Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Diduga Kejar Cuan MBG, Camat Alasa Talumuzoi Tinggalkan Rakyatnya

Alasa Talumuzoi, Nias Utara Warta.in. 18 Juli 2026 — Meja kosong. Kursi kosong. Stempel entah di mana.
Itulah potret `Kantor Camat Alasa Talumuzoi` di jam kerja. Pelayanan untuk rakyat diduga mati suri.

Penyebabnya? Diduga camat lebih sibuk mengejar cuan dapur `MBG` daripada melayani warga.

`Rakyat Antri, Camat Herianto Hulu, SE, MM,Sibuk `
“Datang dari desa, ongkos habis. Sampai kantor… kosong. Katanya Pak Camat lagi di dapur MBG,” keluh seorang warga dengan mata berkaca-kaca, Jumat `18 Juli 2026`.

Bagi warga miskin, 1 hari urus surat itu artinya 1 hari tidak kerja. 1 hari tidak makan.
Tapi pelayanan dasar mereka diduga dikorbankan demi bisnis.

Diduga kuat ini melanggar `PP Nomor 94 Tahun 2021`. ASN dilarang jadi pengusaha. Apalagi sampai mengabaikan sumpah jabatannya.

Staf Ikut Hanyut`
Bukan hanya pimpinan. Staf juga diduga ikut-ikutan tidak masuk. Anehnya, absensi diduga tetap “hijau”.
“Rakyat dibiarkan sakit. Tapi gaji tetap jalan. Ada apa ini?” tanya warga penuh kecewa.

`Cari Klarifikasi, Pintu Tertutup`
Saat `warta.in.` datangi kantor, tidak ada satupun pejabat yang berani buka suara. Diduga bungkam.

Tangis Warga: “Copot Saja Pak”` Herianto Hulu, SE, MM,
“Kami tidak butuh camat pengusaha. Kami butuh camat yang mau duduk dengar keluh kami. Kalau tidak sanggup melayani, mundur saja. Jangan siksa kami,” ucap warga lirih.

Hingga berita ini tayang, `Bupati Nias Utara` dan `Inspektorat` didesak turun. Sebelum ada lagi anak yang stunting karena orang tuanya sibuk urus surat yang tak pernah selesai.

Editor.SH.

Berita Terkait