RSUD Sekarwangi Diresmikan Menkes: Solusi Pasien Jantung dan Stroke di Sukabumi (Fokus pada manfaat utama)
Fasilitas Canggih RSUD Sekarwangi Resmi Beroperasi: Upaya Pangkas Rujukan dan Tantangan Pemerataan Akses

SUKABUMI — Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan empat fasilitas medis canggih di UOBK RSUD Sekarwangi, Cibadak, pada Rabu (12/8/2026). Keempat fasilitas tersebut meliputi Cath Lab (laboratorium kateterisasi), ICVCU (Intensive Cardiology Care Unit), CT Scan modern, dan Laboratorium Mikrobiologi.
Peresmian yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat penanganan darurat penyakit jantung, stroke, serta penyakit infeksi di tingkat kabupaten.

Direktur RSUD Sekarwangi, dr. Asep Suherman, M.Kes., menjelaskan bahwa keempat layanan mutakhir ini dirancang secara terintegrasi. Tujuannya adalah memangkas durasi penanganan medis pada kondisi kritis (golden period) bagi pasien jantung dan stroke.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan dan Pemprov Jawa Barat. Menurutnya, investasi teknologi medis ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam memenuhi hak kesehatan masyarakat.
”Ini langkah strategis untuk memperkuat jejaring rujukan nasional. Warga Sukabumi kini tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis berteknologi tinggi,” ujar Asep Japar.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan, penguatan RSUD Sekarwangi merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan nasional dengan target menyelesaikan 80 persen penanganan penyakit berat di tingkat kabupaten/kota.
”Penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan meminimalkan rujukan ke rumah sakit pusat di kota besar. Otomatis, beban biaya dan risiko keselamatan pasien selama perjalanan dapat ditekan,” tegas Menkes.
Di balik optimisme modernisasi fasilitas ini, sejumlah pengamat kebijakan publik dan praktisi kesehatan mengingatkan beberapa tantangan krusial agar pengoperasian alat-alat canggih tersebut tidak terbengkalai:
Ketersediaan Dokter Spesialis: Pengoperasian Cath Lab dan CT Scan secara penuh 24 jam membutuhkan dokter spesialis jantung intervensi, radiolog, dan sub-spesialis pendukung secara kontinu.
Aksesibilitas Geografis: Luasnya wilayah Kabupaten Sukabumi membuat pasien darurat dari wilayah selatan (seperti Surade atau Ciemas) masih harus menempuh perjalanan 3–4 jam untuk mencapai RSUD Sekarwangi di Cibadak.
Integrasi BPJS Kesehatan: Skema penjaminan untuk tindakan berbiaya tinggi seperti kateterisasi jantung dan perawatan ICVCU harus dipastikan berjalan lancar tanpa hambatan kuota atau klaim.
Anggaran Pemeliharaan (Maintenance): Alat medis berteknologi tinggi memerlukan biaya perawatan rutin dan kalibrasi secara berkala agar usia pakainya panjang dan tidak mangkrak.
Peresmian fasilitas medis di RSUD Sekarwangi menjadi babak baru pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi. Keberhasilan jangka panjang fasilitas ini kini bergantung pada komitmen manajemen dan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan tenaga medis, pemeliharaan alat, serta keterjangkauan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. (Alfi Yonimar)




























