Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Gempur Lubuk Tampui! Polres PALI dan BNNK Prabumulih Gulung Delapan Pria di Pusaran Bisnis Sabu.

Warta.in//PALI, 16 Oktober 2026 – Komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali membuahkan hasil nyata. Dalam sebuah aksi penyergapan yang terukur, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres PALI yang bergerak bersinergi dengan Tim Brantas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Prabumulih sukses mengobrak-abrik tempat yang disinyalir kuat sebagai sarang peredaran narkoba di Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara, pada Jumat siang.

Operasi gabungan berskala besar ini berhasil mengamankan delapan orang laki-laki yang diduga kuat terjerat dalam lingkaran setan penyalahgunaan barang haram tersebut. Dari hasil identifikasi awal di lapangan, petugas memetakan peran masing-masing pelaku secara spesifik, di mana dua orang di antaranya disinyalir bertindak sebagai kaki tangan pengedar, sedangkan enam orang lainnya merupakan pengguna aktif.

Kronologi Penggerebekan dan Pengepungan Kilat

Operasi yang berlangsung taktis ini dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres PALI, AKP Dedy Suandy, S.H. dan di dampingi juga oleh Kanit Resnarkoba IPDA Muhammad Jeki, S.H., M.H.. Untuk memastikan tidak ada celah bagi para pelaku meloloskan diri, aparat menerjunkan kekuatan penuh yang melibatkan sedikitnya 25 personel bersenjata lengkap dari Polres PALI serta didukung oleh lima personel dari Tim Brantas BNNK Prabumulih.

Berdasarkan informasi akurat dan penyelidikan mendalam yang telah dilakukan sebelumnya, tim gabungan langsung bergerak cepat menuju sebuah rumah di Desa Lubuk Tampui yang kerap dilaporkan oleh warga setempat sering dijadikan sebagai markas transaksi dan pesta narkotika jenis sabu.

Kedatangan petugas yang tiba-tiba membuat para pelaku yang berada di dalam rumah tak berkutik. Petugas segera melakukan pengepungan ketat di setiap sudut bangunan sebelum akhirnya melakukan penggeledahan secara menyeluruh guna mencari barang bukti yang disembunyikan.

Ratusan Gram Sabu dan Timbangan Digital Disita

Kerja keras personel di lapangan terbayar lunas. Dari hasil penggeledahan intensif di lokasi kejadian, petugas berhasil menemukan berbagai barang bukti krusial yang menguatkan adanya aktivitas peredaran gelap. Aparat menyita tiga paket plastik klip bening yang berisi kristal-kristal putih diduga kuat narkotika jenis sabu dengan berat bruto mencapai 2,74 gram.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan satu unit timbangan digital yang biasa digunakan pengedar untuk menakar paket sabu, satu buah sekop kecil yang dimodifikasi dari pipet plastik, empat bal plastik klip bening berukuran kecil kosong, sejumlah uang tunai yang diduga sebagai hasil transaksi, serta satu unit telepon genggam yang digunakan sebagai alat komunikasi bisnis ilegal tersebut.

Guna melengkapi pembuktian bagi para penyalahguna, petugas juga mengamankan barang bukti penunjang berupa dua set alat hisap sabu atau bong siap pakai dan tiga buah korek api gas.

Pemisahan Proses Hukum dan Langkah Asesmen Medis

Menindaklanjuti hasil operasi tersebut, pihak kepolisian langsung mengambil tindakan tegas namun tetap sesuai koridor hukum yang berlaku. Pihak Polres PALI memastikan akan menerapkan pasal berlapis dan melanjutkan proses hukum pidana ke tingkat penyidikan bagi dua orang terduga pengedar demi memberikan efek jera sekaligus memutus mata rantai pasokan sabu di Penukal Utara.

Sementara itu, pendekatan yang berbeda akan diterapkan kepada enam orang lainnya yang dikategorikan sebagai pengguna. Sesuai dengan semangat Undang-Undang Narkotika terkait rehabilitasi, keenam pria tersebut akan segera dihadapkan pada Tim Asesmen Terpadu (TAT) di BNNK Prabumulih. Hasil dari asesmen medis dan hukum ini nantinya yang akan menentukan apakah mereka layak mendapatkan program rehabilitasi total atau langkah penanganan hukum lebih lanjut.

Komitmen Bersama dan Seruan Terbuka untuk Masyarakat

Keberhasilan Operasi Sarang Narkoba ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Polri dan BNN dalam menekan angka kriminalitas narkotika di Bumi Serepat Serasan terus berjalan secara konsisten. Jalannya operasi dari awal hingga berakhirnya evakuasi dilaporkan berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya perlawanan berarti dari pihak pelaku maupun gesekan dari warga sekitar.

Pasca-operasi ini, pihak Polres PALI kembali mengeluarkan seruan dan imbauan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten PALI. Kepolisian menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak akan bisa dimenangkan tanpa adanya peran aktif dan kepedulian dari lingkungan terkecil. Warga diminta untuk tidak ragu atau takut dalam memberikan informasi sekecil apa pun kepada aparat penegak hukum apabila mengendus adanya indikasi peredaran gelap narkotika di wilayah tempat tinggal mereka masing-masing demi menyelamatkan generasi muda dari kehancuran.

Berita Terkait