30.2 C
Jakarta
Selasa, April 21, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Jember Selatan Bersatu Mengunci Barisan, Konsolidasi Akbar Jadi Titik Ledak: Ultimatum Keras “Tutup PT Imasco!”

Warta.in, Jember – Kesabaran warga Jember Selatan tampaknya telah mencapai batasnya. Dalam satu komando bernama Jember Selatan Bersatu (JSB), masyarakat dari 12 desa bersama MAKI Jawa Timur dan Laskar Jahanam Jember kini mengunci barisan, menyiapkan Konsolidasi Akbar yang disebut sebagai titik ledak perlawanan terhadap operasional PT Imasco.

Gerakan ini tidak lahir dari ruang kosong. Pada 17 April 2026, Ketua MAKI Jatim dan Ketua Laskar Jahanam Jember turun langsung ke tengah masyarakat. Dari pertemuan itu, mengemuka satu benang merah: akumulasi kekecewaan warga atas berbagai persoalan yang dinilai tak kunjung terselesaikan, mulai dari dampak lingkungan, terganggunya aktivitas warga, hingga janji perusahaan yang dianggap tak lebih dari sekadar retorika.

Alih-alih mereda, kondisi justru mengeras. Dalam waktu singkat, pada 18 April 2026, perwakilan warga dari 12 desa sepakat membentuk Jember Selatan Bersatu (JSB) sebuah konsolidasi kekuatan rakyat yang kini tidak lagi sekadar menyuarakan keluhan, tetapi menyatakan sikap perlawanan terbuka.

Konsolidasi Akbar yang dijadwalkan pada Minggu, 26 April 2026, di Lapangan Desa Kasiyan Timur (Lapangan Kapuran), Jember, diprediksi akan dihadiri ribuan warga. Agenda ini bukan sekadar forum silaturahmi, melainkan deklarasi sikap kolektif: warga tidak lagi ingin diabaikan.

Lebih dari itu, Konsolidasi Akbar disebut sebagai langkah final sebelum Aksi Demo Akbar digelar. Seluruh perangkat aksi kini tengah dimatangkan secara sistematis dan terukur. Arah gerakan pun dibuat terang, menekan hingga tercapai tuntutan utama: penghentian operasional PT Imasco.

MAKI Jatim dan Laskar Jahanam Jember menyatakan siap berdiri di garis depan. Seluruh struktur organisasi hingga satuan tugas akan dikerahkan untuk memastikan gerakan ini tidak terpecah dan tetap berada dalam satu komando perjuangan.

Tekanan juga mulai digeser ke level nasional. MAKI Jatim mengungkapkan telah membuka komunikasi dengan Komisi XII DPR RI serta Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, guna mendorong digelarnya Rapat Dengar Pendapat. Tujuannya jelas: membuka persoalan ini secara terang di hadapan publik nasional.

Tak berhenti di situ, langkah yang lebih agresif tengah disiapkan. Jaringan media nasional dan NGO di Jakarta mulai digerakkan untuk mengangkat isu ini menjadi perhatian luas. Bahkan, sebuah surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto tengah disiapkan sebagai bentuk tekanan langsung dari masyarakat yang merasa haknya diabaikan.

Di sisi lain, dorongan evaluasi terhadap legalitas perizinan PT Imasco juga menguat. Koordinasi dengan Komnas HAM RI serta kementerian terkait dilakukan untuk memastikan apakah seluruh proses perizinan telah berjalan sesuai ketentuan atau justru menyimpan persoalan serius yang selama ini luput dari pengawasan.

Di tengah memuncaknya situasi, satu hal menjadi semakin terang: kepercayaan warga terhadap PT Imasco terus runtuh. Janji-janji yang dulu disampaikan kini dipandang sebagai komitmen yang tidak pernah benar-benar diwujudkan.

Ketua MAKI Jatim, Heru, menegaskan bahwa fase ini bukan lagi sekadar penyampaian aspirasi.

“Ini adalah titik balik. Ini adalah ultimatum. Dalam barisan Jember Selatan Bersatu, kami tegaskan, perjuangan ini tidak akan berhenti di tengah jalan. Kami akan terus bergerak sampai ada kejelasan dan keadilan bagi masyarakat terdampak,” tegasnya.

 

Berita Terkait