Kegiatan sosial tersebut kembali mengundang perhatian masyarakat Kota Gunungsitoli. Kepedulian Bang YD dinilai bukan sekadar pencitraan atau kepentingan politik,dengan adanya rasa kepedulian sesama
Kehadirannya justru dianggap sebagai bentuk ketulusan untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan hidup.
“Terima kasih kepada kawan-kawan Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli atas tali kasih yang diberikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan. Bang YD hanya bisa mendukung, hadir dengan hati, dan membersamai dalam setiap langkah kebaikan,” ujar Bang YD.
Bang YD dikenal luas sebagai salah satu tokoh masyarakat Kepulauan Nias yang kini berada di Jakarta. Meski jauh dari kampung halaman, kepeduliannya terhadap masyarakat Kota Gunungsitoli terus nyata dirasakan.
Selama ini, ia aktif membantu masyarakat melalui pemberian beras, biaya pendidikan, obat-obatan, modal usaha, bantuan bagi korban kebakaran, hingga bantuan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Bersama Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, Bang YD hadir di tengah rakyat ketika masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi.
“Masyarakat Kota Gunungsitoli sangat senang dengan kepedulian Bang YD. Mereka kagum dan semakin mencintai beliau karena selalu hadir membantu rakyat kecil,” kata Famos Harefa
Kegiatan pembagian sembako tersebut dipimpin oleh Dewan Pakar Gerakan Peduli, Ir Armin Telaumbanua, Ketua DPD Andi Mukhtar Telamvanua, Sekretaris DPD Famos Farefa ST, Bendahara Kakak Yustina Halawa, beserta jajaran pengurus lainnya.
Bantuan diberikan kepada masyarakat yang sebelumnya telah didata dan disurvei secara langsung. “Bantuan diberikan kepada warga Desa Moawo, kawasan Pelabuhan Lama dekat Kantor DPRD, Luaha Laraga Gunungsitoli Selatan, dan terakhir di Desa Humene, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi,” ungkap Armin.
Suasana haru tampak menyelimuti para keluarga penerima bantuan. Mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, terlebih kepada Bang YD yang meski berada di Jakarta tetap memikirkan masyarakat kecil di kampung halaman.
“Kami dari keluarga penerima bantuan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bang Yusman Dawolo. Semoga beliau mendapatkan balasan dari Allah, dipanjangkan umur, disehatkan selalu, dimurahkan rezeki, dan seluruh keluarga Bang YD selalu dalam lindungan Tuhan,” ujar salah seorang penerima bantuan dengan mata berkaca-kaca.
Ucapan tulus dari masyarakat itu membuat para pengurus Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli merasa terharu sekaligus semakin bersemangat untuk terus menebarkan kepedulian kepada rakyat yang membutuhkan.
Bagi para relawan Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, berbagi kepada sesama bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari kehidupan itu sendiri.
“Berbagi kepada sesama ibarat satu tarikan napas. Tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Berhenti berbagi, berarti napas juga telah berhenti,” tutup salah seorang pengurus penuh haru




























