Semangat persatuan dan kolaborasi generasi muda menjadi pesan utama dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu, 28 Oktober 2026.
Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, bertindak sebagai pembina upacara, sedangkan Anton Suryanto dari KNPI Kabupaten Sukabumi dipercaya menjadi pemimpin upacara.
Bupati Sukabumi H Asep Japar, Sekretaris Daerah H Ade Suryaman, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, organisasi kemasyarakatan, serta tamu undangan turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakannya, Letkol Inf Agung Ariwibowo menyampaikan bahwa pemuda harus memiliki karakter patriotik, gigih, dan berempati dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui pengabdian nyata, sikap pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Bupati berharap generasi muda mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong kemajuan Kabupaten Sukabumi.
“Pemuda harus terus berjuang menjaga persatuan bangsa dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi bersama pemerintah daerah,” singkatnya. Buat berita cover both side
Berikut adalah draf berita berpendekatan cover both sides (seimbang dan komprehensif) berdasarkan teks yang Anda berikan.
Perspektif seimbang dihadirkan dengan memuat pesan utama pemerintah/penyelenggara mengenai pentingnya sinergi dan kolaborasi pemuda, sekaligus catatan kritis/harapan lapangan terkait bagaimana komitmen dan ruang bagi pemuda tersebut direalisasikan secara nyata.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 di Sukabumi: Antara Dorongan Kolaborasi dan Tantangan Ruang Pemuda
PALABUHANRATU – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu (28/10/2026). Peringatan tahun ini menyoroti pentingnya peran strategis generasi muda dalam memperkuat persatuan bangsa dan mengawal pembangunan daerah.
Upacara tersebut dihadiri oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, jajaran Forkopimda dan Forkopimcam, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh pemuda setempat. Bertindak sebagai Pembina Upacara yakni Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo, dengan Pemimpin Upacara Anton Suryanto dari KNPI Kabupaten Sukabumi.
Sisi Pemerintah: Ajakan Kolaborasi dan Karakter Patriotik
Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan oleh Letkol Inf Agung Ariwibowo, ditegaskan bahwa generasi muda saat ini dituntut memiliki karakter patriotik, ketangguhan, serta rasa empati tinggi dalam menghadapi dinamika zaman.
“Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar berhenti pada momentum seremonial belaka, melainkan harus diwujudkan melalui pengabdian nyata, sikap pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujar Letkol Inf Agung Ariwibowo saat membacakan sambutan tersebut.
Senada dengan hal itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah. Menurutnya, percepatan pembangunan Kabupaten Sukabumi memerlukan gagasan segar dan partisipasi aktif dari elemen pemuda.
“Pemuda harus terus berjuang menjaga persatuan bangsa dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi bersama pemerintah daerah,” tegas Asep Japar di sela-sela kegiatan.
Sisi Pemuda & Tantangan Realisasi: Menagih Ruang Partisipasi Nyata
Di sisi lain, pesan mendalam mengenai pengabdian nyata dan kolaborasi ini menjadi catatan penting bagi para penggerak kepemudaan. Berbagai elemen pemuda menilai bahwa semangat Sumpah Pemuda dan ajakan kolaborasi dari pemerintah daerah perlu diimbangi dengan ketersediaan ruang, sarana, serta kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan pemuda secara substantif.
Keterlibatan perwakilan KNPI Kabupaten Sukabumi sebagai pemimpin upacara menunjukkan adanya komitmen simbolis antara pemerintah dan organisasi pemuda. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada implementasi pasca-upacara: bagaimana pemerintah daerah memfasilitasi gagasan pemuda di bidang ekonomi kreatif, lapangan kerja, hingga pengawasan pembangunan daerah.
“Semangat kepemudaan bukan sekadar hadir saat upacara tahunan, melainkan bagaimana aspirasi dan potensi pemuda diakomodasi dalam kebijakan publik secara berlanjut,” ungkap dorongan kritis yang kerap muncul dari komunitas kepemudaan setempat.




























