Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Soroti Dominasi Pengusaha Luar, Ketua Kadin : Beri Ruang Lebih Untuk Pengusaha Lokal.

SUBANG, Warta In, Isu dominasi pengusaha konstruksi dari luar daerah yang memborong proyek-proyek di Kabupaten Subang, khususnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pendidikan (Disdik), tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pengusaha lokal.

 

Menanggapi gonjang-ganjing tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Subang, Ir. H. Agup Prabanta, akhirnya angkat bicara.

 

Ia mengaku prihatin jika fenomena tersebut benar terjadi. Menurutnya, Kadin sebagai rumah besar para pengusaha memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi pengusaha daerah.

 

kalau memang fenomenanya seperti itu, Kadin sebagai rumahnya pengusaha sangat prihatin. Walaupun pada dasarnya itu boleh-boleh saja dan dibenarkan secara aturan asal melalui mekanisme lelang yang telah ditetapkan,” ujar Agus kepada Warta In, di ruang kerja nya rabu, (30-09/2026)

 

Namun, lanjut Agus, akan jauh lebih baik dan berkeadilan jika pengusaha lokal diberi ruang dan peran yang lebih besar dalam pembangunan di daerahnya sendiri.

 

Alangkah baiknya pengusaha lokal yang lebih banyak berperan serta, Kenapa ? Karena kalau pengusaha lokal yang mengerjakan, multiplier effect-nya akan kembali ke daerah kita. Mereka akan ikut menggerakkan UMKM, mulai dari mempekerjakan mandor lokal, tukang lokal, warung-warung material lokal, dan tenaga kerja lainnya. Uangnya berputar di Subang, bukan dibawa keluar, tegasnya.

 

Agup menilai, keterlibatan pengusaha lokal bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga soal rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kualitas pembangunan di Subang.

 

Siap Jembatani Komunikasi dengan Dinas.

 

Ketika ditanya langkah konkret Kadin untuk mengatasi persoalan tersebut, Agus mengaku akan segera mengambil langkah komunikasi aktif.

 

“Kita akan segera berkomunikasi dengan para Kepala Dinas terkait, mungkin juga dengan asosiasi-asosiasi jasa konstruksi seperti Gapensi, Gapeksindo, dan lainnya untuk sharing dan mencari solusi terbaik,” ungkapnya.

 

Ia menyayangkan minimnya komunikasi antara pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait dengan Asosiasi kontruksi, pembinaan terhadap jasa kontruksi pun selama ini Asosiasi tidak dilbatkan, untuk itu kedepan Kadin siap menjebatanni sebagai mitra strategis pemerintah.

 

“Memang Saat ini kita minim komunikasi. Padahal kalau kita diundang oleh salah satu dinas untuk membahas, umpama tentang perencanaan pembangunan, tentang kualifikasi pengusaha lokal, kita siap. Kadin siap bersinergi, Kadin siap membantu pemerintahan” pungkasnya.

 

Ia berharap ke depan ada kebijakan afirmatif yang berpihak pada pengusaha lokal tanpa menabrak aturan pengadaan barang dan jasa yang berlaku, demi kemajuan ekonomi Kabupaten Subang.

(Boby Chengos)

Berita Terkait