PALI – Pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Kantor Camat Penukal Utara, Kabupaten PALI, yang digadang-gadang menjadi penunjang program unggulan Presiden Prabowo Subianto, justru menyisakan persoalan di tengah masyarakat.
Di balik berdirinya gedung yang megah tersebut, warga mengeluhkan hilangnya akses jalan permanen yang sebelumnya telah dicor beton. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu kini dialihkan ke sisi bangunan, namun hingga saat ini belum dibangun kembali secara layak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalan lama yang terdampak pembangunan gedung SPPG dibongkar dan dialihkan sepanjang lebih kurang 70 meter. Namun pengganti jalan tersebut hanya berupa hamparan batu kerikil tanpa pengerasan maupun pengecoran beton sebagaimana kondisi sebelumnya.
Sejumlah warga menilai kondisi itu tidak sebanding dengan fasilitas yang telah dikorbankan untuk kepentingan pembangunan proyek pemerintah.
“Kami mendukung program pemerintah, tetapi jangan sampai hak masyarakat diabaikan. Jalan yang sebelumnya sudah bagus dan permanen kini hanya tinggal kerikil. Saat hujan tentu akan menyulitkan pengguna jalan,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, jalan tersebut memiliki fungsi vital karena menjadi akses utama masyarakat menuju kebun serta jalur yang setiap hari dilalui para pelajar SMA yang berada di belakang kawasan gedung SPPG.
Warga khawatir apabila kondisi ini terus dibiarkan, akses transportasi masyarakat akan semakin terganggu, terutama saat musim penghujan yang berpotensi membuat jalan berlumpur dan sulit dilalui.
Masyarakat pun mempertanyakan komitmen pihak terkait dalam menyelesaikan dampak pembangunan proyek tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah maupun instansi pelaksana pembangunan segera memberikan kejelasan dan merealisasikan pembangunan kembali jalan yang telah dialihkan.
“Kalau memang jalan lama digunakan untuk pembangunan gedung, maka jalan penggantinya harus dibangun dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik. Jangan sampai masyarakat yang menanggung dampaknya,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana pembangunan maupun pemerintah terkait rencana pembangunan kembali jalan pengganti tersebut.
Masyarakat berharap keluhan ini segera mendapat perhatian, sehingga program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi warga sekitar.






























