Dinas Perkimsih Sukabumi: Di Antara Tekanan Publik dan Tuntutan Akuntabilitas
SUKABUMI — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkimsih) Kabupaten Sukabumi tengah menjadi sorotan publik. Derasnya kritik terhadap kinerja instansi tersebut memicu dinamika emosional di internal dinas sekaligus menuntut akuntabilitas kerja.
Kepala Dinas Perkimsih, Sendi, beserta jajarannya kini berada di bawah tekanan besar. Kondisi ini memantik simpati dari sejumlah warga maupun internal dinas. Mumud, seorang warga lokal, menyampaikan keprihatinannya atas tekanan yang terus mengarah kepada Kadis Perkimsih.
”Sebagai warga, tentu kita prihatin melihat kondisi beliau yang terus diserang secara intens. Bagaimanapun, sisi kemanusiaan dan stabilitas kepemimpinan perlu dijaga agar pelayanan tidak terganggu,” ujar Mumud.
Dukungan serupa datang dari Kepala Bidang Perkimsih, Abe. Ia berharap situasi sulit ini dapat segera mereda agar fokus kerja organisasi tidak terganggu.
”Kami tentu berharap badai ini bisa cepat usai. Fokus utama kami tetap pada penyelesaian program-program kerja untuk masyarakat, dan kami berusaha saling menguatkan di internal,” ungkap Abe.
Di sisi lain, maraknya kritik dari masyarakat dinilai sebagai bentuk kontrol sosial yang wajar terhadap kinerja pemerintah daerah. Sejumlah pemerhati pembangunan dan warga menegaskan bahwa evaluasi terhadap program serta anggaran Dinas Perkimsih harus tetap berjalan secara objektif dan transparan.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Perkimsih menyatakan komitmennya untuk tetap profesional, terbuka terhadap masukan konstruktif, dan siap menindaklanjuti evaluasi demi peningkatan kualitas infrastruktur pemukiman di Kabupaten Sukabumi.
Kini, masyarakat berharap proses evaluasi yang berlangsung mampu membuahkan solusi berimbang—menjaga kinerja dan integritas dinas tanpa mengabaikan aspirasi publik. (Alfi Yonimar)




























