Rapor Merah Dewan Pendidikan Subang: Kinerja Nihil, Anggaran Gelap
Warta In Jabar | SUBANG , Angkatan Muda Subang (18/05/2026) – Kinerja dan transparansi anggaran Dewan Pendidikan Kabupaten Subang kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, dialog terbuka yang digelar bersama Angkatan Muda Subang (AMS) dinilai gagal memberikan jawaban konkret dan transparan terkait polemik yang berkembang di masyarakat.
Dalam forum tersebut, AMS Kabupaten Subang menyoroti dua raport merah utama:
Evaluasi Kinerja: Minimnya capaian nyata dan bentuk kerja konkret Dewan Pendidikan Kabupaten Subang selama satu tahun terakhir.
Dugaan Double Budgeting: Ketidakjelasan pengelolaan dana yang bersumber dari APBD Pemkab Subang sebesar Rp500 juta, serta dugaan tumpang tindih dengan kucuran dana CSR Bank BJB senilai Rp280 juta.
Bukannya memberikan klarifikasi yang benderang, perwakilan Dewan Pendidikan yang hadir justru memilih bungkam dan gagal merinci realisasi anggaran maupun capaian program kerja mereka di hadapan publik.
Ketua Dewan Pendidikan Mangkir, Anggaran Jadi Misteri
Ketua AMS Kabupaten Subang, Iqbal Maulana, menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas sikap elitis pengurus Dewan Pendidikan. Kekecewaan ini diperparah dengan mangkirnya Ketua Dewan Pendidikan secara langsung dalam dialog tersebut.
“Hasil dialog kemarin adalah bukti nyata rapor merah. Kinerja satu tahun tidak bisa dijelaskan, sementara mereka mengelola anggaran yang sangat signifikan. Kasus dugaan double budgeting ini sungguh miris bagi dunia pendidikan di Kabupaten Subang,” tegas Iqbal.
Menurut Iqbal, sikap tertutup ini justru memperkuat kecurigaan publik atas adanya penyelewengan dana.
“Jika memang pengelolaan anggarannya bersih, mengapa harus takut membuka data secara terang-benderang? Ketidakmauan untuk transparan ini jelas memicu pertanyaan besar,” lanjutnya.
Desak Audit Investigatif BPK dan Ancaman Demo Susulan
Merespons kebuntuan ini, AMS Kabupaten Subang secara resmi mendesak Inspektorat Daerah (Irda) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap seluruh pos anggaran Dewan Pendidikan Kabupaten Subang.
Sebagai bentuk pengawalan hak publik, AMS menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka berkomitmen untuk kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar.
“Kami tidak akan berhenti di sini. AMS akan segera menggelar aksi demonstrasi lanjutan secara masif sampai seluruh tuntutan masyarakat dipenuhi dan aliran dana tersebut dipertanggungjawabkan secara hukum,” pungkas Iqbal.





























