PALI – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali mencuat. Warga mengaku harus mengantre hingga larut malam untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite. Kondisi tersebut disebut terjadi hampir setiap hari dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Salah seorang warga, Dodi, mengungkapkan bahwa antrean kendaraan yang mengular hingga malam hari menunjukkan perlunya evaluasi dari pihak pengelola SPBU. Menurutnya, sistem pelayanan dan pola antrean perlu diperbaiki agar tidak terus menimbulkan penumpukan kendaraan.
“Seharusnya pihak SPBU mencari pola antrean yang lebih baik supaya masyarakat tidak sampai menunggu hingga larut malam. Yang aneh, kondisi seperti ini terjadi hampir setiap hari,” ujar Dodi kepada wartawan, Kamis dini hari (25/6/2026).
Menurutnya, antrean panjang tidak hanya menyita waktu masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan mencari nafkah.
Selain persoalan antrean, masyarakat juga mempertanyakan ketersediaan Pertalite yang disebut sering habis pada siang hari. Padahal, Pertalite merupakan jenis BBM yang paling banyak digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah.
“Yang menjadi pertanyaan, kenapa siang hari Pertalite sering sudah habis. Padahal kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite sangat tinggi,” katanya.
Akibat stok Pertalite yang tidak tersedia, sebagian masyarakat terpaksa beralih menggunakan Pertamax yang memiliki harga lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi warga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
“Kami rakyat kecil terpaksa mengisi Pertamax jika Pertalite habis. Kalau isi Pertalite Rp20 ribu biasanya bisa dipakai sampai empat hari, sedangkan kalau Pertamax dengan nominal yang sama paling bertahan sekitar dua hari,” ungkapnya.
Fenomena antrean panjang yang terjadi hampir setiap hari serta keluhan mengenai ketersediaan Pertalite memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait sistem distribusi BBM dan manajemen pelayanan di SPBU tersebut. Warga berharap pihak pengelola dapat memberikan penjelasan secara terbuka serta mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang terus berulang.
Masyarakat juga meminta instansi terkait, termasuk Pertamina dan pemerintah daerah, melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut guna memastikan pelayanan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU yang dimaksud belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga mengenai antrean BBM dan ketersediaan Pertalite. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang.





























