Warta.in//PALI, 22 Juni 2026 – Suasana Aula Kantor Camat Talang Ubi tampak dinamis pada Senin siang. Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat memastikan proyek strategis nasional berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PALI, Kartika Yanti, S.H., M.H., memimpin langsung rapat sosialisasi krusial terkait kegiatan Survei Seismik 3D Peony yang diinisiasi oleh kolaborasi PT BGP Indonesia dan PT Pertamina EP.
Hingga berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung hangat dengan agenda utama diskusi dua arah. Manajemen perusahaan, pemerintah daerah, dan unsur pemangku kebijakan lintas instansi duduk bersama mematangkan persiapan lapangan.
Pembahasan difokuskan secara mendalam pada tiga poin utama: sinkronisasi teknis lapangan, mitigasi dampak lingkungan, serta pemetaan wilayah sosial. Langkah ini diambil guna menjamin operasional seismik tidak mengganggu stabilitas hidup masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.Kehadiran para pemangku kebijakan dari berbagai sektor dalam rapat ini mempertegas pentingnya kolaborasi multipihak.
Tercatat hadir dalam pertemuan tersebut:Unsur Pemkab PALI & OPD: Sekda Kartika Yanti, pejabat instansi teknis lingkungan hidup dan ekonomi, serta Camat Talang Ubi, Atmo Maryono, S.H.Unsur Hukum & Keamanan: Perwakilan Kepolisian (Polri), Kejaksaan Negeri (Kejari) PALI, dan perwakilan TNI dari Kodim Muara Enim.
Unsur Pemerintah Desa & Kelurahan: Para Kepala Desa (Kades) dan Lurah dari wilayah operasional, meliputi Kelurahan Handayani Mulya, Talang Ubi Timur, Talang Ubi Utara, Desa Talang Akar, Suka Damai, Suka Maju, Sungai Ibul, Karta Dewa, hingga Desa Tambak.Dalam arahannya, Sekda Kartika Yanti menekankan pentingnya keterbukaan informasi.
Beliau meminta PT BGP Indonesia untuk benar-benar menjalankan komunikasi yang transparan kepada warga setempat.“Pemerintah Kabupaten PALI mendukung penuh proyek strategis nasional ini. Namun, setiap tahapan harus dikoordinasikan dengan baik, menjaga kondusivitas, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” tegas Kartika Yanti di hadapan peserta rapat.Diskusi dua arah saat ini masih terus berjalan produktif.
Para perwakilan desa dan kelurahan diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, serta mengajukan pertanyaan teknis langsung kepada pihak perusahaan demi kelancaran operasional di wilayah mereka masing-masing.
Muhamad Randi: (Tim)






























