Warta.in-Rejang Lebong,Bengkulu.
Dalam upaya menciptakan lingkungan akademis yang kondusif dan bebas dari potensi tindak kriminal, Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) menggelar kegiatan peningkatan karakter bagi para mahasiswa baru tahun akademik 2026. Acara yang mengusung tema “Mencegah Terjadinya Gangguan Kamtibmas di Lingkungan Kampus” ini berlangsung di aula kampus pada Kamis (3/9/2026) siang.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala P3MPM AKREL Rejang Lebong, Siti Lestari, S.Pi., M.Pi., dengan menghadirkan narasumber dari Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, AKP Singgih Wirastho, S.H.
Dalam pemaparannya di hadapan seluruh mahasiswa baru, AKP Singgih Wirastho menekankan pentingnya pemahaman mengenai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di area pendidikan tinggi. Menurutnya, lingkungan kampus yang ideal harus mampu memberikan rasa aman, tertib, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun tindakan kriminalitas.
“Gangguan kamtibmas di lingkungan kampus bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari yang konvensional seperti curat, curas, dan curanmor, hingga tawuran, penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual, hingga potensi gangguan di media sosial seperti cyberbullying dan penipuan beasiswa,” terang AKP Singgih.

Ia juga membedah sejumlah faktor kerawanan yang bersumber dari internal mahasiswa, manajemen kampus, pihak luar, hingga pengaruh media sosial. Dampak dari gangguan keamanan ini, lanjutnya, tidak hanya merugikan mahasiswa secara personal seperti trauma atau ancaman drop out (DO), tetapi juga dapat merusak reputasi institusi di mata masyarakat.
Sebagai langkah preventif, pihak Kepolisian terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas kampus, pembentukan Duta Kamtibmas, patroli dialogis, hingga penyediaan layanan pelaporan cepat melalui Call Center 110.
Di tempat yang sama, Siti Lestari mengungkapkan bahwa pembekalan ini bertujuan membentuk kedisiplinan dan kesadaran hukum bagi para penuntut ilmu yang baru menginjakkan kaki di dunia perkuliahan. Sinergi antara tiga elemen, yakni pihak kampus, mahasiswa, dan Kepolisian, menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas.
“Kami berharap mahasiswa baru AKREL tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Sebagai agent of change, mahasiswa harus berani menolak narkoba, bijak bermedia sosial, serta aktif menjaga ketertiban,” ujar Siti Lestari.
Rangkaian kegiatan peningkatan karakter tersebut berakhir pada pukul 14.45 WIB. Seluruh agenda berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta.
(Tim Redaksi)





























