TORAJA UTARA – Penutupan kembali lubang hasil pengerukan jalan Poros Rantepao-Makale di Bua Lembang Tallulolo Kecamatan Kesu’ kabupaten Toraja Utara hingga saat ini belum tuntas dilakukan oleh pihak ketiga dari perusahaan PT AJP, Senin (27/4/2026).
Hasil pengerukan jalan tersebut berdasarkan pantauan langsung pagi ini di sepanjang jalan poros Rantepao-Makale di Bua Lembang Tallulolo, sedikitnya masih ada sekira 5 titik yang belum ditutupi.
Bahkan lebih mengherankan 1 titik pengerukan tersebut yang berada pas di tikungan jalan tidak dipasangi rambu-rambu atau tanda peringatan yang bisa membahayakan pengendara pengguna jalan.
Hal ini saat dikonfirmasi langsung pagi ini via WhatsApp ke Unit Laka Satlantas Polres Toraja Utara, AIPDA Yohanis mengatakan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak perusahaan itu janjinya akan tuntas dalam 2 hari kerja
“Benar kawan, tadi saya lihat masih ada yang belum ditutupi dan itu ada pas di tikungan. Kerukan tidak terlalu dalam tapi cukup lebar mengambil sebagian badan jalan yang bisa menimbulkan kerawanan bagi pengguna jalan,” ucap AIPDA Yohanis.

Selain itu kata AIPDA Yohanis, pihaknya akan melakukan koordinasi ulang ke pihak PT AJP.
“Hari ini kami akan koordinasi dan konfirmasi ulang ke pihak perusahaan karena janjinya waktu koordinasi pertama pada hari Kamis tanggal 23 April 2026 bahwa akan tuntas dikerja dalam 2 hari. Berarti itu setidaknya hari Minggu tanggal kemarin itu sudah bersih tapi berdasarkan pantauan masih ada yang belum ditutupi,” ungkapnya.
Sebelumnya juga pada hari Minggu (26/4/2026) malam, saat dikonfirmasi via WhatsApp ke PPK 21 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Nobertin menyebutkan jika itu tetap akan ditutupi.
“Malam pak. Mereka akan tutup ji Pak, AMP mereka di Rantetayo ada kerusakan jadi tidak maksimal penutupannya, mohon kesabarannya,” singkat Nobertin.
Secara terpisah di hari yang sama, pihak perusahaan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa masih ada yang belum ditutupi karena material atau aspal yang digunakan tidak cukup.
“Iya pak, kemarin malam kami sampai jam setengah satu malam lakukan penutupan lubang dan masih ada beberapa yang belum ditutupi karena aspal tidak cukup kemarin,” kata Joel selaku GS PT AJP pada Minggu malam (26/4/2026).
Sebelumnya juga diketahui informasi melalui PPK 21 jika pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan telah melayangkan teguran kepada PT AJP untuk segera melakukan penutupan lubang jalan hasil pengerukan dengan tenggang waktu seminggu terhitung sejak tanggal 20 April 2026.






























