Gunungsitoli,Warta.in -Dugaan bobroknya proyek revitalisasi SMA Negeri Unggulan SUKMA Nias senilai Rp 87 Miliar di Jl. Nias Tengah Km 7,5 Desa Faekhu akhirnya terbukti.
Fakta paling mencolok yang berhasil dihimpun redaksi, *pagar tembok sekolah setinggi 3 meter yang baru beberapa minggu Dikerjakan dibangun sudah longsor dan tumbang. Padahal dalam DED resmi, pagar tersebut dirancang dengan struktur sloof, kolom 15×15 dan ring balok beton bertulang lengkap dengan pondasi pasangan batu kali.
Longsornya pagar tersebut menjadi bukti sahih bahwa *keseluruhan pondasi bangunan dasar diduga tidak dilaksanakan sesuai DED.
PONDASI BORE PILE 13,4 METER HANYA DI ATAS KERTAS?
Dalam DED, bangunan utama SMA SUKMA wajib menggunakan Pondasi Bore Pile diameter 40cm, kedalaman dua titik 13,4 meter, mutu beton 35 MPa.Dan dua Titik Pedalaman 11.8 meter Namun di lapangan, kuat dugaan pondasi tersebut tidak dibor sesuai kedalaman.
Begitu juga dengan DPT (Dinding Penahan Tanah) Tipikal IV setinggi 4,1 meter* yang menjadi kunci penahan tebing di lokasi berkontur curam, diduga dikerjakan asal jadi tanpa pasangan batu kali dan pasir urug sesuai spesifikasi. Akibatnya, tanah tidak tertahan dan pagar pun tumbang.
“Kalau pagar yang baru hitungan minggu saja sudah longsor, bagaimana dengan pondasi gedung utama yang menopang 12 rombel? Kami khawatir gedung ini akan ambruk saat siswa sudah masuk Januari 2027 nanti,” tegas sumber LSM.
PPK, KONSULTAN, DIREKSI MENGHILANG
Seperti biasa, saat pagar longsor dan pondasi dipersoalkan, *PPK, Konsultan Pengawas dan Direksi Proyek kembali menghilang dari lokasi. Padahal aksi demo Ormas dan LSM sudah berkali-kali dilakukan menuntut pertanggungjawaban.
Tidak ada penjelasan, tprogres yang jelas, dan setiap wartawan datang, ke direksi kosong melompong.
Publik Nias kini mendesak Gubernur Sumut Bobby Nasution yang pada 16 Juli 2026 lalu meninjau langsung proyek tersebut untuk tidak tutup mata. Audit forensik oleh Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera dilakukan sebelum uang rakyat Rp 87 Miliar benar-benar sia-sia menjadi bangunan gagal konstruksi.




























