PALI, Warta.in – Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa pagi (25/8/2026), Ketua Dewan Pimpinan wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatra Selatan, Dr. H. Heri Amalindo, M.M., menggelar kegiatan religius dan sosial yang menyentuh hati. Di tengah situasi daerah yang sedang dilanda musim kemarau ekstrem, Heri Amalindo mengajak masyarakat luas dan puluhan anak-anak panti asuhan untuk menggelar doa bersama meminta diturunkannya hujan (Istisqa) kepada Allah SWT.

Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pagi hari ini diawali dengan pembacaan salawat nabi dan pemaknaan kembali akhlak Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi alam semesta (Rahmatan lil ‘Alamin). Momentum sakral ini kemudian dilanjutkan dengan zikir bersama dan doa khusus agar bumi Sumatra Selatan segera dibasahi hujan guna mengakhiri kekeringan yang kian meluas.
Dalam sambutannya, Dr. H. Heri Amalindo, M.M., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini harus menjadi refleksi kepedulian sosial dan spiritual. Menghadapi ujian berupa kemarau panjang, mengetuk pintu langit bersama anak-anak yatim piatu diyakini sebagai ikhtiar batin yang sangat kuat.

“Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk mengingat sejarah kelahiran baginda Nabi, tetapi meneladani sifat beliau yang penuh kasih sayang kepada sesama dan lingkungan. Saat ini, wilayah kita sedang diuji dengan kekeringan dan kemarau yang panjang. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat, didampingi anak-anak kita dari panti asuhan yang doanya insyaallah diijabah, untuk bersama-sama bersujud dan memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang berkah dan membawa kesuburan kembali,” ujar Heri Amalindo.
Beliau juga menghimbau Terkait Waspada Kebakaran Lahan Tidak hanya fokus pada ikhtiar spiritual, tokoh pemuda dan politik Sumsel ini juga memberikan perhatian penuh pada langkah-langkah preventif di lapangan. Mengingat kondisi semak belukar dan lahan yang sangat kering di berbagai wilayah Sumatra Selatan, Heri Amalindo mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemilik lahan.

Ia juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap penggunaan api sekecil apa pun di area terbuka. Tindakan kecerobohan seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar sangat dilarang karena berpotensi memicu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang fatal.
“Kondisi alam kita saat ini sangat rentan. Udara panas dan angin kencang membuat api sekecil apa pun bisa menjadi bencana besar dalam sekejap. Saya menghimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, terutama yang memiliki lahan kering, mari saling menjaga. Jangan ada yang mencoba-coba membakar rumput atau sampah tanpa pengawasan, apalagi membuka lahan dengan api. Mari kita jaga bersama lingkungan di daerah kita masing-masing demi keselamatan anak cucu kita,” tegasnya.
Ketua DPW PSI Sumatra Selatan Heri Amalindo juga berharap agar seluruh kader di tingkat kabupaten/kota dapat menjadi pelopor di lingkungan masing-masing dalam mengedukasi warga terkait pencegahan kebakaran serta aktif membantu penyaluran air bersih bagi wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan paling parah. Acara peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan pemberian santunan dan makan bersama anak-anak panti asuhan.
Rilis:(Randi)































