Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Habiskan Dana Miliaran,Aset Jeruk Gerga diduga Hilang serta Laporan resmi Tak Terbit & 14 Kelompok Fiktif.

Warta.in – Lebong,Bengkulu.

Dugaan kelalaian pengelolaan aset negara kembali mencuat di Kabupaten Lebong. Alat Pengolahan Jeruk Gerga yang berada di Rumah Pabrik Pengolahan Jeruk Gerga, wilayah hukum Polsek Rimbo Pengadang, diduga hilang. Aset tersebut diketahui memiliki nilai anggaran hingga miliaran rupiah, Rabu, 8 Juli 2026.

Yang mengganjal, hingga saat ini Laporan Kehilangan resmi atas alat tersebut belum diterbitkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak dinas terkait hanya menyampaikan laporan secara lisan kepada Polsek Rimbo Pengadang.

Selain masalah aset, ditemukan pula kejanggalan pada data kelompok pengelola. Dari 15 kelompok yang terdaftar sebagai Kelompok Pengelola Rumah Pabrik Jeruk Gerga, 14 di antaranya diduga fiktif. Hanya 1 kelompok yang keberadaannya bisa ditelusuri.

Temuan Tim Media di Lapangan

  1. Nilai Aset.

Alat Pengolahan Jeruk Gerga merupakan aset negara dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.

  1. Status Laporan.

Tidak ada dokumen Laporan Kehilangan yang diterbitkan. Pelaporan ke Polsek Rimbo Pengadang dilakukan secara lisan.

  1. Data Kelompok Pengelola.

Dari 15 kelompok yang terdata, 14 kelompok diduga tidak nyata atau tidak aktif.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait akuntabilitas, transparansi, dan pengawasan terhadap aset serta program bantuan pemerintah di daerah.

Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum segera menindaklanjuti kasus ini:

  • Kejari Lebong agar segera melakukan penyelidikan dan verifikasi langsung ke lapangan.

  • Instansi terkait agar segera membuat Laporan Kehilangan secara administrasi dan hukum.

  • Dilakukan audit menyeluruh terhadap data kelompok pengelola agar tidak disalahgunakan.

Kami mendorong agar kasus ini ditangani secara terbuka dan tegas. Pengelolaan aset negara senilai miliaran rupiah wajib akuntabel agar tidak merugikan keuangan negara dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Kejari Lebong.

(Tim Red)

Berita Terkait