Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

“Kikis Silokrasi Data, Pemkab PALI Sabet Penghargaan Terbaik ke-4 Satu Data Indonesia se-Sumsel”

Warta.in//PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu motor penggerak transformasi birokrasi digital di Provinsi Sumatera Selatan. Dalam ajang penghargaan regional yang berlangsung khidmat di Kota Palembang pada Selasa (27/10/2026), Bumi Serepat Serasan sukses dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Terbaik ke-4 dalam Kategori Satu Data Indonesia (SDI) tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Pencapaian prestisius ini diraih berkat konsistensi Pemkab PALI dalam membangun arsitektur digital daerah, yang dibuktikan dengan capaian nilai indeks impresif sebesar 62,74. Penghargaan tersebut diserahkan di sela-sela agenda Rapat Koordinasi dan Deklarasi Komitmen Bersama Berbagi Pakai Data (Interoperabilitas) Portal Data Daerah. Kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) PALI, Kartika Yanti, SH., MH, yang memimpin langsung delegasi, menjadi sinyal kuat betapa krusialnya tata kelola data dalam arah kebijakan pembangunan PALI ke depan.

Meruntuhkan Ego Sektoral Lewat Interoperabilitas, Rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh elemen pemerintah daerah se-Sumatera Selatan ini fokus pada satu misi besar: membangun jembatan interoperabilitas. Konsep ini menekankan pada kemampuan sistem aplikasi dan basis data milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk saling berinteraksi, membaca, dan berbagi pakai data secara real-time dengan portal data di tingkat kabupaten/kota.

Selama ini, tantangan terbesar dalam dunia birokrasi adalah suburnya ego sektoral yang memicu lahirnya “silokrasi data” atau pulau-pulau informasi yang terisolasi. Akibatnya, proses validasi menjadi lambat dan menghambat pengambilan keputusan strategis. Melalui penandatanganan komitmen bersama ini, Pemkab PALI bersama daerah lain sepakat melebur sekat birokrasi tersebut demi menciptakan ekosistem data yang dinamis, bersih, dan transparan.

Data Sebagai Kompas Kebijakan, Bukan Sekadar Dokumen, Ditemui usai menerima penghargaan, Sekda PALI Kartika Yanti, SH., MH, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI. Menurutnya, proses sinkronisasi data sektoral bukanlah perkara mudah dan membutuhkan kerja keras kolektif.

“Penghargaan Kategori Satu Data Indonesia dengan nilai 62,74 ini adalah buah dari komitmen bersama. Bagi Pemkab PALI, data bukan sekadar tumpukan angka mati di atas kertas atau dokumen formalitas di dalam komputer. Data adalah kompas utama kami. Tanpa data yang valid dan mutakhir, kebijakan yang kita rumuskan berisiko salah sasaran,” tegas Kartika Yanti.

Ia menambahkan bahwa peringkat ke-4 ini bukanlah titik akhir perjuangan, melainkan sebuah konfirmasi dan penyemangat bahwa jalur transformasi digital yang telah diambil oleh Pemkab PALI sudah berada di trek yang benar menuju tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Akselerasi Pelayanan Publik dan Kebijakan Berbasis Bukti, Dampak dari integrasi data ini dipastikan akan langsung menyentuh masyarakat luas. Sistem data yang terbuka dan terintegrasi secara horizontal antar-OPD maupun secara vertikal dengan Pemprov akan memangkas rantai birokrasi yang selama ini dinilai berbelit-belit.

Secara teknis, pembaruan sistem ini akan mempercepat waktu respons pemerintah terhadap aduan masyarakat, serta menutup celah eror dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) agar benar-benar tepat sasaran. Langkah nyata ini menjadi fondasi kokoh bagi Pemkab PALI untuk menerapkan evidence-based policy atau kebijakan yang dirumuskan berdasarkan bukti dan data riil di lapangan.

Dengan semangat sinergi yang dideklarasikan hari ini, Kabupaten PALI menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi pilar utama penyokong integrasi digital di Sumatera Selatan. Optimisme tinggi kini diusung oleh jajaran Pemkab PALI untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan informasi publik, dan membawa daerah melangkah lebih cepat menuju kabupaten yang maju, mandiri, serta berdaya saing tinggi di era digital.

Berita Terkait