Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

SOROTAN PESAN DI GRUP DAN KRITIK WARGA, PERLU KLARIFIKASI AGAR TAK MENIMBULKAN MULTITAFSIR

Kota Sukabumi – Beredarnya tangkapan layar percakapan yang menyebut kondisi fasilitas BPBD Kota Sukabumi, disertai unggahan terkait pemberitaan banjir di Jalan Santa, memunculkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Sejumlah warga menilai isi pesan tersebut dapat ditafsirkan sebagai bentuk sindiran bahkan terkesan mengarah pada ancaman terhadap pihak yang menyampaikan kritik.

Dalam pesan yang beredar, terdapat kalimat yang meminta maaf kepada rekan-rekan BPBD Kota Sukabumi dengan menyebut berbagai keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki. Pesan itu kemudian dikaitkan dengan pemberitaan mengenai banjir berulang yang menyebabkan kerugian warga, termasuk kendaraan terendam dan perabot rumah tangga hanyut.

Sebagian masyarakat mempertanyakan maksud dari pesan tersebut. Menurut mereka, kritik terhadap pelayanan publik dan penanganan banjir merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Karena itu, muncul kekhawatiran apabila kritik yang disampaikan warga atau media justru dianggap sebagai sesuatu yang harus ditelusuri atau dicari pihak yang menyampaikannya.

“Kalau memang ada kritik, sebaiknya dijawab dengan data dan penjelasan. Jangan sampai muncul kesan bahwa orang yang mengkritik akan dicari atau dipersoalkan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, terdapat pula pandangan yang menilai pesan tersebut belum tentu dimaksudkan sebagai ancaman. Beberapa pihak beranggapan kalimat itu bisa saja merupakan bentuk ungkapan kekecewaan atau curahan hati terkait keterbatasan fasilitas yang dihadapi petugas di lapangan.

Menurut mereka, personel BPBD maupun instansi teknis lainnya sering berada di garis depan saat terjadi bencana, sementara sarana pendukung yang tersedia belum tentu memadai. Karena itu, isi pesan tersebut perlu diklarifikasi langsung oleh pihak yang membuatnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Pengamat komunikasi publik menilai penggunaan media sosial maupun grup percakapan internal oleh pejabat atau aparatur pemerintah perlu dilakukan secara hati-hati. Pesan yang bersifat pribadi sekalipun dapat menimbulkan berbagai interpretasi ketika tersebar ke ruang publik.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga mengirimkan pesan tersebut mengenai maksud sebenarnya dari unggahan yang beredar. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

Terlepas dari polemik yang berkembang, berbagai pihak berharap persoalan banjir yang berulang di sejumlah titik Kota Sukabumi tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah. Warga menginginkan adanya solusi konkret terhadap permasalahan drainase dan penanganan banjir, sekaligus menjaga ruang kritik publik agar tetap berjalan secara sehat dan konstruktif.

Berita Terkait