Beranda blog Halaman 67

Ratusan Anak Ikuti Khitan Massal, Bupati Sukabumi: Semangat HJKS Memberi Manfaat untuk Masyarakat

0

SUKABUMI — Ratusan anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan khitanan massal yang digelar di Pendopo Sukabumi, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan sosial yang digagas oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Sukabumi ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS).

 

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, bersama Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, meninjau langsung jalannya prosesi khitanan sekaligus menyerahkan bingkisan hadiah kepada anak-anak yang telah selesai dikhitan.

 

Dalam sambutannya, Asep Japar menyampaikan bahwa khitanan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian serta kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa semangat HJKS harus diwujudkan melalui aksi sosial yang berdampak langsung.

 

“HJKS harus banyak diisi kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Khitanan massal pun kalau bisa dilaksanakan rutin beberapa kali dalam setahun,” ujar Asep Japar.

 

Ia menambahkan, rangkaian HJKS tahun ini juga akan disemarakkan dengan program Nganjang ka Lembur, Ningali Dulur yang berfokus pada bakti sosial, seperti pembagian sembako hingga penyaluran air bersih.

 

Ketua LKKS Kabupaten Sukabumi, Hj. Rina Rosmaniar Japar, menyebutkan ada lebih dari 150 anak dari 30 kecamatan yang berpartisipasi. Pelaksanaan sunatan ini melibatkan tim medis dari berbagai organisasi kesehatan dan rumah sakit daerah.

 

Disambut Positif oleh Orang Tua Peserta

Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari jajaran pemerintah, tetapi juga dari warga. Dudung (42), salah satu orang tua peserta asal Kecamatan Cisaat, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan khitanan massal gratis ini. Menurutnya, program ini meringankan beban ekonomi keluarga.

 

“Sangat membantu, apalagi sekarang biaya sunat di klinik lumayan besar. Selain gratis, anak saya juga dapat hadiah dan obat-obatan lengkap. Pelayanannya cepat dan tim medisnya ramah,” kata Dudung di lokasi acara.

Meski begitu, ia berharap koordinasi alur pendaftaran di lapangan bisa ditingkatkan lagi pada pelaksanaan berikutnya agar antrean anak yang menunggu giliran tidak terlalu menumpuk di area tunggu.

Secara keseluruhan, acara berlangsung tertib dan ditutup dengan doa bersama agar anak-anak yang telah dikhitan tumbuh menjadi generasi yang sehat, saleh, dan berakhlak mulia.(Alfi yonimar)

0

 

 

 

 

 

 

 

 

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Amalkan ilmu yang telah diperoleh dan teruslah mengembangkan diri melalui proses belajar sepanjang hayat,” ujarnya.

 

 

 

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Putra, Assoc. Prof. Dr. H. Kurniawan, S.T., M.Si., M.M., mengatakan momentum wisuda menjadi bagian penting dari perjalanan akademik para mahasiswa.

 

 

 

Kurniawan mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan orang tua yang menjadi bagian penting dari perjalanan mereka hingga meraih gelar akademik.

 

 

 

Ia berpesan agar para lulusan tetap membawa nilai-nilai Trilogi Nusa Putra, terutama semangat cinta kasih kepada Tuhan, keluarga, dan sesama manusia.

 

 

 

“Setelah selesai wisuda ini, saya berharap adik-adik bersimpuh kepada kedua orang tua dan keluarga. Dukungan utama adalah dukungan keluarga,” pungkasnya. Pemberitaan both side

 

Secara jurnalistik, teks berita di atas belum memenuhi asas both-side reporting (berita dua sisi/berimbang). Berita tersebut masih bersifat satu sisi (one-sided) karena hanya menyajikan laporan kegiatan serta sudut pandang dari pihak internal/penyelenggara (Bupati Sukabumi dan Rektor Universitas Nusa Putra).

 

Berikut evaluasi dan cara agar berita tersebut memenuhi kriteria both side:

 

Kekurangan Berita Saat Ini

Sumber berita searah: Narasi sepenuhnya berasal dari pidato pejabat (Bupati dan Rektor).

 

Tidak ada representasi sasaran: Belum ada sudut pandang dari wisudawan, orang tua, atau masyarakat yang menjadi objek dari pesan pidato tersebut.

 

 

 

 

WISUDA KE 16 UNIVERSITAS NUSA PUTRA, BUPATI MINTA MANFAATKAN ILMU DI TENGAH MASYARAKAT

 

 

 

Bupati Sukabumi H Asep Japar menghadiri Wisuda ke-16 Program Magister dan Sarjana Universitas Nusa Putra Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Anton Soedjarwo, Jalan Bhayangkara No. 166, Sukabumi, Sabtu (5/9/2026).

 

 

 

Bupati Sukabumi H Asep Japar mengatakan, bahwa toga dan gelar akademik yang dikenakan para wisudawan bukan menjadi tanda berakhirnya pembelajaran dan perjuangan.

 

 

 

Sebaliknya, kelulusan merupakan awal bagi para sarjana untuk membawa ilmu yang diperoleh selama kuliah ke tengah masyarakat.

 

 

 

“Jadilah agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, moral, dan integritas. Berikan kontribusi nyata untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” katanya.

 

 

 

Bupati juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar. Perkembangan teknologi dan perubahan zaman,menuntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan berbagai tantangan.

 

 

 

Di balik keberhasilan para wisudawan, Bupati turut memberikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga. Sebab, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan keluarga yang selama bertahun-tahun mendampingi perjalanan proses pendidikan

 

 

 

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Amalkan ilmu yang telah diperoleh dan teruslah mengembangkan diri melalui proses belajar sepanjang hayat,” ujarnya.

 

 

 

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Putra, Assoc. Prof. Dr. H. Kurniawan, S.T., M.Si., M.M., mengatakan momentum wisuda menjadi bagian penting dari perjalanan akademik para mahasiswa.

 

 

 

Kurniawan mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan orang tua yang menjadi bagian penting dari perjalanan mereka hingga meraih gelar akademik.

 

 

 

Ia berpesan agar para lulusan tetap membawa nilai-nilai Trilogi Nusa Putra, terutama semangat cinta kasih kepada Tuhan, keluarga, dan sesama manusia.

 

 

 

“Setelah selesai wisuda ini, saya berharap adik-adik bersimpuh kepada kedua orang tua dan keluarga. Dukungan utama adalah dukungan keluarga,” pungkasnya. Buat cover both side

 

Berikut draft perbaikan berita agar memenuhi prinsip cover both sides (berimbang), dengan menambahkan sudut pandang dari pihak wisudawan dan orang tua selaku penerima pesan/dampak:

 

WISUDA KE-16 UNIVERSITAS NUSA PUTRA: BUPATI TEKANKAN KONTRIBUSI KEPADA MASYARAKAT, LULUSAN UNGKAP KESIAPAN

SUKABUMI — Bupati Sukabumi H. Asep Japar menghadiri Wisuda ke-16 Program Magister dan Sarjana Universitas Nusa Putra Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Gedung Anton Soedjarwo, Jalan Bhayangkara No. 166, Sukabumi, Sabtu (5/9/2026).

 

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa toga dan gelar akademik yang diraih para wisudawan bukanlah akhir dari perjalanan belajar. Kelulusan ini justru menjadi titik awal bagi para sarjana untuk mengabdikan ilmu di tengah masyarakat.

 

“Jadilah agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, moral, dan integritas. Berikan kontribusi nyata untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” tegas Asep.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya belajar sepanjang hayat guna menghadapi tantangan perkembangan teknologi. Di samping itu, Bupati mengapresiasi peran besar keluarga di balik kelulusan para wisudawan.

 

Senada dengan Bupati, Rektor Universitas Nusa Putra, Assoc. Prof. Dr. H. Kurniawan, S.T., M.Si., M.M., berpesan agar para lulusan tetap memegang teguh nilai-nilai Trilogi Nusa Putra, khususnya semangat cinta kasih kepada Tuhan, keluarga, dan sesama.

 

“Setelah selesai wisuda ini, saya berharap adik-adik bersimpuh kepada kedua orang tua dan keluarga. Dukungan utama adalah dukungan keluarga,” ujar Kurniawan.

 

Tanggapan Wisudawan dan Orang Tua

Menanggapi arahan tersebut, perwakilan wisudawan dari Program Studi Teknik Informatika, Rizky Pratama, menyatakan kesiapannya untuk terjun dan berkontribusi langsung di masyarakat serta dunia kerja.

 

“Himbauan dari Pak Bupati menjadi pengingat bagi kami bahwa gelar ini membawa tanggung jawab sosial. Tantangan dunia kerja memang ketat, tetapi bekal ilmu dan nilai integritas dari kampus membuat kami optimistis bisa memberi dampak positif,” ungkap Rizky seusai acara.

 

Rasa haru dan bangga juga disampaikan oleh para orang tua murid. Siti Maryam, salah satu orang tua wisudawan asal Cisaat, mengapresiasi pesan yang disampaikan pimpinan daerah dan rektorat.

“Sebagai orang tua, tentu kami sangat bangga melihat anak kami bisa lulus. Harapan kami sama dengan yang disampaikan Pak Bupati dan Pak Rektor, semoga ilmu anak kami berkah dan dia tidak lupa untuk tetap berbakti serta rendah hati,” tutur Siti.(Alfi yonimar

Bukan Demokrasi Barat, Tokoh Agama PALI Sebut Sistem “AHWA” Jauh Lebih Islami!

0

PALI, SUMATERA SELATAN – Suksesnya gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, terus memantik respons positif dari berbagai penjuru tanah air. Duet kepemimpinan baru yang menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, dinilai membawa angin segar tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi masa depan demokrasi di Indonesia.

Apresiasi mendalam salah satunya datang dari tokoh agama terkemuka Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, KH. Aman Rohman S.Q., S.Ag. Pendiri sekaligus Kepala Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qur’an Kecamatan Abab ini menyatakan, momentum Muktamar ke-35 menjadi bukti nyata kematangan NU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia. Menurutnya, NU selalu berhasil hadir memberikan solusi konkret di tengah dinamika umat dan bangsa.

Gagasan Sistem AHWA untuk Pemilu Republik Indonesia Secara khusus, KH. Aman Rohman menyoroti keberhasilan penerapan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam mekanisme pemilihan pimpinan tertinggi di internal PBNU. Berkaca dari keberhasilan tersebut, secara terbuka beliau mengusulkan agar sistem pemilihan di Republik Indonesia beralih menggunakan sistem perwakilan atau AHWA.

“Sebagai pernyataan pribadi, saya mengusulkan dan mendukung penuh jika sistem pemilihan di Republik ini menggunakan sistem AHWA. Kita harus jujur mengevaluasi bahwa sistem demokrasi langsung yang kita jalankan saat ini adalah produk barat yang tidak sepenuhnya selaras dengan napas dan ajaran agama Islam,” ujar KH. Aman Rohman dalam keterangan kepada media kepala Biro Warta.in hari ini, Sabtu (5/9/2026).

Beliau menambahkan bahwa sistem AHWA relatif jauh lebih sesuai dengan syariat dan nilai-nilai luhur Islam yang mengedepankan musyawarah mufakat oleh orang-orang yang memiliki kapasitas moral dan ilmu (khawas).”Sistem AHWA ini adalah solusi jitu untuk menghadapi sengkarut permasalahan politik bangsa sekaligus internal organisasi. Melalui musyawarah mufakat para kiai sepuh atau para wakil yang kompeten, kita dapat meminimalkan, bahkan menghilangkan, friksi politik transaksional dan politik uang (money politics) yang merusak moral bangsa,” tegasnya.

Mengembalikan Kedaulatan dan Marwah Lembaga Perwakilan Lebih jauh, KH. Aman Rohman memaparkan bahwa esensi dari sistem AHWA adalah penguatan jalur perwakilan. Jika diterapkan dalam ketatanegaraan Indonesia, hal ini akan mengembalikan marwah, wibawa, dan kekuatan lembaga legislatif yang selama ini kerap tergerus oleh pragmatisme pemilu langsung. Dalam pandangannya, sistem perwakilan akan memberikan mandat yang kokoh kepada lembaga negara:DPR RI memiliki kekuatan penuh untuk memilih, mengangkat, hingga memberhentikan Presiden jika melanggar konstitusi.

DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota memiliki otoritas penuh untuk menentukan dan mengontrol kepemimpinan Gubernur serta Bupati/Wali Kota.”Dengan sistem perwakilan, fungsi, hak, dan wewenang lembaga internal seperti DPR dan DPRD akan kembali optimal. Ini akan menumbuhkan kembali ‘taring’ kekuatan kontrol moral terhadap kekuasaan. NU pun akan tetap konsisten menempatkan diri sebagai kekuatan kritis yang moderat (tawassuth) demi kemaslahatan bangsa,” jelas alumni PTIQ Jakarta tersebut.

Berkah Historis Gus Kikin dan Tantangan Masa Depan Mengenai nahkoda baru PBNU, terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum dinilai KH. Aman Rohman sebagai sebuah berkah historis yang sangat besar bagi jam’iyah NU. Gus Kikin merupakan cicit langsung dari sang pendiri NU, Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari.”Beliau (Gus Kikin) tidak hanya mewarisi darah biru ulama, tetapi juga api perjuangan kakek buyutnya, yang kita tahu bersama merupakan salah satu tokoh kunci pendiri partai Masyumi di masa awal kemerdekaan Indonesia. Ada beban sejarah dan visi kebangsaan yang kuat di pundak beliau,” tuturnya.

Menghadapi tantangan zaman, digitalisasi, dan kompleksitas global yang semakin rumit, Kepala Ponpes Nurul Qur’an PALI ini mengingatkan seluruh warga Nahdliyin untuk tetap memegang teguh kaidah fikih klasik NU yang monumental:”Al-muhāfazah ‘alā al-qadīm al-sālih wa al-akhdzu bi al-jadīd al-aslah” (Memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik).

“Panggung politik dan kebangsaan nasional tidak pernah sepi dari kontribusi tokoh-tokoh NU, baik yang berada di struktur organisasi maupun yang bergerak secara kultural. Dengan spirit Khittah NU 1926 dan fondasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), kepengurusan PBNU yang baru ini diharapkan mampu menakhodai umat Islam yang mayoritas ini menuju kemandirian ekonomi, penguatan pendidikan, dan kokohnya moral bangsa,” pungkas KH. Aman Rohman.

 

(Randi)

Resmi Mendaftar, Iyar Syahriar Mahmur Siap Maju di Pilkades Desa Pasirbungur 2026-203

0

SUBANG, Warta In, Diantar keluarga, kerabat, dan tim sukses, Iyar Syahriar Mahmur secara resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, untuk periode 2026-2034.

Pendaftaran dilakukan di Kantor Sekretariat Panitia Pilkades Desa Pasirbungur, Kamis siang, [03/09/2026].

Kehadiran Syahriar bersama rombongan menambah semarak suasana pendaftaran Pilkades Serentak 2026 di Desa Pasirbungur. Dengan penuh semangat, para simpatisan memberikan dukungan moral kepada bakal calon.

Berkas pencalonan Syahriar diterima langsung oleh Panitia Pilkades Desa Pasirbungur. Panitia menyatakan seluruh berkas yang diserahkan telah lengkap dan akan diproses sesuai dengan tahapan yang berlaku.

Usai menyerahkan berkas, Syahriar menyampaikan komitmennya untuk membangun desa.
“Saya maju dengan niat tulus untuk mengabdi dan membangun Desa Pasirbungur bersama seluruh elemen masyarakat. Mohon doa dan dukungan warga agar seluruh tahapan Pilkades berjalan lancar, damai, dan menghasilkan pemimpin yang amanah serta membawa kemajuan,” ujar Syahriar.

Dalam kesempatan yang sama, panitia Pilkades juga mengimbau kepada seluruh bakal calon dan tim pendukung agar bersama-sama menjaga kondusivitas, ketertiban, serta menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan persatuan selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Dengan diterimanya berkas pendaftaran tersebut, Iyar Syahriar mahmur resmi menjadi salah satu Bakal Calon Kepala Desa Pasirbungur yang akan mengikuti tahapan Pilkades 2026 selanjutnya.

Warga Desa Pasirbungur kini menantikan proses demokrasi desa yang jujur dan adil, demi terpilihnya pemimpin yang mampu membawa Desa Pasirbungur semakin maju dan sejahtera.
(RD)

Di Hari Ultah, Victor Darmawan Riskiandi Resmi Pimpin DPC LPK-RI Jember Periode 2026–2029

0

Siap Perkuat Perlindungan Konsumen dan Buka Konsultasi Hukum Gratis bagi Masyarakat

Warta.in, Jember, 5 September 2026 — Momentum ulang tahun menjadi semakin istimewa bagi Victor Darmawan Riskiandi, C.MDF. Pada hari spesial tersebut, ia resmi menerima amanah sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) Kabupaten Jember masa bakti 2026–2029.

Amanah tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Umum LPK-RI Nomor 007/DPP-LPK-RI/IX-2026 tentang Perubahan atas Surat Keputusan Ketua Umum LPK-RI Nomor 003/DPP-LPK-RI/II-2026 tentang Pengangkatan Dewan Pengurus Cabang LPK-RI Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2026–2029.

SK tersebut ditetapkan di Jakarta pada 4 September 2026 dan ditandatangani Ketua Umum LPK-RI Muhamad Fais Adam.

Pergantian sekaligus penataan kepengurusan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi DPC LPK-RI Kabupaten Jember agar lebih efektif dalam menjalankan program perlindungan, edukasi, pengawasan, serta pemberdayaan konsumen.

Dalam struktur kepengurusan terbaru, Victor Darmawan Riskiandi, C.MDF. dipercaya sebagai Ketua DPC LPK-RI Kabupaten Jember. Organisasi tersebut juga diperkuat sejumlah bidang, di antaranya Bidang Hukum, Humas, Pengawasan Barang dan Jasa, Pemberdayaan Konsumen, Lingkungan Hidup, serta Media.

“Ini Bukan Soal Jabatan, Tetapi Amanah”

Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Victor mengaku menerima amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Baginya, posisi sebagai ketua bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan secara pribadi, melainkan tugas untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bertepatan dengan hari ulang tahun saya, saya menerima amanah ini bukan sebagai sebuah kebanggaan pribadi, tetapi sebagai tanggung jawab yang harus saya jalankan dengan sungguh-sungguh. Bagi saya, jabatan ini bukan tentang siapa yang paling tinggi, tetapi tentang siapa yang paling siap bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Victor Darmawan.

Ia menegaskan, DPC LPK-RI Jember ke depan harus mampu menjadi lembaga yang dekat dengan masyarakat. Tidak hanya hadir ketika persoalan atau sengketa konsumen sudah terjadi, tetapi juga aktif memberikan edukasi sebagai langkah pencegahan.

“Kami ingin LPK-RI Jember hadir bukan hanya ketika masyarakat sudah mengalami masalah. Kami ingin masyarakat mendapatkan edukasi sejak awal agar memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Konsumen harus cerdas, kritis, dan berani memperjuangkan haknya ketika terjadi pelanggaran,” tegasnya.

LPK-RI Jember Buka Konsultasi Hukum Gratis

Sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat, DPC LPK-RI Kabupaten Jember membuka ruang pengaduan sekaligus konsultasi hukum gratis bagi masyarakat yang membutuhkan informasi awal terkait persoalan perlindungan konsumen.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan, mulai dari kredit dan pembiayaan, penarikan kendaraan, perbankan, pinjaman online, perumahan dan properti, barang dan jasa, investasi, pelayanan publik, hingga berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan hak-hak konsumen.

Victor mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan dalam suatu transaksi agar tidak takut mencari informasi dan bantuan.

“Kami mengajak masyarakat Jember untuk tidak diam ketika merasa dirugikan. Jangan mengambil tindakan sendiri yang justru dapat menimbulkan persoalan baru. Datang, konsultasikan, sampaikan kronologi dan bukti-buktinya. Kami akan membantu memberikan edukasi mengenai langkah yang dapat ditempuh sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Menurut Victor, pemahaman masyarakat sebelum melakukan transaksi juga menjadi bagian penting dari perlindungan konsumen.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menandatangani perjanjian, membeli barang atau jasa, maupun mengambil fasilitas pembiayaan tanpa memahami konsekuensi hukumnya.

“Masyarakat harus membiasakan diri membaca perjanjian sebelum menandatangani. Jangan hanya melihat besarnya angsuran atau harga. Pahami seluruh klausul, hak, kewajiban, denda, risiko, dan mekanisme penyelesaian sengketa. Edukasi konsumen adalah salah satu bentuk pencegahan,” jelasnya.

Perkuat Bidang Hukum dan Pengawasan

Dengan terbentuknya struktur kepengurusan baru, DPC LPK-RI Kabupaten Jember juga akan memperkuat fungsi organisasi melalui bidang-bidang yang telah ditetapkan dalam SK.

Khusus Bidang Hukum, kepengurusan diisi Rofiqur Rachman, S.H., M.H., Raka Permana Danuangga, S.H., Rahmad Hidayat, S.H., dan Moch Bashori Syah, S.H.

Victor berharap seluruh bidang tidak hanya menjadi struktur administratif organisasi, tetapi benar-benar mampu menjalankan fungsi masing-masing secara aktif.

“Kami akan membangun kerja organisasi secara bersama-sama. Tidak ada keberhasilan seorang ketua tanpa kerja seluruh pengurus. Saya berharap seluruh pengurus DPC LPK-RI Jember dapat menjalankan amanah dengan integritas, profesionalitas dan keberanian untuk membela kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Konsumen Jember Diminta Berani Melapor

LPK-RI Jember juga mengajak masyarakat Kabupaten Jember untuk lebih memahami hak-haknya sebagai konsumen dan tidak ragu menyampaikan pengaduan apabila menghadapi persoalan dalam transaksi barang maupun jasa.

Menurut Victor, keberanian masyarakat untuk melapor harus dibarengi dengan bukti dan pemahaman terhadap persoalan yang dihadapi.

“Kami tidak ingin LPK-RI hanya dikenal karena nama organisasinya. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran kami ketika mereka membutuhkan informasi, pendampingan dan edukasi mengenai perlindungan konsumen. Kami akan berusaha menjadikan DPC LPK-RI Jember sebagai rumah bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan konsumennya,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar setiap persoalan diselesaikan dengan cara yang tepat dan tidak menggunakan tindakan yang justru berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru.

“Jangan takut memperjuangkan hak. Jangan pula bertindak tanpa dasar hukum. Mari kita selesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin, bukti yang jelas, komunikasi yang baik dan langkah hukum yang tepat,” pungkas Victor.

Siap Menjadi Rumah Pengaduan Konsumen

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, DPC LPK-RI Kabupaten Jember menyatakan siap memperkuat perannya dalam memberikan edukasi, menerima pengaduan, melakukan pengawasan serta membantu masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen.

Bagi masyarakat Kabupaten Jember yang membutuhkan konsultasi maupun ingin menyampaikan pengaduan terkait persoalan konsumen, dapat menghubungi:

DPC LPK-RI KABUPATEN JEMBER
WhatsApp: 081336098962

Melalui kepengurusan baru tersebut, LPK-RI Jember berharap perlindungan konsumen tidak hanya berhenti pada penyelesaian sengketa, tetapi juga dimulai dari edukasi agar masyarakat semakin cerdas, kritis dan memahami hak-haknya sebelum melakukan transaksi.

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

0

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Warta.in
Lombok, NTB — Yang Mulia Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (5/9/2026). Pewaris takhta Kerajaan Swedia tersebut disambut langsung Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal di VIP Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

Putri Mahkota Victoria tiba didampingi Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Wakil Kepala Bappenas) Drs. Febrian Alphyanto Ruddyard, MA., beserta rombongan.

Gubernur NTB menyampaikan ucapan selamat datang kepada Putri Mahkota Victoria dan rombongan. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh penghormatan, sekaligus menjadi kesempatan bagi NTB untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada tamu kehormatan dari Kerajaan Swedia tersebut.

Penyambutan ditandai dengan pengalungan kain tenun khas Sasak Lombok oleh Gubernur NTB kepada Putri Mahkota Victoria. Tenun Sasak menjadi simbol penghormatan sekaligus representasi identitas budaya Lombok yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebagai bagian dari keramahan khas NTB, Yang Mulia Putri Mahkota Victoria juga disambut dengan welcome drink berupa minuman khas Sasak Lombok. Penyajian minuman tradisional tersebut menjadi bagian dari local hospitality, sekaligus memperkenalkan cita rasa dan kekayaan kuliner lokal kepada tamu kehormatan sejak pertama kali tiba di NTB.

Momen welcome drink kemudian berlangsung dalam suasana yang hangat dan cair. Gubernur NTB memperkenalkan minuman tersebut sekaligus menggambarkan Lombok dengan cara yang sederhana namun penuh makna.

“Karena Anda sekarang sudah tiba di Surga Rempah-Rempah, izinkan kami menyuguhkan minuman herbal sebagai8 minuman penyambutan,” ujar Gubernur kepada Putri Mahkota Victoria.

“Terima kasih,” jawab Putri Mahkota Victoria.

Gubernur kemudian menanyakan perjalanan Putri Mahkota menuju Lombok.

“Bagaimana penerbangan Anda?”

“Baik. Terorganisir dengan baik,” jawab Putri Mahkota.

Dalam suasana yang semakin akrab, Gubernur kemudian menunjukkan antusiasme media NTB yang sejak sehari sebelumnya telah memberitakan dan menginformasikan kedatangan Putri Mahkota Victoria.

“Saya ingin menunjukkan kepada Anda betapa sibuknya media kami memberitakan dan menginformasikan tentang Anda sejak kemarin,” kata Gubernur.

Keduanya kemudian minum bersama sebagai bagian dari rangkaian penyambutan.

Usai mencicipi minuman tersebut, Putri Mahkota Victoria memberikan respons spontan.

“Hmm,” ujarnya.

Gubernur kemudian menjelaskan komposisi minuman herbal yang disajikan.

“Ini adalah minuman herbal, perpaduan dari setidaknya 11 jenis rempah yang berbeda. Semoga minuman ini dapat menyegarkan dan menguatkan Anda sebelum memulai kunjungan lapangan,” jelas Gubernur.

Putri Mahkota Victoria kemudian tersenyum dan memberikan apresiasinya.

“Enak!” ujar Putri Mahkota.

Percakapan singkat tersebut menciptakan suasana penyambutan yang lebih personal. Di balik seremoni resmi, terdapat pesan budaya yang ingin disampaikan NTB: bahwa keramahan kepada tamu tidak hanya hadir dalam bentuk penghormatan formal, tetapi juga melalui budaya, cita rasa, dan tradisi masyarakat.

Kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Lombok menjadi momentum penting bagi NTB untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperlihatkan berbagai inisiatif pembangunan yang berkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Putri Mahkota Victoria menjalankan peran sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dalam kapasitas tersebut, kunjungannya ke NTB menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai pengalaman dan praktik pembangunan berkelanjutan di Lombok, sekaligus bertemu dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan yang terlibat.

Gubernur NTB menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaan atas kunjungan tersebut. Ia berharap kunjungan Putri Mahkota Victoria dapat memberikan pengalaman yang berkesan mengenai Lombok dan NTB, sekaligus membuka ruang bagi hubungan dan kerja sama yang semakin erat pada masa mendatang.

Putri Mahkota Victoria juga mengungkapkan kegembiraannya dapat berkunjung ke Lombok. Ia menyampaikan bahwa dirinya sangat senang dengan kunjungan kali ini dan menikmati kesempatan untuk mengenal Lombok secara lebih dekat.

Dari pengalungan kain tenun Sasak hingga secangkir minuman herbal yang dinikmati bersama, penyambutan Putri Mahkota Victoria menjadi gambaran kecil tentang cara Lombok memperkenalkan dirinya kepada dunia: melalui budaya yang hidup, kekayaan rempah, dan keramahan masyarakatnya.

Setelah rangkaian penyambutan di bandara, Putri Mahkota Victoria bersama rombongan melanjutkan agenda kunjungan lapangan di Lombok.(sr/dkisntb)

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung

0

MERANTI – Pencarian terhadap Bima Zulkarnain, korban kecelakaan laut yang melibatkan dua speedboat di Perairan Selat Air Hitam, Kepulauan Meranti, akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari disisir tim SAR gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Bima ditemukan di perairan Desa Sialang Pasung, Kepulauan Meranti. Lokasi penemuan berada cukup jauh dari titik awal kecelakaan yang terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 15.10 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Sejak kejadian, pencarian terhadap Bima terus dilakukan dengan menyisir kawasan perairan di sekitar lokasi kejadian hingga area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Polairud IPTU Abdul Roni, S.H., membenarkan bahwa korban yang sebelumnya dinyatakan belum ditemukan akhirnya berhasil dievakuasi. “Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di Perairan Desa Sialang Pasung,” ujar Abdul Roni.

Pencarian pada hari ketiga dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan terlebih dahulu melakukan pengecekan personel dan sarana pendukung, kemudian membagi sektor pencarian sebelum bergerak menyisir perairan.

Sebanyak 21 personel terlibat dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari lima personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, tiga personel Ditpolairud Polda Riau, dua personel TNI AL, lima personel Basarnas, serta enam anggota keluarga korban.

Penyisiran tidak dilakukan secara sembarangan. Tim memperhitungkan kondisi arus, cuaca, serta karakteristik perairan untuk memperkirakan kemungkinan arah hanyut korban.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 10.00 WIB, informasi keberadaan korban diterima tim. Setelah dilakukan pengecekan, korban yang ditemukan diduga kuat merupakan Bima Zulkarnain.

Korban ditemukan pada koordinat 1° 1′ 35.097″ N, 102° 41′ 26.170″ E. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut.

Bima diketahui berusia 28 tahun. Korban merupakan warga Parit I/II Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Dengan ditemukannya Bima, pencarian terhadap korban yang hilang dalam kecelakaan laut tersebut dinyatakan selesai. Selanjutnya, tim gabungan berkoordinasi dengan keluarga dan instansi terkait untuk proses identifikasi serta penanganan korban.

Abdul Roni mengatakan, seluruh rangkaian pencarian hingga evakuasi berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur.

Kecelakaan laut antara SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 sendiri terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 15.10 WIB di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Sejak laporan kecelakaan diterima, pencarian dilakukan secara berkelanjutan oleh tim SAR gabungan hingga korban terakhir ditemukan pada hari ketiga.

( Rilis: Humas Polres Meranti ).

Transaksi Rp 1,8 M. PT.WIDYATAMA AGUNG LESTARI dan Wirna widiyanti Belum tuntas LBH HARIMAU RAYA Desak Polda

0

SEJAK TRANSAKSI 2023 KASUS DUGAAN PENIPUAN RP1,8 MILIAR BELUM TUNTAS, PT WIDYATAMA AGUNG LESTARI dan WIRNA WIDIYANTI DISOROT

LBH Harimau Raya Desak Polda Metro Jaya Berikan Kepastian Hukum

Jakarta — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Harimau Raya selaku kuasa hukum Ibu Nur Luthfyah Ourrotu AS kembali menyoroti penanganan perkara dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang berkaitan dengan transaksi pembelian unit ruko di kawasan Grand Galaxy City, Bekasi Selatan, dengan nilai kerugian yang dilaporkan sekitar Rp1,8 miliar.

Perkara ini bermula dari rangkaian transaksi yang berlangsung sejak 2023. Namun hingga kini, korban mengaku belum memperoleh kepastian hukum sebagaimana yang diharapkan.

Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/4103/VII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya.

Dalam perkara tersebut, nama PT Widyatama Agung Lestari dan Wirna Widiyanti disebut dalam sejumlah dokumen, komunikasi, serta rangkaian transaksi yang menjadi bagian dari persoalan hukum yang dilaporkan korban.

LEBIH DARI TIGA TAHUN SEJAK TRANSAKSI, PERKARA BELUM TUNTAS

LBH Harimau Raya menilai perjalanan perkara tersebut sudah cukup panjang. Rangkaian transaksi disebut telah dimulai sejak 2023, sementara laporan polisi dibuat pada Juli 2024.

Hingga September 2026, korban mengaku masih menunggu kejelasan mengenai penyelesaian perkara tersebut.

Menurut LBH Harimau Raya, lamanya proses penanganan perkara menjadi perhatian serius karena nilai kerugian yang dilaporkan mencapai kurang lebih Rp1.800.000.000 (satu miliar delapan ratus juta rupiah).

“Lebih dari tiga tahun sejak rangkaian transaksi dimulai, korban masih menunggu kepastian. Bagi korban, ini bukan persoalan kecil karena menyangkut kerugian sekitar Rp1,8 miliar dan hak untuk memperoleh kepastian hukum,” ujar Ketua Umum LBH Harimau Raya, Dimas Wahyu, SH., Pid.

SUDAH MENERIMA SEJUMLAH SP2HP

LBH Harimau Raya menyampaikan bahwa korban telah menerima sedikitnya 11 Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Salah satu SP2HP yang menjadi perhatian adalah SP2HP Nomor B/2115/IV/RES.1.11./2026/Ditreskrimum tertanggal 15 April 2026.

Dalam SP2HP tersebut, sebagaimana disampaikan kepada LBH Harimau Raya, perkara masih berada dalam tahap penyelidikan dan terdapat pihak yang disebut belum hadir memberikan keterangan tambahan kepada penyidik.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan LBH Harimau Raya meminta agar penanganan perkara dapat segera memperoleh kejelasan.

PERSOALAN TRANSAKSI RUKO

Berdasarkan keterangan klien dan dokumen yang dimiliki LBH Harimau Raya, pada 2023 klien diperkenalkan kepada pihak yang menawarkan unit ruko di kawasan Grand Galaxy City, Bekasi.

Dalam rangkaian komunikasi dan dokumen transaksi, terdapat nama Wirna Widiyanti serta PT Widyatama Agung Lestari. Klien kemudian melakukan pembayaran secara bertahap untuk pembelian unit ruko di Rukan Sentra Niaga Blok RSN 3 Nomor 17 Grand Galaxy City.

Namun setelah pembayaran dilakukan, klien mengaku belum memperoleh kepastian terkait penyerahan sertifikat maupun status hukum objek yang diperjanjikan. LBH Harimau Raya juga menyebut adanya surat dari pihak Grand Galaxy City tertanggal 15 Juli 2024 yang menurut pihak korban berkaitan dengan hubungan hukum dalam transaksi tersebut. Atas rangkaian peristiwa tersebut, korban mengaku mengalami kerugian materiil maupun immateriil.

LBH HARIMAU RAYA: JANGAN BIARKAN PERKARA BERLARUT-LARUT

Ketua Tim Advokat LBH Harimau Raya, Jonias Latekay, SH, mengatakan pihaknya tidak bermaksud mengintervensi kewenangan penyidik.

Menurutnya, LBH Harimau Raya hanya meminta agar perkara tersebut ditangani berdasarkan fakta, bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati proses hukum dan kewenangan penyidik. Tetapi korban juga mempunyai hak untuk memperoleh kepastian hukum. Jika memang belum cukup bukti, tentu harus berdasarkan hasil penyelidikan. Jika ditemukan bukti yang cukup, maka proses hukum harus dilanjutkan sesuai ketentuan.”

Jonias menegaskan, pihaknya tidak sedang memberikan vonis kepada pihak mana pun.

“Kami tidak mengatakan seseorang bersalah. Itu kewenangan pengadilan. Yang kami minta adalah seluruh pihak yang berkaitan dengan transaksi diperiksa secara objektif sehingga perkara ini memiliki arah dan kepastian,” tegasnya.

DESAK GELAR PERKARA DAN PEMERIKSAAN PIHAK TERKAIT

LBH Harimau Raya mendesak Polda Metro Jaya untuk:

1) Mempercepat penanganan perkara secara profesional, objektif dan transparan.

2) Melakukan gelar perkara apabila diperlukan untuk menentukan arah penanganan.

3) Memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan transaksi.

4) Menindaklanjuti seluruh alat bukti dan dokumen yang telah disampaikan.

5) Memberikan perkembangan perkara kepada korban sesuai ketentuan yang berlaku.

6) Menentukan langkah hukum berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh penyidik.

7) Memberikan kepastian hukum kepada korban mengenai tindak lanjut laporan tersebut.

“KAMI AKAN TERUS MENGAWAL”

Dimas Wahyu menegaskan LBH Harimau Raya akan terus mengawal perkara tersebut melalui jalur hukum yang sah, “Kami akan terus mengawal perkara ini. Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya meminta proses hukum berjalan sebagaimana mestinya: objektif, profesional, transparan dan memberikan kepastian kepada korban.”

Ia menambahkan bahwa masyarakat berhak mendapatkan proses penegakan hukum yang dapat dipercaya.

“Jangan sampai lamanya proses justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Jika perkara ini memang harus dilanjutkan, silakan dilanjutkan sesuai hukum. Jika ada alasan hukum untuk menghentikan, sampaikan berdasarkan mekanisme yang berlaku. Yang paling penting adalah jangan biarkan korban terus menunggu tanpa kepastian.”

LBH HARIMAU RAYA AKAN TEMPUH LANGKAH HUKUM

LBH Harimau Raya menyatakan akan mempertimbangkan langkah-langkah hukum yang tersedia apabila tidak terdapat perkembangan yang memadai, termasuk permohonan gelar perkara dan mekanisme pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

LBH Harimau Raya kembali menegaskan bahwa penyebutan nama pihak-pihak dalam rilis ini tidak dimaksudkan sebagai vonis atau kesimpulan bahwa telah terjadi tindak pidana.

Seluruh dugaan masih harus dibuktikan melalui proses hukum yang sah, dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah serta hak setiap pihak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan.

 

Sumber : DPP LBH HARIMAU RAYA Pengawalan Hukum • Keadilan • Transparansi • Untuk Rakyat

Jembatan Lama Tak Lagi Memadai, Jembatan Modular 30 Meter Dibangun di Lolomoyo

0

Warta.in Gunungsitoli – Jembatan lama yang menjadi akses masyarakat di Desa Lolomoyo Tuhemberua, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, dinilai sudah tidak lagi memadai. Kondisi tersebut mendorong pembangunan jembatan modular baru sepanjang 30 meter di atas Sungai Nou, Dusun I, Desa Lolomoyo Tuhemberua, yang nantinya menghubungkan desa tersebut dengan Desa Lolowonu Niko’otano. Pembangunan dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026).

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan memudahkan mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan baru juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih layak bagi warga di wilayah tersebut.

Pembangunan jembatan modular tersebut diprakarsai Presiden Prabowo Subianto melalui TNI Angkatan Darat sebagai bagian dari upaya membantu percepatan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan personel Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD serta Babinsa Kodim 0213/Nias.

Pada pekerjaan hari ini, personel melaksanakan perakitan besi cakar ayam dan pemasangan mal abutmen tepi jauh, pemasangan mal serta tiang tepi jauh, hingga pengecoran tiang tepi jauh. Dengan dukungan excavator, mesin molen, mobil truk, artco dan sejumlah peralatan kerja lainnya, pembangunan jembatan kini mencapai progres 28 persen. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat. “Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses dan aktivitas warga antardesa. Ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI AD untuk terus hadir dan membantu percepatan pembangunan di wilayah,” ujarnya. (RN)

Sumber: Pendam I/BB

Polres Muara Enim Raih PRESISI AWARD dari LEMKAPI, Bukti Nyata Pengabdian untuk Masyarakat

0

Warta In

“MUARA ENIM – Kabar menggembirakan datang dari . Komitmen dan kerja nyata jajaran dalam meningkatkan perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat mendapat apresiasi bergengsi melalui PRESISI AWARD dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (LEMKAPI).

Penghargaan tersebut diberikan atas berbagai capaian Polres Muara Enim dalam memperkuat pelayanan publik, menggencarkan program ketahanan pangan, meningkatkan upaya pemberantasan kejahatan, serta menghadirkan program Nutrition Corner Powerfit sebagai bagian dari implementasi semangat Polri yang Presisi di tengah masyarakat.

Penganugerahan PRESISI AWARD berlangsung di lapangan Apel Mapolres Muara Enim, Jumat (4/9/2026), dan diterima langsung oleh Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. dari Direktur Eksekutif LEMKAPI Dr. Drs. Edi Saputra Hasibuan, S.H., M.H., disaksikan para Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Muara Enim.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa berbagai inovasi dan kerja keras personel Polres Muara Enim mendapat perhatian serta apresiasi, bukan hanya dari internal institusi, tetapi juga dari lembaga independen yang melakukan kajian terhadap kinerja kepolisian.

Dalam sambutannya, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan LEMKAPI.

“Apresiasi yang sudah diberikan kepada Polres Muara Enim mudah-mudahan ini menjadikan motivasi kami, menjadi bahan bakar kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Muara Enim,” ungkap Kapolres.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, penghargaan menjadi dorongan bagi seluruh personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.“Kami mohon doanya agar Polres Muara Enim bisa terus sehat dan maksimal untuk melayani masyarakat,” lanjutnya.

Kapolres juga menyinggung salah satu inovasi yang dikembangkan jajarannya dalam mendorong pola hidup sehat, yakni Nutrition Corner Powerfit.

Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi personel Polres Muara Enim, tetapi juga dapat menjadi ruang positif bagi masyarakat yang ingin bersama-sama menjaga kebugaran dan kesehatan.

“Ini juga salah satu bentuk bagaimana kita menjaga Polres Muara Enim tetap sehat dengan program peningkatan fisik kami. Kalau ada masyarakat yang ingin bersama-sama sehat, bisa bergabung di Corner Fit kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LEMKAPI Dr. Drs. Edi Saputra Hasibuan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya ke Polres Muara Enim merupakan bentuk apresiasi atas berbagai capaian yang telah dilakukan jajaran Polres Muara Enim.

Ia mengatakan, LEMKAPI dalam kurun waktu sekitar dua bulan telah melakukan riset dan mencermati berbagai kegiatan serta kiprah Polres Muara Enim di tengah masyarakat.

“Kami sengaja hadir di Polres Muara Enim untuk menyampaikan terima kasih, mewakili masyarakat, sekaligus menyampaikan apresiasi atas capaian-capaian yang dilakukan Polres Muara Enim,” kata Edi Saputra Hasibuan.

Ia menilai salah satu hal yang mendapat perhatian adalah keterlibatan Polres Muara Enim dalam mendukung program ketahanan pangan, termasuk melalui kegiatan penanaman bawang putih.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan program pemerintah sekaligus arahan pimpinan Polri agar jajaran kepolisian hadir di tengah masyarakat dan turut memberikan dukungan terhadap program pemerintah.

“Ini merupakan program Bapak Presiden dan juga arahan Bapak Kapolri, bagaimana polisi hadir di tengah masyarakat, termasuk memberikan dukungan kepada pemerintah terhadap apa yang menjadi program pemerintah,” jelasnya.

Selain ketahanan pangan, LEMKAPI juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan jajaran Polres Muara Enim dalam mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih.

Menurut Edi, kehadiran kepolisian dalam berbagai program pembangunan dan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari implementasi semangat Polri Presisi, yakni menghadirkan institusi kepolisian yang responsif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tak hanya itu, LEMKAPI juga mengapresiasi kinerja Polres Muara Enim dalam pengungkapan berbagai perkara tindak pidana.

Menurutnya, kecepatan jajaran dalam mengungkap sejumlah kasus menonjol menunjukkan keseriusan kepolisian dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.

“Kami juga senang ketika melihat Polres Muara Enim hadir di tengah masyarakat dengan cepat mengungkap berbagai kasus, termasuk kasus pembunuhan dan tindak pidana lainnya,” ujarnya.

Edi menegaskan, berbagai capaian tersebut menjadi alasan LEMKAPI memberikan apresiasi kepada Kapolres Muara Enim beserta seluruh jajaran.

Ia berharap prestasi yang telah diraih tidak berhenti pada penghargaan, tetapi menjadi energi baru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

“Kami berharap ke depan kinerjanya terus ditingkatkan. Walaupun saat ini sudah baik, kami berharap terus ditingkatkan agar Polri semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan semakin dicintai masyarakat, khususnya masyarakat Muara Enim,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM. Situmorang mengatakan bahwa PRESISI AWARD yang diterima Polres Muara Enim merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh personel Polres Muara Enim. Apa yang telah dicapai merupakan hasil kerja bersama dan tentunya menjadi tanggung jawab untuk terus mempertahankan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKP RTM. Situmorang.

Ia menambahkan, Polres Muara Enim akan terus berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, humanis dan responsif, serta memperkuat berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Intinya, kami tidak ingin berhenti pada sebuah penghargaan. PRESISI AWARD ini menjadi energi baru untuk terus bekerja, berbuat dan hadir di tengah masyarakat, sehingga keberadaan Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan diterimanya PRESISI AWARD dari LEMKAPI, Polres Muara Enim kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis dan Presisi, sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Muara Enim.

(Zulkifli/hms)