33.6 C
Jakarta
Sabtu, Mei 9, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

*Mengurai Sejumlah Program dan Gagasan Pemikiran GMRI Pada Diskusi Rutin Kamis, 7 Mei 2026*

*Mengurai Sejumlah Program dan Gagasan Pemikiran GMRI Pada Diskusi Rutin Kamis, 7 Mei 2026*

Warta.in – Indonesia memerlukan “Sosok Bapak Bangsa” yang dapat menjadi panutan, penuntun dan pemberi arah bagi seluruh anak bangsa untuk memberi dukungan bagi seluruh anak bangsa membangun negeri ini dengan cahaya yang dapat menjadi mercu suar dunia. Ini salah satu intisari diskusi informal GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesa), Kamis, 7 Mei 2026 di Sekretariat GMRI, Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A, Jakarta Pusat.

Hadir diantaranya, Surya Wijaya dari Yogyakarta, Joyo Yudhantoro, dari Komumitas Kalibata, Gus Indra dan Gus Dibyo serta Gus Baidowi tampak khusuk menyimak tausiah Sri Eko Sriyanto Galgendu yang mengurai masa kejayaan dari sistem kerajaan semasa Mataram Islam.

Kecuali itu, Sri Eko Sriyanto Galgendu juga mengurai betapa luas dan besarnya tanggung jawab sebagai pemegang ananah dari wasiat Gus Dur, Paku Buwono XII, KH. Prof. DR (HC) Habib Khirzin serta tokoh dan pemuka agama, untuk memegang amanah sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara. Sementara untuk memimpin suatu bangsa hanya mungkin dapat dilakukan oleh seorang yang memiliki kecerdasan spiritual. Ikhwal kepemimpinan harus senantiasa bijak memahami dan merespon sesuatu yang terjadi sejak awal sebagai gejala hingga kejadian nyata yang terjadi dalam masyarakat. Karena masalah kepemimpinan bukan masalah laki-laki atau perempuan, sehingga kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual — sebagai karakter, mentalitas hingga cara berpikir dan kapasitas serta kapabilitas — diperlukan secara utuh dan komprehensif bagi seorang pemimpin yang sejati, ungkap Sri Eko Sriyanto Galgendu.

Konsep tentang diplomasi spiritual global yang digagas GMRI dipastikan akan sangat membantu dan mendorong pemerintah untuk tampil dalam kancah dunia sebagai mercu suar — cahaya — dunia yang mampu menerangi jalan bagi seluruh bangsa yang ada. Demikianlah menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu mengapa Indonesia memerlukan sosok pemimpin spiritual yang jenial dengan moralitas, integritas yang harus ada di atas kekuasaan. Yaitu, sosok pemimpin yang mengoptimalkan peran hati — bukan sekedar otak hingga memiliki sikap dan sifat spiritual leadership sebagai inner power. Memberi pencerahan dan pelayanan bagi rakyat sebagai wujud dari pengabdian. Sebab dengan hati yang bersih — ikhlas dan tulus — akan menghasilkan perilaku politik yang baik.

Di penghujung acara diskusi daam suasana yang santai, pembacaan do’a khusus untuk Surya Wijaya yang hendak mempersiapkan serangkaian acara spiritual di Yogyakarta dalam waktu dekat bersama sejumlah pemangku adat serta mereka yang tertarik dan memiliki kepentingan untuk membangkitkan gerakan kebangkitan spiritual di Indonesia untuk mematangkan program muhibbah GMRI ke berbagai negara yang mengusung tema diplomasi spiritual global. (TIM/Red)

Jacob Ereste, 7 Mei 2026

Berita Terkait