Nias Barat Sumut,Warta.in – Mantan Wakil Bupati Nias Barat periode 2021-2025, *Dr. Era-Era Hia, M.M., M.Si, menuding Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu* mengelak dari tanggung jawab. Ia membongkar bukti 3 surat resmi dan 5 chat WhatsApp yang tak dibalas selama 14 bulan terkait pengembalian mobil dinas milik negara.
Dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (30/7/2026), Era-Era Hia mengaku membutuhkan waktu *14 bulan* untuk mengembalikan 1 unit mobil dinas. Selama itu ia telah mengirim *3 surat resmi* kepada Bupati dan *5 kali chat WhatsApp* kepada pejabat Sekretariat Daerah, namun tidak pernah mendapat jawaban.
*”Saya sampaikan niat membeli mobil sesuai Permendagri No. 19 Tahun 2016. Itu sudah disetujui lisan. Tapi saat saya ajukan tertulis tanggal 5 Maret 2025, tidak pernah dijawab,”* ungkapnya.
Karena tidak ada kepastian, Era-Era Hia kemudian mengirim surat pengembalian pada *27 Oktober 2025*. Surat susulan kembali dikirim *6 April 2026* meminta OPD terkait berkoordinasi dengan istrinya untuk penjemputan. Keduanya juga diabaikan.
Ia pun mencoba jalur informal. Berdasarkan bukti WhatsApp yang dibeberkan, Era-Era Hia telah menghubungi Pj. Sekretaris Daerah pada 4 November 2025, 13 November 2025, dan 28 April 2026. Serta Plt. Kepala BPKAD pada 16 Maret 2026 dan 8 April 2026.
*”Isinya cuma satu: minta tolong difasilitasi pengembalian. Tapi dibaca, tidak dibalas,”* katanya.
Baru pada *28 April 2026*, Bagian Umum Sekretariat Daerah menghubungi keluarganya. Mobil dinas akhirnya bisa diserahkan.
Era-Era Hia menilai kejadian ini bukan sekadar soal aset.
*”Saya menduga ini sengaja ditunda-tunda agar nama baik saya jelek di tengah masyarakat. Ini pelecehan administrasi dan penghinaan terhadap pejabat yang sudah purna tugas,”* tegasnya.
Ia juga menyorot konteks lebih luas di Pemkab Nias Barat, yakni keterlambatan gaji P3K, tunjangan ASN, dan gaji aparat desa selama 7 bulan.
Hingga berita ini diterbitkan, *Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu*, Sekretariat Daerah, dan BPKAD belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan dan bukti WhatsApp tersebut. Upaya konfirmasi terus dilakukan.
Reporter: Redaksi Warta.in
–


























