Warta.in, Purwakarta – Belum hilang dari ingatan publik terkait kisruh dan dinamika kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purwakarta, kini sorotan kembali mengarah kepada lembaga tersebut.
Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada mekanisme pengalokasian dana hibah pembinaan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp800 juta yang diperuntukkan bagi persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Sejumlah pengurus Cabang Olahraga (Cabor) mengeluhkan minimnya anggaran operasional yang diterima untuk mendukung program pembinaan dan persiapan atlet.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, besaran dana yang dialokasikan kepada masing-masing cabor disebut bervariasi cukup signifikan, mulai dari Rp5 juta, Rp6,5 juta, Rp20 juta hingga Rp30 juta.
Selain itu, muncul keluhan dari kalangan atlet terkait besaran dana persiapan yang diterima. Beberapa atlet berprestasi dilaporkan hanya memperoleh uang persiapan sekitar Rp500 ribu per orang. Sementara atlet nonprestasi disebut menerima Rp350 ribu per atlet. Bahkan terdapat informasi mengenai adanya pemotongan sebesar Rp50 ribu per atlet, sehingga memunculkan dugaan adanya selisih dana yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran sejumlah pihak mengenai optimalisasi persiapan atlet di tengah target prestasi yang dibebankan kepada mereka pada ajang Porprov mendatang.
Disporaparbud Purwakarta Tegaskan Dana Sudah Disalurkan
Pihak Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta mengonfirmasi bahwa dana hibah sebesar Rp800 juta telah disalurkan sepenuhnya kepada KONI Purwakarta sebagai lembaga yang berwenang mengelola pembinaan olahraga prestasi di daerah.
“Anggaran sebesar Rp800 juta sudah diserahkan ke KONI Purwakarta sesuai dengan pengajuan awal. Terkait teknis alokasi dan pembagian ke setiap cabor, hal tersebut sepenuhnya merupakan ranah kebijakan dan kewenangan internal KONI,” ujar salah satu sumber di lingkungan dinas yang enggan disebutkan namanya.
Pengurus Cabor Harapkan Keterbukaan Alokasi Anggaran
Di sisi lain, sejumlah pengurus cabang olahraga berharap adanya keterbukaan informasi mengenai dasar penentuan besaran anggaran yang diterima masing-masing cabor.
Salah seorang pengurus cabor mengungkapkan bahwa alokasi dana yang diterima dinilai belum sebanding dengan kebutuhan pembinaan atlet menjelang Porprov.
“Cabor kami sejauh ini diplot menerima Rp5 juta, dan itu pun masih dalam proses administrasi rekening pencairan. Kami berharap ada transparansi terkait rincian alokasinya, sebab dana tersebut sangat krusial untuk pembinaan dan pelatihan intensif menjelang Porprov,” ujarnya.
Para atlet dan tim pelatih juga berharap adanya kejelasan mengenai pemenuhan kebutuhan penunjang latihan, seperti vitamin, suplemen, transportasi, serta fasilitas pendukung lainnya guna menunjang performa atlet selama masa persiapan.
Menjadi Ujian Profesionalisme KONI
Persiapan menuju Porprov Jawa Barat XV menjadi momentum penting bagi olahraga Purwakarta untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di tingkat provinsi. Meski para atlet selama ini dikenal memiliki semangat juang tinggi dan kerap mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan, dukungan pembinaan yang transparan, tepat sasaran, dan akuntabel dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KONI Kabupaten Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait rincian penggunaan maupun mekanisme distribusi dana hibah sebesar Rp800 juta tersebut. Masyarakat, insan olahraga, dan para pelaku pembinaan atlet pun masih menantikan penjelasan resmi guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah publik.































