Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Gelar Pesta Rakyat Ganda, Desa Betung Barat PALI Jadi Magnet Hiburan Lintas Kabupaten!

Warta.in//PALI, BETUNG BARAT – 7 September 2026, Kemeriahan luar biasa menyelimuti bumi serepat Serasan agraris Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Memasuki hari kedua pergelaran, suasana khidmat yang bersanding mesra dengan sukacita mendalam begitu terasa di tengah-tengah masyarakat.

Pemerintah Desa Betung Barat berhasil menyatukan dua momentum historis yang sangat monumental tahun ini, yakni Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus Hari Jadi Desa Betung Barat ke-33. Perpaduan dua hari besar ini melahirkan sebuah pesta rakyat yang tidak hanya spektakuler dan penuh warna, tetapi juga sarat akan nilai-nilai luhur kebersamaan serta gotong royong.

Acara yang dipusatkan di area strategis sekitar Kantor Kepala Desa Betung Barat ini mendadak berubah menjadi lautan manusia. Magnet hiburan yang disajikan terbukti ampuh tidak hanya memikat warga setempat, melainkan juga menyedot perhatian ribuan pasang mata dari desa-desa tetangga hingga luar kabupaten.

Strategi Kreatif “Jablai Cup”: Dari Candaan Menjadi Pemersatu Daerah Di antara sekian banyak rangkaian festival budaya dan perlombaan tradisional yang digelar, perhatian publik paling tersedot oleh sebuah kompetisi olahraga bola voli. Turnamen ini mendadak viral dan memicu perbincangan hangat lantaran mengusung nama yang nyentrik dan mengundang senyum penasaran: Turnamen Voli Jablai Cup.

Sempat memicu kasak-kusuk positif di tengah masyarakat karena namanya yang tidak biasa, panitia pelaksana dengan sigap dan cerdas meluruskan filosofi di baliknya. Kata “Jablai” yang mereka usung ternyata merupakan sebuah akronim dari sub-tema kompetisi, yaitu “Jangan Salah Menilai Cup”. Jargon menggelitik ini sengaja dipilih sebagai strategi kreatif untuk menarik perhatian massa sekaligus mencairkan ketegangan kompetisi.

Strategi tersebut terbukti genius. Turnamen ini menjelma menjadi kompetisi bergengsi tingkat regional. Tidak main-main, ajang ini diikuti oleh para atlet dan tim-tim tangguh dari tiga kabupaten/kota bertetangga, yaitu Muara Enim, Kota Prabumulih, dan Kabupaten PALI selaku tuan rumah.

Hadirnya rivalitas sehat antar-wilayah ini menyulap lapangan voli Betung Barat menjadi arena silaturahmi akbar demi mempererat tali persaudaraan rumpun melayu Sumatra Selatan. Antusiasme peserta tercatat sangat masif, dibuktikan dengan total pendaftaran yang menembus angka 29 tim putra, 27 tim putri, dan 9 tim putri junior.

Apresiasi Tinggi dari Kepala Desa untuk Staf Penggerak Kesuksesan besar yang berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga hari kedua ini memantik rasa bangga yang mendalam bagi pucuk pimpinan desa. Kepala Desa Betung Barat, Rozali, A.Md., secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran staf penggerak, organisasi pemuda Karang Taruna, panitia pelaksana, serta aparat keamanan setempat.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Desa, saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi penuh kepada seluruh elemen staf penggerak kegiatan ini. Tanpa adanya kerja keras yang tak kenal lelah, pengorbanan waktu, serta manajemen yang solid dari seluruh panitia, acara semegah ini tidak akan mungkin terwujud. Mengemas turnamen dengan pendekatan sekreatif ‘Jablai Cup’ membutuhkan keberanian inovasi yang luar biasa,” puji Rozali di hadapan awak media.

Kesan dan Pesan Mendalam untuk Masa Depan Desa, Di sela-sela riuhnya yel-yel pendukung dan dentuman smes di lapangan, Kades Rozali, A.Md., turut membagikan refleksi mendalam mengenai kesan dan pesannya atas pergelaran bersejarah ini.

“Saya sangat terharu sekaligus bangga melihat tingginya antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat. Kenyataan bahwa saudara-saudara kita dari Muara Enim dan Prabumulih sudi menempuh perjalanan jauh untuk datang dan bertanding di Betung Barat adalah bukti nyata bahwa olahraga merupakan instrumen pemersatu yang luar biasa. Menyaksikan Kantor Kepala Desa dipenuhi oleh senyum, tawa, dan semangat sportivitas dari lintas generasi adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya selaku kepala pemerintahan.”

“Melalui momentum ganda HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Desa Betung Barat ke-33 ini, saya berpesan kepada seluruh warga untuk terus merawat api semangat gotong royong ini. Jangan sampai kekompakan kita memudar setelah panggung ini dibongkar. Mari kita jadikan persatuan ini sebagai modal utama untuk terus membangun dan memajukan desa kita tercinta. Khusus untuk anak-anak kita di kategori putri junior, teruslah berlatih dengan giat. Dari lapangan tanah Betung Barat inilah, kita bermimpi dan berusaha melahirkan bibit-bibit atlet bola voli profesional yang kelak mampu mengharumkan nama Kabupaten PALI di kancah nasional.”

Hari kedua pesta rakyat Desa Betung Barat ini di sambut dengan sorak-sorai riuh dari para penonton yang memadati sisi lapangan saat menyaksikan pertandingan sengit di babak penyisihan. Kemeriahan, tawa, dan persaudaraan erat yang tercipta hari ini menjadi potret nyata bahwa sebuah desa mampu menciptakan panggung hiburan yang sehat, bernilai tinggi, dan membekas erat di hati masyarakat luas. (Randi)

Berita Terkait