemantauan kesehatan.

Hari pertama pun memperlihatkan bahwa pemulihan tidak berhenti ketika bangunan kembali berdiri. Ia menjadi bermakna ketika masyarakat kembali bekerja, anak-anak kembali belajar, layanan kesehatan berjalan, dan penghidupan kembali tumbuh.

Hari kedua membawa Putri Victoria dari daratan menuju laut.

Berangkat dari Pelabuhan Oberoi, Putri Victoria bersama Gubernur NTB menuju Gili Meno. Di perjalanan, mereka berbincang tentang Gili Matra: Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan, serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.

Setibanya di Gili Meno, Putri Victoria melihat langsung upaya masyarakat menjaga ekosistem melalui konservasi penyu, transplantasi terumbu karang dan edukasi lingkungan.

Ia melihat tukik sebelum kemudian bersama Gubernur melepasnya ke laut di Turtle Sanctuary Gili Meno.

“Saya sangat terkesan dengan semua hal yang sedang dilakukan di sini. Tempat ini sangat indah, bahkan luar biasa indah. Karena itu, segala upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga keindahannya merupakan kepentingan kita bersama,” ujar Putri Victoria.

Di Gili Meno, laut bukan sekadar destinasi wisata. Laut adalah sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, perikanan, pariwisata dan konservasi harus berjalan dalam keseimbangan.

Masyarakat juga mengembangkan berbagai upaya menjaga lingkungan, mulai dari rehabilitasi terumbu karang, penanaman mangrove, pengawasan kawasan laut hingga pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Di sinilah ekonomi biru menemukan bentuknya secara nyata: laut tetap menjadi sumber penghidupan, tetapi ekosistemnya dijaga agar tetap mampu menopang kehidupan generasi berikutnya.

Perjalanan Putri Victoria kemudian ditutup di Desa Adat Karang Bajo, Bayan. Ia melihat Mata Air Mandala, mengikuti penanaman pohon dan berdialog dengan masyarakat tentang hutan, mata air dan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi.

“Saya sangat tersentuh dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari masyarakat di sini,” ujar Putri Victoria.

Dua hari perjalanan tersebut memperlihatkan wajah NTB yang utuh. Daerah yang pernah diguncang bencana, tetapi mampu bangkit; masyarakat yang kembali membangun penghidupan; generasi muda yang kembali belajar; petani yang kembali menanam; masyarakat pesisir yang menjaga laut; serta masyarakat adat yang mempertahankan hutan dan mata air.

Di balik perjalanan itu terdapat proses panjang rekonstruksi dan pemulihan pascagempa 2018. UNDP, bersama pemerintah pusat melalui Bappenas dan pemerintah daerah, menjadi bagian dari perjalanan tersebut melalui berbagai program pemulihan, penguatan penghidupan, layanan dasar dan ketangguhan masyarakat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan terima kasih kepada Putri Mahkota Victoria atas kunjungannya, serta kepada UNDP dan pemerintah pusat melalui Bappenas yang telah membersamai masyarakat NTB dalam masa pemulihan.

“Program-program yang hadir setelah gempa bukan hanya membantu proses pemulihan, tetapi juga membangkitkan semangat dan memberikan harapan kepada masyarakat untuk kembali berdiri dan menata masa depan,” ujar Miq Iqbal.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTB yang telah menyambut Putri Victoria dengan hangat, terbuka dan bersahabat.

Kunjungan Putri Victoria akhirnya bukan hanya tentang apa yang dilihatnya di Lombok. Ia menjadi gambaran perjalanan NTB: dari gempa menuju pemulihan, dari pemulihan menuju ketangguhan, dan dari ketangguhan menuju masa depan yang berkelanjutan.

Sebab kebangkitan tidak hanya terlihat dari bangunan yang kembali berdiri. Ia hidup dalam tangan perempuan yang menenun, petani yang kembali menanam, siswa yang kembali belajar, tukik yang kembali ke laut, dan masyarakat adat yang tetap menjaga hutannya.

Dari sanalah NTB menatap masa depan: dengan pemulihan yang telah dilalui, ketangguhan yang terus dibangun, dan ekonomi yang tumbuh tanpa meninggalkan alam.(sr/dkisntb)

Krisis Kemarau Melanda Camat Tanah Abang Intruksikan Staf Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla & Jaga Kesehatan

0

PALI, SUMATERA SELATAN – Pemerintah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terus memperkuat komitmennya dalam menjaga mutu pelayanan publik sekaligus memperkokoh roda koordinasi internal. Langkah ini ditegaskan kembali melalui kegiatan apel pagi rutin yang digelar di halaman Kantor Camat Tanah Abang pada Senin, 7 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh jajaran aparatur pemerintah kecamatan, mulai dari pejabat struktural, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga tenaga honorer (TKS). Apel pagi ini dipimpin langsung oleh Camat Tanah Abang, Dadang Afriandy, yang memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan arahan strategis di tengah tantangan cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah PALI dan sekitarnya.

Disiplin Pelayanan Publik di Tengah Cuaca Ekstrem Dalam amanatnya, Camat Tanah Abang menekankan bahwa fungsi utama aparatur sipil adalah melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan konsisten. Kendati demikian, tantangan di lapangan saat ini semakin berat akibat musim kemarau panjang yang memicu penurunan kualitas lingkungan.”Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh kendor sedikit pun. Disiplin dan kesiapan fisik serta mental adalah kunci utama kita sebagai abdi negara,” ujar Dadang Afriandy di hadapan seluruh peserta apel.

Selain mengecek kehadiran dan kesiapan staf, Dadang juga menyoroti pentingnya kepekaan sosial dari setiap pegawai terhadap kondisi lingkungan di sekitar wilayah tempat tinggal mereka masing-masing. Garda Terdepan Antisipasi Bahaya Karhutla Salah satu poin paling krusial yang menjadi sorotan utama dalam apel pagi kali ini adalah ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Wilayah Kecamatan Tanah Abang yang memiliki area vegetasi cukup luas dinilai sangat rentan terhadap potensi titik api selama musim kemarau ini.

Merespons bahaya laten tersebut, Camat memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk bertindak sebagai pelopor pencegahan Karhutla di lingkungan masyarakat. Staf kecamatan diminta aktif melakukan edukasi dan sosialisasi secara persuasif agar warga tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.”Di tengah musim kemarau yang gersang ini, potensi bencana Karhutla melonjak sangat tinggi. Kelalaian kecil bisa berdampak fatal bagi lingkungan dan ekonomi kita. Saya minta seluruh jajaran staf Kecamatan Tanah Abang untuk menjadi motor penggerak dalam mengampanyekan pencegahan Karhutla. Jangan pernah abai, tetap waspada, dan segera laporkan ke pihak berwenang jika melihat adanya titik api,” tegas Camat.

Kesehatan Pegawai Jadi Sorotan: Wajib Masker dan Cukup Cairan Tidak hanya fokus pada mitigasi bencana alam, faktor keselamatan dan kesehatan internal pegawai juga tidak luput dari perhatian pembina apel. Efek dari kemarau panjang telah memicu peningkatan debu jalanan yang pekat serta penurunan kualitas udara yang signifikan. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi para pegawai yang bertugas, terutama yang sering melakukan mobilitas di luar ruangan.

Dadang mengingatkan bahwa tubuh yang sehat merupakan aset utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat luas. Oleh sebab itu, ia mewajibkan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) secara ketat selama jam dinas maupun di luar kantor.”Kesehatan adalah modal utama kita. Selama musim kemarau ini, saya minta seluruh staf wajib menjaga kondisi tubuh. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghalau debu, dan pastikan konsumsi air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik,” tambahnya.

Melalui instruksi dan rutinitas apel pagi ini, Pemerintah Kecamatan Tanah Abang diharapkan mampu tampil tanggap, adaptif, dan responsif dalam menghadapi situasi darurat iklim. Kesiapsiagaan ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat demi mewujudkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan bersama di wilayah Kecamatan Tanah Abang.

 

(Randi)

Respon Cepat Polsek Ngimbang Menindak Lanjuti Dumas Call Center 110

0

Respon Cepat Polsek Ngimbang Menindak Lanjuti Dumas Call Center 110, Masyarakat yang kendaraamya Pecah nan

LAMONGAN//Warta.In, 07/9/2026 – Respons cepat Polsek Ngimbang, Polres Lamongan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat kembali ditunjukkan melalui layanan Call Center 110.

Seorang pelapor yang bernama Silvi nomer Hp 081296116264 adanya Mobil R3 pecah ban di Jalan Raya Sokorame – Jombang tepatnya di Desa Ganggangtingan Kecamatan Ngimbang, pada Senin (07/09/2026) pukul 01.45.wib

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr. K. S. I. K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, memberikan keterangan bahwa pada hari Senin Tanggal 07 Sebtember 2026 pukul 01.45 Wib mendapat laporan Dumas dari 110 di jalan Sokorame – Kabuh telah terjadi Mobik Pecah ban R3 yang di kendarai oleh silvi dari Kediri dengan tujuan Bojonegoro

Dari Dumas tersebut Anggota Jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R dan Brigadir Deni datang ke lokasi dan membantu mencarikan bengkel Tukang Tambal ban, Ujarnya

Polsek Ngimbang, Polres Lamongan mengapresiasi Dumas masyarakat yang telah melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center 110.

Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi layanan 110 apabila menemukan kejadian atau informasi yang membutuhkan tindak lanjut kepolisian, pungkasnya (roy)

Laksanakan Sosperda Tentang Adminduk, Antonius Tumanggor Soroti Soal Parlinsos

0

Warta.in Medan – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi NasDem, Antonius Devolis Tumanggor, menyoroti keberlanjutan program Perlindungan Sosial (Parlinsos) Kemensos di Kota Medan yang hingga kini menjadi perhatian masyarakat.

Menurutnya, kebijakan terkait Parlinsos perlu dilihat secara utuh, terutama dengan adanya program perlindungan sosial lain yang dijalankan Pemerintah Kota Medan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Antonius mengatakan, salah satu alasan Parlinsos belum diperpanjang berkaitan dengan adanya program PKH Makmur yang menjadi program Pemerintah Kota Medan dan pembiayaannya bersumber dari APBD Kota Medan.

Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa program yang dibiayai APBD memiliki karakter dan kebijakan yang berbeda dengan program bantuan sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kenapa belum diperpanjang Pak Wali?, Karena mereka punya program PKH Makmur. Memang program PKH Makmur ini didanai oleh APBD Medan,” ujar Antonius saat Sosialisasi Perda yang dilangsungkan di Jalan Mataram No.21 Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru, Sabtu (5/9) pukul 16.00 Wib sampai selesai.

Menurut wakil ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Medan ini, Pemerintah Kota Medan tentu memiliki ruang untuk menentukan kebijakan dan program yang dianggap sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah. Kehadiran PKH Makmur menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kita selaku anggota dewan, janganlah disamakan anggaran yang berasal dari APBD dengan APBN,” tegasnya.

Antonius menilai, perbedaan sumber anggaran tersebut penting dipahami agar masyarakat tidak melihat seluruh program bantuan pemerintah sebagai satu kebijakan yang sama. Pemerintah pusat memiliki program yang bersumber dari APBN, sementara pemerintah daerah juga memiliki program sendiri yang dibiayai melalui APBD.

Dengan demikian, ketika terdapat perubahan atau keberlanjutan sebuah program, menurut Antonius, pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai kebijakan tersebut, termasuk program pengganti atau program lain yang tetap dapat diakses masyarakat.

Ia juga berharap program PKH Medan Makmur yang menjadi program Pemko Medan dapat benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

DPRD Kota Medan, kata Antonius, tentunya memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan program yang menggunakan anggaran daerah tersebut berjalan sesuai sasaran.

Di tengah pembahasan mengenai program perlindungan sosial, Antonius juga menyoroti persoalan data desil masyarakat yang belakangan menjadi perhatian. Menurutnya, persoalan desil cukup kompleks karena masih banyak masyarakat yang mempertanyakan dasar penentuan tingkat kesejahteraan mereka.

“Ini sebenarnya persoalan desil lagi hangat-hangatnya atau sangat kompleks, karena acuannya desil ini kan masih belum valid, apa dasarnya,” katanya.

Ia mencontohkan masyarakat yang tinggal di rumah milik orangtua. Kondisi tersebut belum tentu menunjukkan yang bersangkutan memiliki kemampuan ekonomi yang baik. Bisa saja warga tersebut memang tidak mampu dan hanya menumpang di rumah orangtuanya, tetapi dalam pendataan justru masuk dalam desil yang relatif tinggi.

Kondisi seperti itu, menurut Antonius, sebelumnya membuat masyarakat kesulitan menyampaikan keberatan. Namun, dengan adanya Identitas Kependudukan Digital (IKD), warga kini memiliki ruang untuk menyanggah dan memperbarui data apabila ditemukan ketidaksesuaian.

“Misalnya dia tinggal di rumah orangtuanya dan memang betul-betul tidak mampu, terus desilnya tinggi. Awalnya dia tidak bisa menyanggah. Dengan adanya IKD ini dia bisa menyanggah,” jelasnya.

Antonius menilai pemutakhiran data menjadi hal penting karena penentuan desil berkaitan dengan akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan kesempatan memperoleh bantuan hanya karena data yang dimiliki pemerintah tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

Namun di sisi lain, ia juga melihat sistem desil memiliki manfaat dalam mengidentifikasi penerima bantuan yang sudah tidak sesuai dengan kriteria.

Antonius menyebut masih ditemukan penerima bantuan yang memiliki persoalan lain, seperti kredit kendaraan yang bermasalah hingga keterlibatan dalam judi online. Kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari proses pemadanan dan verifikasi data pemerintah.

“Dari desil ini ketahuan. Makanya dengan adanya desil ini terbantu sebenarnya. Akhirnya bantuannya dicabut,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai pembenahan data harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat. Pemerintah juga diminta memberikan ruang yang mudah bagi warga untuk melakukan koreksi apabila terdapat kesalahan dalam data sosial ekonominya.

Sementara itu, Lurah Petisah Hulu, Affandi Syahputra mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor. Dia berharap agar warga masyarakat di wilayah kecamatan Medan Baru yang diundang hadir mendapat pemahaman dan tidak canggung saat hendak ikut program Perlinsos.

Ia juga mendorong warga untuk peduli terhadap Adminduk keluarga masing-masing, dan segera mengurus Adminduk bilamana ada ketidaksesuaian data.

Kegiatan Sosperda ini diakhiri dengan pembagian suvenir, kue dan nasi kotak serta foto bersama.

Turut hadir, Sekcam Medan Baru, Surya, Kasi Sarpras Suhadi, Nurul Hajni kepala lingkungan V kelurahan Petisah Hulu. (RN)