26.3 C
Jakarta
Sabtu, Maret 21, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Harapan Baru Bagi Para Petani Desa Mayangan Kabupaten Jember Berkat Program OPLAH

Warta.in, Jember – Puluhan tahun ladang sawah milik para petani di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember kini kembali bisa dimanfaatkan sebagai sumber mata pencarian.

Pasalnya lahan milik mereka sebelumnya selalu terendam air karena buruknya saluran air yang diambil dari sungai induk besar pondok waluh.

“Kalo udah musim hujan seperti sekarang kita tidak bisa tanam lagi mas karena sawah kita itu terendam banjir yang meluber dari saluran air, Kalo dipaksakan ya rusak, Ya terpaksa kita kerja lain atau merantau demi keluarga” kata salah satu petani yang ditemui awak mwdia.

Hal senada juga disampaikan oleh ABD Mufidz selaku ketua kelompok tani (Poktan) desa setempat.

“Dulunya kami prihatin mas dengan petani kami, lahannya terbekalai puluhan tahun dibiarkan, ditanami selalu gagal” Ucap mufidz.

Terbatasnya biaya dan minimnya peralatan, Para petani yang berada dibawah naungan kelompok tani Sumber Tani 2 hanya bisa pasrah atas kendala serta masalah yag terjadi diladang mereka.

Namun semua mimpi buruk dan keadaan yang mereka alami kini menjadi sebuah masa lalu setelah terlaksananya porgram OPLAH (Optimalisasi Lahan) yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian PPUR dengan anggran APBN.

Puluhan hektar sawah yang dulunya tidak bisa difungsikan kini perlahan kembali kepada fungsinya dan menjadi harapan bagi para petani untuk kelanjutan hidup mereka.

Ket Foto : Sebelum dan sesudah pekerjaan program OPLAH (Optimalisasi Lahan).

“Alhamdulillah mas, Dulu dari semua lahan ini kita bisa mengolahnya paling hanya 30% sekarang meningkat hingga 70% karena adanya optimalisasi ini” pungkas mufidz.

Salah satu kendala yang masih dihadapi oleh para petani di kelompok Sumber Tani 2 untuk dapat memaksimalkan lahannya yaitu kurangnya peralatan berupa alat berat karena terjalnya medan yang harus di olah kembali.

“Lahan disini kalo digarap menggunakan traktor itu tidak mampu semuanya mas, Kita membutuhkan alat berat setidak rotafator atau sejenisnya kalo kita punya alat seperti itu InsyaAllah 100% bisa maksimal kalo mengandalkan iuran dari petani untuk sewa alat itu berat mas bagi petani” tandas mufidz.

Ketua PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Muh Masrur S.P yang juga ditemuai oleh awak media meyampaikan hal serupa terkait kondisi lahan yang juga menjadi tanggung jawabnya.

“Saya awal masuk sini mas lahan ini semuanya rumput tinggi-tinggi karena memang terbengkalai selama puluhan tahun, Sekarang sudah bisa difungsikan lagi namun mereka para petani masih butuh alat berat setidaknya yang roda 4, Agar 107 hektar lahan pertanian ini benar-benar dapat diolah maksimal” pungkas Masrur.

Ket Foto 2 : Sebelum dan sesudah pekerjaan program OPLAH (Optimalisasi Lahan).

Para petani kelompok Sumber Tani 2 menggatungkan Doa serta harapan mereka kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar mendengar apa yang menjadi keluhan yang terjadi dilapangan. Karena Hal ini juga menyangkut pada Program yang diprioritaskan oleh Presinden Prabowo Subianto yang mencakup Swasembada Pangan (Lumbung Pangang) bagi Republik Indonesia.

Para petani di kelompok Sumber Tani 2 menyampaikan rasa terima kasih mereka atas bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah dan instansi terkait karena dengan adanya program ini mereka dapat mengolah kembali lahan mereka yang sudah terbengkalai sejak puluhan tahun.

“Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo Serta Gus Bupati Muhammad Fawaid yang telah memperjuangkan kami para petani semoga selalu diberikan kesehatan dan terus memperjuangkan rakyat kecil” Tandas Para Petani.

Berita Terkait