Warta.in//PALI – kamis, (17 September 2026), Guna mengenalkan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata bagi kemandirian desa, Pertamina EP (PEP) Adera Field yang masuk dalam Zona 4 Subholding Upstream Pertamina menggelar kegiatan Media Field Trip. Kegiatan ini mengajak puluhan jurnalis meninjau langsung program PERMATA (Pertanian Mandiri Desa Tangguh) yang berlokasi di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Melalui program PERMATA, Pertamina berhasil mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian pangan, penguatan ekonomi lokal, sekaligus pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Dalam sesi Gallery Walk interaktif bersama awak media, hadir sebagai narasumber utama Iwan Ridwan Faizal selaku Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Dedi Zikrian selaku Senior Officer CID Zona 4, serta Sarbeni, sosok local hero ketua Kelompok Tani Barokah Desa Pengabuan.
Dalam pemaparannya di hadapan para jurnalis, Iwan Ridwan Faizal menjelaskan bahwa PERMATA bukan sekadar program bantuan sosial konvensional, melainkan sebuah ekosistem holistik dari hulu ke hilir. Program ini dirancang untuk memacu kemandirian pangan, menguatkan ekonomi pedesaan, serta menjaga kelestarian alam secara sirkular.
“Melalui program PERMATA di Desa Pengabuan ini, kami mendorong kelompok masyarakat untuk naik kelas. Kami memfasilitasi pemanfaatan hasil samping pertanian (limbah) menjadi produk bernilai tambah tinggi, sehingga tercipta ketahanan ekonomi baru bagi warga desa,” ujar Iwan Ridwan Faizal.

Tren Positif Kinerja Pertanian (2024–2026)Pada sesi penjelasan infografis di lokasi field trip, Dedi Zikrian memaparkan data pertumbuhan kinerja pertanian padi di Desa Pengabuan yang sangat signifikan dari tahun 2024 hingga target tahun 2026. Dari luasan lahan binaan yang semula 18 hektare (ha) pada tahun 2024, kini telah merambah hingga 22 ha pada tahun 2025, dan diproyeksikan mencapai 27 ha pada tahun 2026 (tren positif sebesar +50%).
Tidak hanya perluasan lahan, produktivitas rata-rata pertanian juga melonjak tajam:Produktivitas: Meningkat dari 4,0 ton/ha (2024) menjadi 5,1 ton/ha (2025), dan ditargetkan menyentuh 6,2 ton/ha pada 2026 (naik +55%).Total Gabah per Tahun: Melompat dari 72 ton menjadi 112 ton, dengan target 167 ton pada 2026 (naik +132%).
Setara Beras (Konversi 70%): Dari 50 ton (2024) meningkat pesat ke 78 ton (2025), dan ditargetkan mencapai 117 ton pada tahun 2026 (naik +134%).“Pertumbuhan angka ini menjadi bukti konkret efektivitas pendampingan yang kami lakukan di lapangan. Dengan peningkatan hasil panen yang lebih dari dua kali lipat, kesejahteraan petani binaan di Desa Pengabuan otomatis ikut terangkat,” ungkap Dedi Zikrian.

Cerita Keberhasilan Lapangan dari Sang ‘Local Hero’Manfaat nyata dari lonjakan produktivitas tersebut disaksikan langsung oleh media melalui penuturan Sarbeni, local hero Kelompok Tani Barokah Desa Pengabuan. Ia membagikan kisahnya mengenai transformasi cara bertani masyarakat setelah mendapatkan intervensi dan pendampingan dari Pertamina EP Adera Field.
“Kehadiran program PERMATA benar-benar mengubah cara pandang kami. Kami diajarkan cara mengelola lahan yang lebih modern, mengenali potensi varietas lokal unggulan, hingga menangani kendala hama secara ramah lingkungan. Anggota kelompok tani kini jauh lebih solid dan bersemangat karena hasil panen terus meningkat dari tahun ke tahun,” jelas Sarbeni dengan penuh optimisme di hadapan para jurnalis.
Sarbeni juga menambahkan bahwa bantuan modal pengetahuan dan alat pasca-panen telah membuka peluang baru bagi kelompoknya. “Dulu kami hanya menjual gabah mentah dengan harga murah. Sekarang, berkat Pertamina, kami bisa mengolahnya sendiri menjadi beras kemasan berkualitas yang bernilai jual lebih tinggi di pasar,” tambahnya.
Mengangkat Potensi Padi Srai: Varietas Lokal Unggulan Desa Pengabuan Salah satu pilar utama dalam kesuksesan kelompok yang dipimpin Sarbeni adalah optimalisasi Padi Srai, varietas padi lokal asli yang telah dibudidayakan oleh masyarakat Desa Pengabuan sejak tahun 1991. Dinamai “Padi Srai” karena karakteristik pertumbuhannya yang menyerupai serai dengan jumlah anakan yang sangat melimpah, yakni berkisar antara 25 hingga 50 batang per rumpun, bahkan bisa lebih.
Padi Srai memiliki keunggulan komparatif yang tinggi, di antaranya tahan terhadap hawar daun dan blas, agak tahan terhadap hama wereng dan tungro, serta sangat cocok ditanam di sawah tadah hujan maupun irigasi. Varietas lokal ini diadopsi penuh dalam program PERMATA sebagai bagian dari upaya menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Inovasi Produk Turunan dan Pertanian Sirkular Dalam kunjungan lapangan tersebut, awak media juga diajak melihat langsung ekosistem pertanian sirkular melalui Pemanfaatan Limbah Jerami. Jerami pasca-panen tidak lagi dibakar yang memicu polusi, melainkan diolah kembali menjadi pakan ternak rumniansia serta difermentasi menjadi Biofoam (wadah ramah lingkungan).
Di sektor hilir, hilirisasi produk pertanian dikelola secara kreatif oleh kelompok perempuan dan kelompok tani lokal:Produk KWT Selaras Alam: Mengolah produk herbal dari TOSGA (Tanaman Obat Sehat Hari Ini, Lestari Esok Nanti) menjadi minuman herbal instan siap saji (seperti wedang cangkring, jahe, dan kunyit asam).
Produk Kelompok Tani Barokah: Di bawah komando Sarbeni, kelompok ini memproduksi beras lokal premium kemasan bermerek (seperti Mentik, Ngace, dan Padi Srai original) yang memberi nilai tambah ekonomi langsung bagi rumah tangga petani setempat.
Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)Melalui kerangka kerja NEWS Framework (Nature, Economy, Wellbeing, Society), program PERMATA Desa Pengabuan berkontribusi nyata pada pencapaian beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).
Dengan digelarnya Media Field Trip ini, Pertamina EP Adera Field berharap sinergi bersama media dapat terus menggaungkan cerita-cerita sukses dari daerah, sekaligus menginspirasi replikasi program serupa demi terwujudnya desa-desa tangguh baru yang mandiri secara ekonomi dan lestari secara lingkungan di seluruh Indonesia.
Rilis: Randi






























