33.3 C
Jakarta
Jumat, Mei 22, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Warga PALI Terjebak Lumpur! Proyek Box Culvert Berujung Petaka, Pemkab Lempar Bola ke Provinsi

Warta.in//PALI – Bukannya mendatangkan kelancaran, proyek perbaikan jalan alternatif provinsi di Desa Prabu Menang, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) justru menjelma menjadi “neraka” baru bagi para pengendara.

Jalur vital penghubung Sekayu–PALI yang baru saja dipasangi box culvert (gorong-gorong kotak) kini berubah total menjadi jebakan lumpur hidup yang licin, mematikan, dan siap menelan korban.

Kekecewaan mendalam pun meledak di tengah masyarakat. Pengerjaan proyek oleh pihak kontraktor dituding warga sangat asal-asalan dan terkesan dikejar tayang demi meraup keuntungan, tanpa memedulikan keselamatan nyawa publik.

Pantauan langsung di lapangan pada Kamis (21/5/2026) mengonfirmasi kondisi mengerikan tersebut. Bagian atas box culvert yang posisinya ambles dan lebih rendah, secara fatal hanya ditimbun menggunakan tanah merah tanpa ada proses pengerasan sama sekali. Akibatnya fatal; begitu diguyur hujan deras, jalur strategis ini langsung berubah menjadi kubangan bubur lumpur yang sangat pekat.

“Akses jalan ini sangat menyulitkan. Banyak kendaraan yang terperosok di bagian timbunan tanah merah itu,” amuk Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten PALI, Syamsudin, dengan nada geram, Kamis (21/5).

Syamsudin mengutuk keras buruknya kualitas proyek yang dinilai mengabaikan aspek keselamatan. Menurutnya, pembiaran kondisi ini sama saja dengan mempertaruhkan nyawa para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas setiap harinya.

 

Menanggapi jeritan dan gelombang protes pengguna jalan, Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas PUPR langsung buru-buru angkat bicara. Kepala Dinas PUPR PALI, H. Ristanto Wahyudi, melalui Sekretaris Dinas, Hilman, membenarkan adanya kekacauan di lapangan.

 

Namun, alih-alih mengeksekusi perbaikan darurat secara langsung, Pemkab PALI berkilah bahwa jalur maut tersebut berada di bawah wewenang pemerintah provinsi. Kendati demikian, pihak Pemkab berjanji tidak akan tinggal diam melihat warganya sengsara.

“Kami segera berkoordinasi dan mengirimkan laporan ke Dinas PU Provinsi Sumatera Selatan agar segera diambil tindakan perbaikan konkret di lapangan,” cetus Hilman membela diri.

Kini, bola panas berada di tangan Dinas PU Provinsi Sumatera Selatan. Masyarakat menuntut aksi nyata yang cepat, sebelum jebakan lumpur di Prabu Menang ini benar-benar memakan korban jiwa.

 

 

(Muhamad Randi)

Berita Terkait