Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Proyek Rehab Sekolah di Subang banyak Dikuasai Pemborong Luar Daerah,

Proyek Rehab Sekolah di Subang banyak Dikuasai Pemborong Luar Daerah, Sekdis Disdik Sebut Kontraktor Lokal “Belum Siap”, Publik Meradang.

SUBANG, Warta In, Fenomena maraknya pemborong atau pelaksana konstruksi dari luar Kabupaten Subang yang mengerjakan proyek rehabilitasi sekolah, baik tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Subang, menjadi sorotan dan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

Pertanyaannya sederhana, Kemana pemborong lokal Subang ? Apakah mereka gulung tikar, berhenti beroperasi, atau tidak lagi memperpanjang Sertifikat Badan Usaha (SBU) miliknya ?.

Kondisi ini dinilai janggal. Pasalnya, proyek rehabilitasi sekolah yang bersumber dari uang rakyat seharusnya menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat lokal, bukan malah menjadi ladang rezeki bagi kontraktor dari luar daerah.

Salah seorang aktivis Subang, Andri Gondrong, mengungkapkan kekesalannya. Menurutnya, secara aturan memang sah-sah saja pemborong dari mana pun mengerjakan proyek di Subang selama memenuhi ketentuan. Namun ada etika dan keberpihakan yang harus diutamakan.

“Sebetulnya sah-sah saja dari manapun pelaksananya, asal memenuhi ketentuan. Tapi kan ada yang namanya muatan lokal. Putra daerah harus lebih diutamakan. Karena kalau keuntungan itu dinikmati pemborong lokal, uangnya akan berputar lagi di Subang. Ini menambah daya beli masyarakat secara tidak langsung,” tegas Andri kepada Warta In.

Pernyataan Sekdis Tuai Polemik.

Yang lebih menggelitik dan menimbulkan polemik adalah pernyataan dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Apud Setiawan.

Saat ditemui Warta In di kantornya, Senin (21/09/2026), Apud dengan enteng melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan kapasitas kontraktor lokal.

“Mungkin saja para pemborong di Subang belum siap,” ujar Apud singkat.

Pernyataan tersebut sontak menuai reaksi. Apa dasar Apud menyebut kontraktor Subang belum siap ?Apakah Dinas Pendidikan telah melakukan kajian atau pemetaan terhadap kemampuan kontraktor lokal ? atau ini hanya sekedar asumsi untuk menutupi lemahnya keberpihakan terhadap pengusaha lokal ?.

Padahal, di Kabupaten Subang sendiri tercatat puluhan bahkan ratusan kontraktor lokal yang memiliki SBU konstruksi dan selama ini menggantungkan hidup dari proyek-proyek pemerintah daerah.

Sikap Dinas Pendidikan yang terkesan apatis terhadap nasib kontraktor lokal ini sangat disayangkan. Di saat pemerintah pusat gencar menggaungkan penggunaan produk dan jasa lokal untuk mendongkrak ekonomi daerah, justru di Subang potensinya dibiarkan diambil orang luar.

Hingga berita ini diturunkan, Warta In masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Subang terkait fenomena tersingkirnya kontraktor lokal dalam proyek rehab sekolah tersebut.
(Boby Chengos)

Berita Terkait